Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petugas sedang berjaga di booth OJK, belum lama ini. (Beritasatu Photo/Uthan AR)

Petugas sedang berjaga di booth OJK, belum lama ini. (Beritasatu Photo/Uthan AR)

2022, Pendapatan Premi Perusahaan Asuransi Capai Rp 205,9 T

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:26 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, di sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB), akumulasi pendapatan premi perusahaan asuransi periode Januari - Agustus 2022 adalah sebesar Rp 205,90 triliun atau naik 2,1% year on year (yoy). Permodalan di sektor asuransi terjaga dengan RBC industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 485,51% dan 310,08% yang berada jauh di atas threshold sebesar 120%.

Baca juga: OJK: Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga di Tengah Pelemahan Ekonomi

Dalam keterangan pers, OJK menyebut nilai outstanding piutang pembiayaan pada Agustus 2022 meningkat 8,57% yoy menjadi sebesar Rp 389,54 triliun. Profil risiko Perusahaan Pembiayaan semakin membaik dengan rasio NPF gross pada Agustus 2022 turun menjadi sebesar 2,6% (Agustus 2021 sebesar 3,90 %).

NPF neto periode Agustus 2022 juga membaik menjadi sebesar 0,7% (Agustus 2021 sebesar 1,43%). Gearing ratio perusahaan pembiayaan pada Agustus 2022 sebesar 1,96 kali atau jauh di bawah batas maksimum 10 kali. "Pada sektor Dana Pensiun, aset per Agustus 2022 tercatat sebesar Rp 338,20 triliun atau meningkat sebesar 5,66% yoy. Sementara, investasi tumbuh 5,7% yoy menjadi sebesar Rp 326,96 triliun," demikian pernyataan OJK dalam keterangan pers, Senin (3/10/2022). 

Baca juga: Naik 2.028,65%, Kunjungan Wisman Belum Kembali Normal

Selain itu, OJK menilai fintech peer to peer (P2P) lending pada Agustus 2022 terus mencatatkan pertumbuhan dengan outstanding pembiayaan tumbuh sebesar 80,97% yoy menjadi Rp47,23 triliun. Tingkat Keberhasilan Bayar 90 hari sejak jatuh tempo (TKB90) sebesar 97,11 % (turun 1,14 % yoy), sehingga persentase pendanaan macet sebesar 2,89 % masih dalam batas yang terkendali di tengah kondisi global yang penuh tantangan.

Dalam rangka mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional di daerah, OJK terus mengoptimalkan peran 449 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang tersebar di 34 provinsi dan 415 kabupaten/kota. Program TPAKD tersebut antara lain Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir atau K/PMR, Kredit Pembiayaan Sektor Prioritas (K/PSP) Pertanian, program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SIMUDA), dan program business matching lainnya. Upaya perluasan akses keuangan tersebut dibarengi program edukasi keuangan secara masif, baik secara online maupun tatap muka.

Baca juga: Inflasi Melonjak, Rupiah Ditutup Melemah 75 Poin

Sementara itu, sampai dengan 23 September 2022, OJK telah menerima 226.267 layanan melalui berbagai kanal, termasuk 10.109 pengaduan. Dari pengaduan tersebut, sebanyak 50% merupakan pengaduan sektor IKNB, 49,5% merupakan pengaduan sektor perbankan, dan sisanya merupakan layanan sektor pasar modal.

Jenis pengaduan yang paling banyak adalah restrukturisasi kredit/pembiayaan, perilaku petugas penagihan dan layanan informasi keuangan. OJK telah menindaklanjuti pengaduan tersebut dengan secara berkala memanggil Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) terkait untuk memperoleh klarifikasi dan penyelesaian dan tercatat 86,6% dari pengaduan tersebut telah terselesaikan.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com