Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

OJK: Fraud Perbankan dari Internal Sulit Dideteksi

Jumat, 17 Juli 2020 | 22:41 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai telah melakukan evaluasi dan terus memperketat pengaturannya bagi industri perbankan untuk mencegah terjadinya kecurangan (fraud). Meski demikian, fraud perbankan yang cukup sulit dideteksi adalah kerja sama dari orang dalam bank bersama nasabah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, fraud bisa datang dari mana saja, yang pasti regulasi perbankan dari OJK sudah sangat ketat, jika tetap terjadi fraud maka ada keterlibatan dari internal bank tersebut.

"Barangkali yang sulit dideteksi itu kerja sama orang dalam dan nasabah. Itu keamanannya bisa diterobos karena yang dilakukan internal, itu lebih sulit. Apalagi kalau sudah ada kekuasaan one man show itu memungkinkan fraud," jelas Heru, di Jakarta, Jumat (17/7).

Heru Kristiyana. Foto: IST
Heru Kristiyana. Foto: IST

Dia menyebut, secara regulasi sudah ketat diatur, terlebih dalam internal diatur tugas komisaris bank di mana terdapat komite yang mengawasi. "Di level direksi juga ada risk management, jadi ring 1 ini sebenarnya bisa mencegah fraud di bank itu sendiri. Kemudian ada pengawasan OJK, jadi sudah berlapis sebenarnya," papar Heru.

OJK mengaku telah mencabut 21 izin usaha di sektor keuangan sepanjang semester I-2020. Pencabutan izin usaha paling banyak terjadi di sektor pasar modal.

Pada kesempatan yang sama, Chief Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengatakan mengenai isu fraud, OJK sebenarnya telah mengeluarkan POJK 39/2019 tentang penerapan strategi anti-fraud bagi bank umum untuk memitigasi risiko.

Melalui POJK 39/2019, regulator mewajibkan bank untuk untuk menyusun dan menerapkan strategi anti-fraud secara efektif. Penyusunan dan penerapan strategi anti-fraud paling sedikit memuat empat pilar, yakni pertama pencegahan, kedua, deteksi. Ketiga, investigasi, pelaporan, dan sanksi, dan keempat, pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut.

"Kalau lihat kondisi sekarang, perbankan sudah secara reguler melaporkan strategi anti fraud yang diterapkan masing-masing bank. Dari pengawasan, OJK sendiri sudah sangat baik," imbuh Josua.

Di sisi lain, Heru mengungkapkan, OJK telah melakukan pengawasan dengan ketat untuk mencegah fraud perbankan, khususnya menangani keamanan transaksi digital. Menurut dia, di masa pandemi Covid-19 digitalisasi merupakan keharusan bagi industri perbankan. Percepatan harus dilakukan supaya bisa melayani kebutuhan nasabah, bukan hanya saat pandemi, tapi hingga seterusnya.

Namun, yang perlu diperhatikan ketika mengembangkan digitalisasi adalah faktor keamanannya. Untuk itu, perbankan diharapkan juga menjaga keamanan transaksi digital, OJK juga selalu mengevaluasi tingkat keamanannya.

"Mengenai keamanan transaksi-transaksi digital itu jadi perhatian kita. Kita evaluasi setiap saat bagaimana transaksi itu terjamin, OJK siap dan kita lakukan evaluasi menjamin keamanan transaksi digital banking," jelas Heru.

Dalam mengembangkan teknologi, diperlukan modal yang tidak sedikit, untuk itu, Heru juga terus mendorong agar perbankan melakukan konsolidasi penguatan modal supaya dapat berinvestasi teknologi.

"Kita dorong bank konsolidasi untuk memperkuat modalnya perbankan kita untuk melayani nasabah dengan aman menggunakan teknologi. Karena digital ini keharusan, nasabah sudah nyaman dengan digital, jangan sampai nanti disuruh lagi antri ke bank, tidak akan mau," papar Heru.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN