Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk asuransi jiwa. Foto ilustrasi: IST

Produk asuransi jiwa. Foto ilustrasi: IST

AAJI: Asuransi Berkaitan dengan Investasi

Selasa, 20 April 2021 | 12:44 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com) ,Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu menjelaskan, unrealized loss memang suatu kerugian yang belum terealisasi. BPK atau Kejaksaan Agung menyatakan hal itu menjadi potensi kerugian negara.

“Tentu kita harus menghormati proses hukum. Karena ini masalah hukum, tentu kita tidak bisa menduga permasalahan tidak selesai di unrealized loss. Bisa jadi memang ada permainan dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” jelas dia.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu. Foto: IST
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu. Foto: IST

Dalam hal ini, kata Togar, asuransi itu harus diakui memang erat kaitannya dengan investasi. Meski memiliki risiko, kadang investasi itu dipakai untuk menutup risiko. Saham menjadi salah satu investasi yang agresif, bukan berarti risikonya tidak bisa diminimalisir. Tapi tergantung pengelola investasinya. Lagi pula, yang bermain investasi itu tidak satu-dua perusahaan, sampai saat ini aman-aman saja.

Menurut dia, perusahaan asuransi jiwa swasta sudah melakukan perhitungan dan analisis terkait instrument saham, karena mereka perlu juga menyesuaikan dengan kewajiban atas asuransi jiwa. Kewajiban asuransi jiwa, jelas dia, kebanyakan juga jangka panjang, sampai saat ini yang sesuai untuk memenuhi kewajiban (liabilitas) itu adalah instrumen investasi saham.

Jumlah investor dan investor aktif harian
Jumlah investor dan investor aktif harian

“Jadi apa yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan itu adalah kebijakan mereka. Tapi apakah itu akan diikuti perusahaan asuransi jiwa dan institusi lain? Belum tentu dan menurut saya tidak,” kata Togar.

Dia menjelaskan, investor institusi perannya penting karena mereka penyangga pasar modal. Oleh karena itu, perlu diperlakukan baik dan benar, itupun sudah dilakukan. “Keputusan untuk membeli suatu instrument saham A atau B, itu kembali pada masing-masing. Maka disadari dan diyakini itu menjadi tanggung jawab masing-masing,” ujar dia.

Togar menilai kondisi pasar modal sejauh ini tidak ada perubahan signifikan.

Komposisi perdagangan investor di BEI
Komposisi perdagangan investor di BEI

“Kita bisa lihat juga beberapa perusahaan melakukan IPO, artinya tingkat kepercayaan institusi untuk mencari dana murah itu cukup baik. Bahwa kemudian ada yang menarik dana di saham itu sebenarnya ditujukan untuk mengatur portofolio ulang supaya menghindari risiko-risiko. Risiko itu banyak, misalnya risiko floating loss itu dianggap kerugian negara. Itu berlaku bagi perusahaan negara atau BUMN, kalau asuransi jiwa itu kan ada satu yaitu Jiwasraya, dan yang baru ada IFG Life,” kata dia.

Kalau untuk swasta, jelas Togar, jika terjadi pengalihan investasi dari saham ke instrumen lain, hal itu lebih karena ingin mengatur portofolionya. Asuransi jiwa swasta itu tidak begitu resah jika terjadi unrealized loss. Sebab, perusahaan asuransi jiwa swasta itu hubungannya dengan pemilik, bukan dengan pemerintah.

Komposisi kepemilikan investor
Komposisi kepemilikan investor

Dia menjelaskan, industri asuransi sudah melewati sejumlah krisis, pada 1997-1998 itu cukup babak belur. Kemudian krisis kembali terjadi pada 2008 dan 2020. Setiap krisis membuat kondisi pasar modal tidak kondusif. Tapi sejak tahun 1997, belum ada perusahaan asuransi yang tutup karena berinvestasi di pasar modal. Artinya, perusahaan asuransi punya pengalaman yang cukup.

“Kasarnya, kalau BPJS Ketenagakerjaan mengatur portofolio sahamnya. Sedangkan perusahaan asuransi jiwa itu melihat untuk membeli saham murah. Karena pada saat BPJS Ketenagakerjaan menjual sahamnya, ada kecenderungan nilai saham emiten terkait akan turun, jadi kesempatan bagi asuransi jiwa untuk beli,” kata Togar. (th/jn)

Baca juga

https://investor.id/finance/ojk-diminta-tegaskan-unrealized-loss-bukan-kerugian-negara

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN