Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nixon LP Napitupulu

Nixon LP Napitupulu

Dihantam Pandemi, Laba Bersih BTN Meroket 671,6%

Selasa, 2 Februari 2021 | 13:52 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sepanjang tahun 2020 membukukan laba bersih Rp 1,61 triliun, mengalami pertumbuhan yang meroket 671,6% secara tahunan (year on year/yoy).

"Laba bersih kami naiknya tinggi sekali 671% didorong karena tahun 2019 kami melakukan downgrade bersih-bersih. Sekarang pelan-pelan kami perbaiki, jadi laba kami Rp 1,6 triliun, dengan fee based income Rp 2,1 triliun," jelas Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, Selasa (2/2).

Dari sisi permodalan, BTN juga berhasil meningkatkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) menjadi 19,32% dari posisi 2019 yakni 17,32%. "NIM karena ada downgrade di 2019 jadi masih di bawah. Tapi kami yakin dengan penurunan cost of fund akan lebih baik lagi. Cost to income ratio (CIR) juga mulai membaik, terlihat CIR sudah menurun," imbuh Nixon.

Pihaknya juga menyiapkan pencadangan yang cukup sepanjang tahun 2020, tercermin dari coverage ratio sebesar 117%. Menurut Nixon, pencadangan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko kredit yang terjadi agar kualitas tetap terjaga. Adapun, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross BTN tercatat 4,2%.

"Jadi selain menumbuhkan laba kami juga siapkan coverage ratio 117%. Tahun 2020 kami benar-benar perbaiki bisnis proses, kualitas SDM dan mendorong digital, kami juga disiplin menambahkan coverage ratio. Artinya, kalau ada Rp 1 NPL, kami cadangkan Rp 1,17 per NPL," papar Nixon.

Nixon mengungkapkan, sepanjang tahun 2020 perseroan telah menyalurkan kredit dengan pertumbuhan sebesar 1,7% (yoy) di mana pendorongnya berasal dari segmen konsumer yang tercatat meningkat 3,2% (yoy), khususnya kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang masih tumbuh 7,7% (yoy). Di sisi lain, segmen komersial justru tercatat terkontraksi 9,6% (yoy) per akhir Desember 2020.

 

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN