Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kantor Asuransi Jasa Tania, Foto: jastan,co,id

Salah satu kantor Asuransi Jasa Tania, Foto: jastan,co,id

2020, Jastan Bidik Pendapatan Premi Bruto Rp 292,77 Miliar

Prisma Ardianto, Selasa, 30 Juni 2020 | 21:20 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Asuransi Jasa Tania Tbk (Jastan) membidik pendapatan premi bruto tahun 2020 sebesar Rp 292,77 miliar atau naik 31,84% secara tahunan (year on year/yoy). Dalam salah satu strateginya, perseroan memfokuskan mengembangkan jalur distribusi keagenan dan online marketing.

Berdasarkan laporan keuangan Jastan yang dipublikasikan, manajemen perseroan menyampaikan, turut menargetkan perolehan laba bersih mencapai Rp 26,83 miliar atau meningkat signifikan dari pencapaian akhir tahun lalu sebesar Rp 1,22 miliar.

Adapun strategi untuk mewujudkan target kinerja tersebut adalah penguatan daya saing untuk meraih pertumbuhan dengan fokus penguatan internal perusahaan.

"Penguatan internal dilakukan melalui penguatan struktur keuangan terutama pengelolaan piutang, pembenahan manajemen SDM dan struktur organisasi, penguatan pasar eksisting, pembangunan segmen ritel, dan penguatan sistem IT yang terintegrasi. Pengembangan produk dilakukan secara terbatas dengan fokus produk retail untuk memperkuat basis pertumbuhan," jelas manajemen perseroan, Selasa (30/6).

Pada aspek pemasaran, untuk mengupayakan proyeksi tersebut perseroan melakukan sejumlah pendekatan. Pertama, pengembangan bisnis dan produk retail. Kedua, pengembangan jalur distribusi keagenan dan online marketing. Ketiga, penguatan pasar eksisting. Serta keempat, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bidang pemasaran.

Sejumlah strategi itu merupakan langkah yang diambil dengan bercermin dari kendala yang dihadapi sepanjang 2019. Direktur Utama Jastan Megang Kacaribu menerangkan, salah satu kendala perseroan pada tahun sebelumnya yakni adanya penurunan pendapatan premi bruto.

"Penurunan pendapatan premi bruto yang disebabkan antara lain tidak diperpanjangnya beberapa account besar karena rasio kerugian yang tinggi, penurunan premi dari bisnis inward, serta penurunan premi pada beberapa account besar," ucap dia.

Kendati demikian, Megang menuturkan, pihaknya optimistis bisnis masih dapat tumbuh di masa mendatang.

Selain itu, menurut dia, salah satu kunci keberhasilan suatu perusahan ialah konsistensi pada tata kelolanya. Oleh karenanya, implementasi prinsip tata kelola perusahaan yang baik selalu diupayakan adanya perbaikan secara berkelanjutan dalam rangka mewujudkan keberhasilan dan mempertahankan eksistensi perseroan.

"Pelaksanaan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dilakukan dengan mengedepankan aspek transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi serta kesetaraan dan kewajaran," imbuh Megang.

Sementara itu, Komisaris Utama Jastan Alexandra Maha memaparkan, bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2020 turun akibat Pandemi Covid-19. Hal itu juga berdampak turunnya bisnis industri asuransi umum. Berdasarkan Otoritas Jasa keuangan, pendapatan premi asuransi umum per April 2020 sebesar  Rp25,69 triliun atau turun 4,75% secara tahunan (yoy).

Walaupun demikian, kata dia, perseroan masih meyakini bahwa prospek Industri asuransi umum akan mengalami pemulihan di periode mendatang. Selain itu, patut dicermati bahwa pada era digital saat ini akan semakin meningkatkan persaingan industri asuransi.

"Untuk itu, perseroan harus segera mengambil langkah-langkah efisiensi dan efektivitas dalam operasionalnya serta mengembangkan strategi pemasaran produk-produk yang berbasis digital untuk menjaga sustainability dan tercapainya tujuan perseroan," ungkap dia.

Selain pendapatan premi bruto dan laba bersih, perseroan juga memaparkan proyeksi sejumlah lini keuangan dan operasional lain. Hal itu didasari dari analisis manajemen perseroan melihat kurun lima tahun terakhir industri yang masih mengalami pertumbuhan.

Secara rinci, perseroan menargetkan pendapatan underwriting sebesar Rp 204,44 miliar, meningkat sebesar 33,79% (yoy). Bisa menekan beban underwriting sebesar 16,84% (yoy) menjadi sebesar Rp 77,28 miliar. Sehingga hasil underwriting bisa diraih mencapai Rp 88,4 miliar atau meningkat sebesar 47,65% (yoy).  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN