Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pegadaian. Sumber: wikipedia

Pegadaian. Sumber: wikipedia

2020, Pegadaian Bidik Outstanding Pembiayaan Tumbuh 8%

Minggu, 2 Agustus 2020 | 18:35 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Pegadaian (Persero) membidik pembiayaan tumbuh pada kisaran 8% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi sebesar Rp 54,4 triliun. Di samping itu, guna mendukung eksistensi bisnis perseroan menyisihkan belanja modal sebesar Rp 480 miliar untuk kebutuhan teknologi informasi (TI).

Direktur Keuangan Pegadaian Ninis Kesuma Adriani menyampaikan, secara nominal target outstanding pembiayaan yang disampaikan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp 54,4 triliun. Nilai itu tidak diturunkan, meskipun ada perbedaan pada pertumbuhannya.

Dia menjelaskan, RKAP awal dari Pegadaian memakai prognosis Desember 2019 yang hitungannya didasarkan realisasi Agustus 2019. Ternyata, realisasi outstanding pembiayaan di Desember 2019 jauh di atas perkiraan.

Dengan begitu, meski secara nominal sama, tapi jika dihitung pertumbuhannya berdasarkan realisasi Desember 2019 maka akan berbeda.

Pegadaian Digital. Sumber: pegdaian.co.id
Pegadaian Digital. Sumber: pegdaian.co.id

"Kalau pakai realisasi Desember 2020, target menjadi kurang lebih 8% (yoy). Sekarang, Juni 2020 sudah Rp 52,9 triliun. Kalau masa normal, target Rp 54,4 triliun ya pasti gampang terlewati," ungkap Ninis ketika dihubungi Investor Daily, akhir pekan ini.

Dia menyatakan, dengan adanya pendemi Covid-19 membuat penyaluran pembiayaan lebih menantang. Apalagi berakhirnya penyebaran penyakit itu pun tidak bisa diprediksi.

Oleh karena itu, target secara nominal belum berani untuk perseroan ubah. Pihaknya masih perlu memantau lebih lanjut terkait perkembangan penanggulangan penyakit itu.

Sebelumnya, dengan mengacu pada realisasi Agustus 2019 dan prognosa Desember 2019, Pegadaian memproyeksi outstanding pembiayaan bakal tumbuh sebesar 13-15% (yoy). Posisi itu memiliki nominal yang sama, yakni sebesar Rp 54,4 triliun.

Sedangkan sampai semester I-2020, total pembiayaan Pegadaian masih tumbuh positif sebesar 18,8% atau menjadi sebesar Rp 80,4 triliun. Sekitar 60% pembiayaan bersifat produktif, sedangkan sisanya 40% bersifat konsumtif.

Adapun tingkat pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) tercatat sebesar 2,37%, naik 5 basis poin (bps) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 2,32%.

Di samping itu, Ninis mengatakan, sampai akhir tahun 2020 perseroan tidak memiliki masalah berarti terkait pendanaan. Dana segar yang didapat dari pasar modal sebesar Rp 2,5 triliun melalui surat utang di tahun ini, serta fasilitas kredit dari perbankan yang sewaktu-waktu bisa digunakan masih mampu menutup proyeksi pembiayaan sampai akhir tahun.

Adapun per semester I-2020, Pegadaian mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 22,0% (yoy) menjadi Rp 68,4 triliun. Return of asset (ROA) tercatat sebesar 4,47%. Return of equity (ROE) tercatat sebesar 12,64%. Serta debt to equity ratio (DER) tercatat sebesar 1,8 kali.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo menuturkan, bahwa kenaikan harga emas yang menembus Rp 1 juta per gram tidak serta merta mendorong masyarakat menggadaikan emasnya. Namun demikian, memang kinerja bisnis gadai pada Juni 2020 menunjukan peningkatan jumlah rekening sebesar 1% secara bulanan (month to month/mtm) dan outstanding gadai sebesar 3% (mtm).

"Tak ada korelasi kebutuhan gadai dengan kenaikan harga emas jika dilihat dari sisi nasabah. Bahwa benar banyak nasabah yang gadai itu karena memang setelah lebaran kemarin ada tren nasabah ingin gadai kembali," jelas dia.

Emas Pegadaian
Emas Pegadaian. Foto: DAVID

Harianto mengemukakan, hal pasti mengenai kenaikan harga emas adalah potensi nasabah gadai untuk mendapat plafon pembiayaan lebih besar. Menurut perhitungannya, nasabah yang telah menggadai pada lima sampai enam bulan lalu berpotensi mendapatkan kenaikan plafon pembiayaan sebesar 10-15%. Realisasinya, baru sebagian kecil dari nasabah yang memanfaatkan momen tersebut. "Jadi ini peluang menaikan pinjaman," imbuh dia.

Sedangkan Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian Teguh Walyono menerangkan, sampai semester I-2020 bisnis tabungan emas Pegadaian tercatat telah memiliki 5,8 juta nasabah, naik dibandingkan jumlah nasabah akhir tahun lalu sebanyak 4,6 juta nasabah. Jumlah tersebut memiliki total saldo mencapai 4,98 ton emas.

"Rata-rata naik di-drive oleh penabung pemula atau anak muda. Jadi sebagian besar adalah yang belajar investasi makanya saldonya itu kecil, tapi mereka memang kelompok anak yang belajar investasi dalam bentuk emas," ucap dia.

Teguh menambahkan, dalam upaya mempertahankan eksistensi bisnis perseroan, pihaknya juga terus memperbaiki dan mengembangkan aspek teknologi digital. Untuk tahun ini saja, Pegadaian menyiapkan Capital Expenditure (Capex) dan Operating Expenditure (Opex) mencapai Rp 460 miliar.

Dia menerangkan, total dana tersebut khususnya diperuntukan bagi infrastruktur teknologi informasi, baik itu bagi aplikasi dan layanan lainnya. Termasuk memastikan tingkat keamanan dalam proses transaksi, karena belangkangan banyak dari nasabah turut menggunakan layanan Pegadaian untuk melakukan berbagai transaksi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN