Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ATM Link dan Link Aja

ATM Link dan Link Aja

Dorong Transaksi Nontunai

Himbara Kenakan Biaya Cek Saldo dan Tarik Tunai di ATM Link

Jumat, 21 Mei 2021 | 20:05 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mulai pada 1 Juni 2021 akan mengenakan tarif untuk cek saldo dan tarik tunai di ATM Link dengan biaya masing-masing Rp 2.500 dan Rp 5.000 per transaksi. Penyesuaian tarif tersebut meningkat dari sebelumnya gratis atau tidak dikenakan tarif.

Bank yang tergabung dalam Himbara adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengungkapkan, pengenaan biaya transaksi di ATM Link tersebut dalam rangka mendukung kenyamanan nasabah bertransaksi, maka Himbara sepakat untuk melakukan penyesuaian biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai kartu BRI di ATM Link diberlakukan penyesuaian biaya transaksi. Penyesuaian tersebut diberlakukan pada transaksi Cek Saldo menjadi Rp 2.500 dan tarik tunai menjadi Rp 5.000, dari sebelumnya tidak dikenakan biaya.

Penyesuaian tersebut terhitung mulai 1 Juni 2021 dan berlaku sampai dengan adanya penyesuaian di kemudian hari. Sedangkan transaksi transfer antarbank tidak mengalami perubahan atau tetap dikenakan tarif Rp 4.000.

"Penyesuaian biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai tersebut merupakan kesepakatan Himbara dan untuk mendukung kenyamanan nasabah bertransaksi di ATM Himbara. Penyesuaian biaya tersebut juga menjadi bentuk healthy business untuk menciptakan bisnis yang berkelanjutan," terang Aestika kepada Investor Daily, Jumat (21/5).

Selain itu, lanjut Aestika, penyesuaian biaya transaksi tersebut juga merupakan komitmen untuk meningkatkan layanan perbankan inklusif, peningkatan keamanan, dan kualitas layanan yang pada akhirnya menciptakan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi. Hal ini juga dilakukan untuk mendukung Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) atau mendorong cashless society untuk mengurangi ketergantungan masyarakat atas penggunaan uang tunai dalam bertransaksi.

"Bagi nasabah, hal ini menjadi momentum untuk mendorong nasabah bertransaksi secara cashless dan menggunakan digital banking utamanya internet banking, BRImo, dan mobile banking yang lebih praktis, mudah, dan murah bagi nasabah," tutur dia.

Meski demikian, nasabah BRI disebut dapat bertransaksi di ATM Link tersebut dengan biaya yang lebih hemat jika dibandingkan dengan biaya transaksi di non-ATM Link. "Di mana biaya transaksi di non-ATM Link tersebut sebesar Rp 4.000 untuk cek saldo, Rp 7.500 untuk tarik tunai, dan Rp 6.500 untuk transfer," sambung Aestika.

Selain bertransaksi di ATM Himbara (BNI, Mandiri, BTN) atau ATM Link, nasabah BRI juga tetap dapat dapat bertransaksi melalui 16.558 mesin ATM BRI dan 5.707 mesin CRM BRI yang tersebar di seluruh Indonesia tanpa ada penyesuaian biaya.

Untuk nasabah BRI, khusus transaksi cek saldo melalui ATM BRI, internet banking, dan BRImo tidak dikenakan biaya atau gratis. Untuk transfer sesama BRI melalui internet banking, BRImo maupun ATM BRI/Link juga tidak dikenakan biaya. Selain itu, transaksi tarik tunai kartu BRI di ATM BRI juga tidak dikenakan biaya atau gratis.

"Selain itu, untuk transaksi yang lebih praktis, mudah dan juga lebih murah, BRI mengimbau nasabah untuk dapat bertransaksi secara cashless dan melakukan berbagai macam transaksi perbankan secara digital, seperti menggunakan internet banking BRI, BRImo, maupun mobile banking," imbuh dia.

Padahal, penggabungan ATM Himbara bertujuan untuk efisien dan memberikan kemudahan bagi nasabah dengan tarif gratis untuk cek saldo dan tarik tunai di ATM Link. Di samping itu, dengan adanya ATM Link, kuartet bank pelat merah juga menjadi lebih efisien dalam hal investasi mesin ATM, karena tidak perlu membeli mesin ATM seperti sebelum adanya ATM Link yang tentunya mengurangi dana investasi bank. Namun, sekarang justru nasabah kembali dikenakan tarik untuk melakukan transaksi seperti cek saldo dan tarik tunai.

 

Masa Pengenalan Berakhir

Hal tersebut dikarenakan berakhirnya masa pengenalan ATM Merah Putih atau ATM dengan tampilan ATM Link sejak pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat pada Desember 2015. ATM Merah Putih ini merupakan hasil sinergi mesin anjungan tunai mandiri (ATM) antarbank milik pemerintah atau Himbara yakni BRI, BNI, Mandiri, dan BTN.

Berdasarkan informasi dari website PT Jalin Pembayaran Nusantara (JPN) yang merupakan perusahaan switching pengelola ATM Link, layanan switching ATM telah beroperasi sejak April 2017, sedangkan layanan switching debit tercatat resmi beroperasi sejak bulan Desember 2017. Hingga saat ini, jaringan Link memiliki 19 member yang termasuk di antaranya adalah Himbara, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN.

ATM Switching Link adalah layanan yang memfasilitasi para nasabah pemegang kartu ATM dari bank Himbara untuk melakukan transaksi cek saldo, tarik tunai, transfer, dan pembayaran tagihan di seluruh channel ATM yang tergabung dalam jaringan Link. Sistem switching yang digunakan mampu memproses lebih dari 400 juta transaksi dalam setahun.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN