Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Prudential.Life. Foto ilustrasi: IST

Prudential.Life. Foto ilustrasi: IST

2019, PRUSyariah Bukukan Kontribusi Rp 3,7 Triliun

Senin, 18 Mei 2020 | 20:00 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Unit Usaha Syariah PT Prudential Life Assurance (PRUSyariah) membukukan total kontribusi sebesar Rp 3,7 triliun. Nilai tersebut meningkat sebesar 1% secara tahunan (year on year/yoy) dibanding periode sebelumnya sebsar Rp 3,6 triliun.

"Hasil bisnis prudential Insya Allah masih dan akan tumbuh cepat. Alhamdulilah tahun 2019 masih tetap menjadi pemimpin pasar dnegan Rp 3,7 trilun total kontribusi, tumbuh 1%," kata Sharia, Goverment Relation and Community Investment Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo lewat video conference, Senin (18/5).

Dia menuturkan, pertumbuhan itu berkat keperacayaan nasabah dan para mitra yang masih terjaga baik. Hal tersebut turut memberi dampak positif dengan meningkatnya kontribusi tabarru' sebesar 8% (yoy) menajdi sebesar Rp 2,5 triliun. Adapun dana tabarru sampai akhir tahun 2019 meningkat sebesar 15% (yoy) menjadi Rp 887 miliar.

Di samping itu, kinerja aset PRUSyariah tercatat menurun sebesar 1% (yoy) menjadi sebesar 9,1 triliun. Menurut Nini, penurunan untuk memenuhi kebutuhan perseroan dalam membiayai strtategi bisnis, pada saat yang sama banyak inisiatif yang dilakukan untuk lebih berkembang.

Dari aspek solvabilitas (risk based capital/RBC), dana tabarru PRUSyariah tercatat sebesar 2.581% pada tahun 2019, atau meningkat dari posisi tahun sebelumnya sebesar 2.448%. Sedangkan RBC dana perusahaan menurun di akhir 2019 menjadi 7.300%, dibanding periode 2018 sebesar 10.002%. Nini mengatakan, penurunan tersebut karena sebagian produk dibuat lebih kompetitif, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN