Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
President Director PT Bank KB Bukopin Tbk. Rivan A. Purwantono (kiri) berbincang dengan Chief Strategic Officer Ji Kyu Jang saat peluncuran logo dan nama baru Bank KB Bukopin di Jakarta, Rabu (10/3/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

President Director PT Bank KB Bukopin Tbk. Rivan A. Purwantono (kiri) berbincang dengan Chief Strategic Officer Ji Kyu Jang saat peluncuran logo dan nama baru Bank KB Bukopin di Jakarta, Rabu (10/3/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Menjelang RUPST KB Bukopin, KB Kookmin dan Bosowa Berdamai

Rabu, 2 Juni 2021 | 16:26 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank KB Bukopin Tbk akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Kamis (17/6/2021), sesuai dengan pemanggilan RUPST yang sudah dilakukan pada 25 Mei lalu. Dengan keluarnya putusan banding perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN), pemegang saham perseroan yakni KB Kookmin dan Bosowa disebut sudah menjalin komunikasi dan akan mencapai satu kesepakatan bersama.

Sesuai dengan putusan banding perkara di PTUN nomor 65/B/2021/PT.TUN.JKT tanggal 24 Mei 2021, yang diterima perseroan pada Selasa (1/6/2021), pada intinya adalah menolak penundaan pelaksanaan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor: 64/KDK.03/2020 tentang Hasil Penilaian Kembali PT Bosowa Corporindo Selaku Pemegang Saham Pengendali PT Bank Bukopin Tbk tanggal 24 Agustus 2020. Sehingga, berdasarkan putusan banding tersebut, KDK OJK tersebut tetap berlaku penuh dan dalam eksepsinya, OJK memiliki kompetensi absolut terhadap penilaian kemampuan dan kepatutan tersebut.

Advertisement

Merujuk pada tanggapan yang disampaikan OJK dan Bosowa pada Selasa (1/6/2021), KB Bukopin selaku perseroan yang menjalankan KDK OJK tersebut.

"Alhamdulillah, tercapai hasil terbaik dari beberapa kali pertemuan antara kedua pemegang saham terbesar, serta koordinasi intensif kami dengan OJK. Kami menghormati putusan PTTUN tersebut. Dalam hal pelaksanaan KDK OJK, kami sebagai bank yang diawasi OJK akan menjalankan keputusan tersebut secara penuh sesuai dengan porsi kami," terang Direktur Utama KB Bukopin Rivan Purwantono dalam keterbukaan informasi, Rabu (2/6/2021).

Saat ini, KB Bukopin memiliki sekitar 20,12% pemegang saham ritel. Selebihnya didominasi pemegang saham utama yaitu pemegang saham pengendali, dengan latar belakang industri keuangan dan pengalaman internasional. Kemudian, KB Kookmin Bank dengan kepemilikan 67%, pemegang saham konglomerasi domestik, Bosowa Corporindo dengan 9,7%, dan Pemerintah Republik Indonesia (dalam proses pengalihan kepemilikan kepada PT Perusahaan Pengelola Aset) dengan porsi 3,18%.

"Semangatnya adalah bersama-sama memajukan KB Bukopin, demi pemulihan yang lebih cepat sehingga ke depannya kami mampu berkontribusi lebih baik kepada seluruh pemegang saham," terang Rivan.

Rivan menambahkan, ketiga pemegang saham terbesar tersebut, berpotensi memperkuat sinergi ke depan demi kemajuan KB Bukopin.

"Maka pasca inkracht, dan akan dicapainya kesepakatan dalam waktu dekat ini, kolaborasi dan sinergi antara pemegang saham tentu akan semakin kuat. Tentu ini adalah bukti bahwa komunikasi yang baik dan semangat kebersamaan yang baik dimulai dari kami sebagai manajemen KB Bukopin bersama OJK sebagai otoritas, KB Kookmin Bank dan Bosowa Corporindo sebagai pemegang saham KB Bukopin, akan berdampak baik pada kepercayaan nasabah dan masyarakat bahwa KB Bukopin akan terus tumbuh menjadi bank global terbaik di Indonesia," jelas Rivan.

Agenda RUPST

Seperti diketahui, KB Bukopin akan melaksanakan RUPST dengan 7 agenda rapat, di antaranya penambahan modal melalui Penawaran Umum Terbatas dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), atau kerap disebut dengan rights issue.

"Penguatan modal ini menjadi komitmen bersama kami dan PSP, dan didukung OJK untuk dilaksanakan tahun ini, diharapkan pemegang saham lainnya juga dapat berpartisipasi memperkuat permodalan kami. Pasca-RUPST ini akan kami ajukan dulu ke OJK," ungkap dia.

Pihaknya mengapresiasi semua pihak yang mendukung KB Bukopin menuju kondisi yang lebih sehat. "Terima kasih kepada seluruh pihak terutama media yang senantiasa mendukung langkah langkah pemulihan KB Bukopin sejak awal kuartal pertama 2020 sampai hari ini," terang Rivan.

Sebelumnya, Bosowa menggugat OJK untuk membatalkan penilaian kembali OJK terhadap Bosowa sebagai pemegang saham pengendali Bukopin, dan dikabulkan oleh PTUN Jakarta. Salah satu keputusannya adalah OJK diminta menunda pelaksanaan Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK No.64/KDK.03/2020 tentang Hasil Penilaian Kembali Bosowa selaku Pemegang Saham Pengendali PT Bank Bukopin Tbk sampai ada Putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Kemudian, OJK melakukan banding atas putusan tersebut. Hasilnya, PTTUN memenangkan OJK yang menyatakan hasil fit and proper test OJK terhadap Bosowa adalah sah.

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN