Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono saat Konferensi Pers Paparan Kinerja Semester I-2019 di Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Maryono saat Konferensi Pers Paparan Kinerja Semester I-2019 di Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Semester I, Kredit BTN Tumbuh 18%

Jumat, 26 Juli 2019 | 16:38 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sepanjang semester I-2019 mencatatkan kenaikan kredit di level 18,78% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 211,35 triliun pada Juni 2018 menjadi Rp 251,04 triliun.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, kinerja penyaluran kredit BTN tersebut berada di atas rata-rata industri perbankan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kredit industri perbankan hanya naik di level 9,92% (yoy) per Juni 2019.

"Pertumbuhan penyaluran kredit BTN masih ditopang segmen kredit perumahan," kata Maryono dalam dalam Konfrensi Pers Kinerja Kuartal II-2019 BTN di Jakarta, Jumat (26/7).

Dia menjelaskan, lini bisnis kredit perumahan tersebut mencatatkan kenaikan di posisi 19,72% (yoy) menjadi Rp 173,61 triliun. Segmen kredit perumahan itu ditopang melesatnya penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi menjadi senilai Rp 90,75 triliun pada Juni 2019 atau naik 27,55% (yoy). KPR nonsubsidi BTN pun tercatat naik sebesar 13,08% (yoy) menjadi Rp 74,39 triliun per Juni 2019.

"Rekam jejak kinerja KPR tersebut sukses membuat BTN tetap menjadi pemimpin pasar dengan pangsa KPR sebesar 39,56% per Maret 2019. Di lini KPR Subsidi, perseroan juga mendominasi kue pasar sebesar 92,43% per Maret 2019," ungkap Maryono.

Di lini bisnis komersial, lanjut dia, BTN juga mencatatkan peningkatan kredit sebesar 17,7% (yoy) dari Rp 38,03 triliun menjadi Rp 44,77 triliun per Juni 2019. Peningkatan ini disumbang kenaikan kredit investasi yang melesat sebesar 88,99% (yoy) menjadi Rp 7,28 triliun pada semester I-2019.

Keseluruhan laju kenaikan kredit bank spesialis kredit perumahan ini menyumbang pendapatan bunga perseroan naik di level 19,81% (yoy) dari Rp 10,66 triliun pada semester I-2019 menjadi Rp 12,78 triliun. Dengan perolehan tersebut, pendapatan bunga bersih BTN per semester I-2019 menjadi senilai Rp 4,71 triliun.

Raihan pendapatan bunga bersih tersebut menyumbang perolehan laba bersih senilai Rp 1,3 triliun. Adapun, nilai laba bersih tersebut telah mencapai 50% dari target pada akhir 2019 senilai Rp 2,6 triliun.

Menurut Maryono, kinerja penyaluran kredit BTN juga turut mengerek naik posisi aset perseroan menjadi Rp 312,47 triliun atau naik 16,58% (yoy) dari Rp 268,04 triliun pada semester I-2018. Peningkatan aset tersebut juga berada di atas rata-rata pertumbuhan aset industri perbankan nasional di level 7,77% (yoy) per Mei 2019.

Sementara itu, per Juni 2019, BTN sukses menghimpun DPK senilai Rp 234,89 triliun atau naik 15,89% (yoy). OJK merekam kenaikan tersebut melesat jauh di atas kinerja penghimpunan DPK perbankan nasional yang hanya tumbuh di level 7,42% (yoy) per Juni 2019.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN