Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BTN. Foto: UTHAN

Bank BTN. Foto: UTHAN

Obligasi BTN Oversubscribed 1,8 Kali

Rabu, 12 Agustus 2020 | 08:18 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Obligasi Berkelanjutan IV PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Tahap I Tahun 2020 sukses mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 1,8 kali, pada periode penawaran awal (bookbuilding) yang berlangsung pada 10-23 Juli 2020. BTN mencatat penawaran yang masuk mencapai Rp 2,78 triliun untuk obligasi berkelanjutan dengan nilai pokok sebesar Rp 1,5 triliun.

Direktur Finance, Planning, and Treasury BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kelebihan permintaan tersebut menjadi sinyal positif bagi BTN di tengah pandemi Covid-19. Adapun dana hasil penawaran akan digunakan untuk memperkuat ekspansi bisnis perseroan. "Di tengah pandemi ini, oversubscribed menjadi sinyal positif bagi BTN karena membuktikan kepercayaan investor masih tinggi terhadap kinerja bisnis kami," kata Nixon di Jakarta, Rabu (11/8).

Obligasi Berkelanjutan IV BTN Tahap I Tahun 2020 tersebut ditawarkan dalam tiga seri. Nixon merinci obligasi Seri A bertenor 370 hari dengan kupon 6,75% sebesar Rp 577 miliar, Seri B bertenor tiga tahun dengan kupon 7,80% sebesar Rp 727 miliar, dan Seri C bertenor lima tahun dengan kupon 8,40% sebesar Rp 196 miliar.

Penawaran umum obligasi tersebut akan berlangsung pada 13 Agustus 2020. Obligasi Berkelanjutan IV BTN Tahap I Tahun 2020 ini juga akan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diperdagangkan di pasar sekunder pada 24 Agustus 2020.

Menurut Nixon, dana segar yang terkumpul dari penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk memperkuat ekspansi pembiayaan perumahan. "Tentunya hal ini juga sejalan dengan upaya kami mendukung Program Satu Juta Rumah milik pemerintah yang bertujuan menyediakan rumah murah dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia," tutur Nixon.

Untuk mendukung penerbitan obligasi tersebut, BTN menunjuk empat perusahaan penjamin emisi, yaitu Mandiri Sekuritas, Danareksa Sekuritas, Indopremier Sekuritas, dan CIMB Niaga Sekuritas. Obligasi ini memperoleh peringkat AA+ (double A plus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN