Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BTN. Foto: UTHAN

Bank BTN. Foto: UTHAN

Semester I, BTN Kantongi Laba Bersih Rp 768 Miliar

Senin, 3 Agustus 2020 | 08:38 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencetak laba bersih senilai Rp 768 miliar pada semester I-2020. Perolehan tersebut merupakan hasil dari strategi 5 Fokus dan 8 Inisiatif yang telah dijalankan BTN, sehingga tetap mencatatkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan kendati di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, di era new normal, perseroan terus memupuk pencadangan, likuiditas, sambil memacu bisnis dengan asas kehati-hatian di masa pandemi sesuai dengan delapan inisiatif perseroan. Dengan strategi tersebut, lanjutnya, bisnis BTN diyakini masih akan terus bertumbuh dan mencetak laba pada semester II-2020. "Perolehan laba bersih pada semester I ini melampaui ekspektasi kami. Kami optimistis, hingga akhir tahun ini target laba BTN masih on track, sejalan dengan mulai adanya peningkatan permintaan kredit pada Juni 2020," jelas Pahala di Jakarta, Minggu (2/8).

Adapun data keuangan emiten bersandi saham BBTN tersebut mencatat laba bersih perseroan ditopang pendapatan bunga bersih sebesar Rp 4,43 triliun. Perseroan juga mencatatkan laba dari operasional di luar provisi sebesar Rp 1,99 triliun. Capaian pendapatan bunga bersih BBTN tersebut disumbang kenaikan pada penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar 0,32% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 251,04 triliun pada semester I-2019 menjadi Rp 251,83 triliun pada periode sama tahun ini.

Kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi BTN terekam menjadi penyumbang pertumbuhan kredit BTN secara keseluruhan. KPR subsidi yang menempati porsi sebesar 45,11% dari total portofolio kredit di BTN tersebut tumbuh positif di level 5,84% (yoy). Per semester I-2020, KPR Subsidi BTN tercatat naik dari Rp 107,34 triliun pada semester I-2019 menjadi Rp 113,61 triliun.

Di segmen kredit perumahan, BTN juga telah menyalurkan KPR nonsubsidi, kredit perumahan lainnya, dan kredit konstruksi masing-masing sebesar Rp 79,87 triliun, Rp 7,56 triliun, dan Rp 27,87 triliun per semester I-2020. Dengan penyaluran tersebut, total KPR di BTN tumbuh sebesar 2,47% (yoy) dari Rp 188,82 triliun menjadi Rp 193,49 triliun per 30 Juni 2020. Kemudian, di segmen kredit nonperumahan, perseroan menyalurkan kredit senilai Rp 22,91 triliun per akhir Juni 2020.

Menurut Pahala, di tengah pertumbuhan positif tersebut, perseroan pun tetap menjaga kualitas kredit yang disalurkan. Per Juni 2020, BTN mencatatkan penurunan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) net dari 2,42% per Juni 2019 menjadi 2,40% pada Juni 2020.

Perseroan juga tercatat menyiapkan rasio pencadangan yang cukup besar. Pada semester I-2020, cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) BTN melonjak ke level 107,90%. Posisi tersebut melesat jauh dari 37,87% pada periode yang sama tahun lalu. Menurut Pahala, pemupukan pencadangan tersebut merupakan inisiatif perseroan dalam rangka menjaga kualitas pertumbuhan bisnis di tengah pandemi.

Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) BTN pun terpantau naik 2,99% (yoy) dari Rp 219,76 triliun pada Juni 2019 menjadi Rp 226,32 triliun pada Juni 2020. Pertumbuhan tersebut disumbang peningkatan perolehan giro sebesar 13% (yoy) dari Rp 52,88 triliun pada menjadi Rp 59,75 triliun pada kuartal II-2020. Dengan peningkatan giro tersebut, BTN mencatatkan kenaikan dana murah (current account savings account/CASA) sebesar 3,75% (yoy) dari Rp 92,83 triliun menjadi Rp 96,32 triliun per semester I-2020. "Secara bertahap kami terus meningkatkan porsi dana murah dengan memangkas porsi dana mahal," ujar Pahala.

Kinerja positif pada kredit dan DPK tersebut juga turut mengerek naik aset BTN sebesar 0,68% (yoy) menjadi sebesar Rp 314,60 triliun. "Kami juga berupaya terus memperbaiki proses bisnis sehingga dapat mempertahankan pertumbuhan positif yang berkelanjutan," jelas Pahala.

Pahala menambahkan, perseroan memupuk likuiditas selama masa pandemi Covid-19. Liquidity coverage ratio (LCR) perseroan naik ke level 132,22% pada semester I-2020 dari 105,50%. Permodalan (capital adequacy ratio/CAR) BTN pun kian menguat untuk menopang laju bisnis dari level 16,99% menjadi 19,10% per semester I-2020.

Sementara itu, Unit Usaha Syariah (UUS) BTN hingga paruh pertama tahun ini mencetak laba bersih senilai Rp 100,33 miliar. Perolehan laba bersih tersebut ditopang pertumbuhan pembiayaan syariah sebesar 3,07% (yoy) menjadi Rp 23,88 triliun pada semester I-2020. BTN Syariah juga mencatatkan perolehan DPK senilai Rp 20,80 triliun per semester I-2020. Dengan capaian tersebut, aset UUS BTN naik 6,56% (yoy) dari Rp 29,18 triliun pada 30 Juni 2019 menjadi Rp 31,09 triliun.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN