Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo.

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo.

2020, Laba Bersih Jasa Raharja Rp 1,37 Triliun

Kamis, 6 Mei 2021 | 15:48 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Jasa Raharja (Persero) sepanjang tahun lalu membukukan laba bersih Rp 1,37 triliun, mengalami penurunan 11,13% secara tahunan (year on year/yoy). Kontraksi tersebut merupakan dampak pandemi Covid-19 yang juga menurunkan pendapatan Jasa Raharja tahun 2020.

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo mengungkapkan, realisasi laba tersebut mencapai 146,73% dari anggaran 2020 yang senilai Rp 717,34 miliar.

"Laba turun 11,13%, penurunan ini karena pendapatan juga turun. Namun Alhamdulillah Jasa Raharja bisa berikan dividen kepada pemerintah," kata Budi dalam konferensi pers, Kamis (6/5).

Tahun 2020, perseroan memperoleh pendapatan senilai Rp 5,77 triliun atau 114,65% dari anggaran tahun 2020 sebesar Rp 5,03 triliun. Apabila dibandingkan dengan tahun 2019, terjadi penurunan sebesar 12,3% (yoy).

Hal tersebut juga disebabkan terbatasnya mobilitas masyarakat menggunakan moda transportasi umum selama pandemi Covid-19. "Dari sisi biaya, realisasinya Rp 4,17 triliun, ini turun 38,89% karena faktor penurunan klaim dan kita juga efisiensi besar-besaran. Sehingga kita bisa survive kelola perusahaan ini," papar Budi.

Pembayaran klaim turun
Budi juga menyampaikan ada penurunan total penyerahan nilai klaim atau santunan sepanjang 2020 lalu menjadi Rp 2,33 triliun. Jumlah tersebut menyusut 13,7% dari 2019 yang sebesar Rp 2,70 triliun.

Adapun, penurunan nilai santunan tersebut disebabkan berkurangnya jumlah klaim korban kecelakaan sebesar 17% dari 129.443 jiwa pada 2019 menjadi 107.497 jiwa.

"Penyelesaian santunan untuk 2020 tidak kurang dari Rp 2,3 triliun. Ini mengalami penurunan dibanding 2019 akibat dari pandemi Covid-19. Sehingga tingkat mobilitas masyarakat turun, berdampak pada penurunan jumlah korban," tuturnya.

Pun, terjadi penurunan nilai santunan yang dibayarkan Jasa Raharja hingga Maret 2021. "Sampai dengan bulan Maret 2021, kita serahkan santunan Rp 550 miliar, dan ini juga turun 14% dari tahun sebelumnya karena faktor pandemi," sambung Budi.

Terkait persiapan menjelang Idul Fitri 1442 H, pemerintah telah mengumumkan larangan mudik. Dengan demikian, Budi menekankan tidak akan menanggung asuransi kecelakaan bagi pemudik yang menggunakan travel gelap atau ilegal.

"Selalu disampaikan Pak Dirjen Darat bahwa travel gelap itu tidak dijamin Jasa Raharja itu benar, kalau terjadi musibah kecelakaan, khususnya kecelakaan tunggal," terang dia.

Jasa Raharja hanya akan menjamin apabila penyedia jasa angkutan sudah membayar iuran kepada perseroan. Untuk kendaraan pribadi, Budi juga menyebut tidak memberikan santunan kepada korban apabila terjadi kecelakaan tunggal, tetapi santunan dapat diberikan jika terjadi kecelakaan antara dua kendaraan bermotor.

Oleh karena itu, Budi mengingatkan kembali kepada masyarakat mengikuti aturan pemerintah untuk tidak melakukan perjalanan mudik dari 6 Mei hingga 17 Mei mendatang.

Mudik Online
Adanya larangan mudik dari pemerintah, membuat Jasa Raharja melakukan transformasi secara digital. Perseroan memperkenalkan MOLAE (Mudik Online Aman dan Enak), yang memungkinkan para pemudik bisa berkomunikasi melalui digital atau video call.

Jasa Raharja akan membagikan kuota internet senilai Rp 150 ribu bagi masyarakat yang tidak dapat pulang ke kampung halaman. Kuota internet menjadi pengganti layanan mudik gratis yang biasa diadakan oleh perseroan setiap tahun sebelum pandemi.

Proses pendaftaran tahap pertama dimulai pada 9 April hingga 3 Mei 2021. Kemudian perseroan memperpanjang pendaftaran hingga 9 Mei 2021 yang dapat diisi masyarakat pada situs website Jasa Raharja, sebab,  total penerima kuota gratis dipatok 10 ribu orang.

"Kita berikan kuota data Rp 150 ribu. Sudah melakukan pendaftaran dan terverifikasi, tidak lebih 10 ribu orang, nanti saat lebaran tanggal 13 Mei baru bisa digunakan," pungkas Budi

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN