Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Founder & CEO Fuse Andy Yeung (kanan)

Founder & CEO Fuse Andy Yeung (kanan)

2021, Fuse Catat Premi Bruto Rp 1,5 Triliun

Kamis, 27 Januari 2022 | 10:45 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id - Penyelenggara insurance technology (insurtech), Fuse, membukukan pendapatan premi bruto (gross written premium/GWP) lebih dari US$ 105 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun sepanjang 2021. Nilai itu tumbuh sekitar dua kali lipat atau 100% dibandingkan capaian GWP sebesar Rp 720 pada tahun 2020.

Founder & CEO Fuse Andy Yeung menyampaikan, pencapaian GWP pada tahun 2021 menggambarkan kontribusi Fuse lebih dari 2% terhadap pangsa pasar asuransi umum di Tanah Air. Meski mengalami berbagai tantangan di situasi sulit akibat pandemi Covid-19, Fuse berhasil mengembangkan pangsa pasar, serta meningkatkan kualitas platform dan layanan.

"Di tahun 2021, model bisnis B2A (business to agent/broker) dan B2B2C berkontribusi besar dalam pertumbuhan bisnis kami. Dengan berbagai keuntungan dan kemudahan yang kami tawarkan dalam bertransaksi asuransi, semakin banyak tenaga pemasar/ partner yang bergabung dalam ekosistem Fuse dan memanfaatkan platform teknologi kami dalam skala nasional. Saat ini Fuse memiliki 27 kantor cabang di seluruh Indonesia," ujar Andy melalui siaran pers, Kamis (27/1).

Dia mengatakan, pertumbuhan tersebut salah satunya didorong dari kemitraan strategis dengan Tokopedia, institusi keuangan, dan strategi yang berfokus pada tenaga pemasar/partner. Sejak kuartal ketiga tahun 2021, Fuse ditunjuk oleh Tokopedia sebagai satu-satunya insurtech yang mendukung semua kebutuhan asuransi umum di platform Tokopedia.

Andy menuturkan, kemitraan dengan Tokopedia menegaskan kapabilitas teknologi dan produk Fuse dalam mendukung kanal digital partner untuk menawarkan asuransi kepada end-customer. Hal itu juga menjadi bagian dari fokus Fuse pada kemitraan strategis untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap asuransi.

Kemitraan strategis lain dilakukan lewat kolaborasi dengan lembaga keuangan tradisional seperti multifinance. Diantaranya Maybank Finance, Wuling Finance, Simas Hana Finance dan Clipan Finance, dengan menawarkan produk asuransi konvensional.

"Kombinasi dari kanal digital dan konvensional membantu mengembangkan bisnis kami hingga berkali-kali lipat di tahun 2021. Kami optimistis dapat melanjutkan momentum yang kuat ini pada tahun 2022 di Indonesia, mengingat posisi kepemimpinan pasar kami, strategi kemitraan, dan kecanggihan platform kami,” tambah Andy. 

Dia menyatakan, keyakinan itu tercermin dari minat investor yang dalam pada semester II-2021. Fuse merampungkan tiga putaran pendanaan, yakni Seri B, Seri B tambahan dan Seri B Plus, dipimpin dan diikuti oleh investor global terkemuka seperti GGV Capital, eWTP serta investor lokal seperti East Ventures (Growth Fund), Emtek dan Saratoga Investama.

Modal baru lebih dari US$ 50 juta (IDR 715 miliar) dimanfaatkan untuk membawa lebih banyak partner ke dalam ekosistem Fuse. Selain itu, modal segar turut memperkuat kapabilitas platform teknologi dan mempercepat pertumbuhan perusahaan di Asia Tenggara.

Fuse memiliki lebih dari 500 pegawai, dengan kantor cabang di Indonesia, Vietnam, dan Tiongkok, untuk mendukung perusahaan asuransi lokal dan mitra distribusi melayani konsumennya dengan lebih baik. Pada November 2021, Fuse menjadi satu-satunya insurtech Indonesia yang masuk dalam daftar World's 100 Top Insurtechs yang diterbitkan oleh Sønr Global, platform intelijen pasar terkemuka di dunia yang dirancang khusus untuk industri asuransi, bersama dengan konsultan terkemuka Ernst & Young (EY).

"Pengalaman kami di Indonesia telah memberi kami wawasan yang luar biasa tentang pasar insurtech. Hal ini menjadi landasan untuk membantu kami menjangkau masyarakat di Asia Tenggara yang belum terproteksi, dengan cara yang cepat, mudah dan efisien," kata Andy. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN