Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Asuransi Dayin Mitra. Foto: asuransidayinmitra.com

Asuransi Dayin Mitra. Foto: asuransidayinmitra.com

Asuransi Dayin Mitra Bidik Laba Bersih Tumbuh 10%

Rabu, 16 Juni 2021 | 05:27 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Asuransi Dayin Mitra Tbk menargetkan pertumbuhan laba bersih tahun 2021 sebesar 10% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 29,8 miliar. Diantaranya perseroan masih akan fokus menggarap pasar eksisting dan tetap mempertahankan kualitas produk.

Presiden Direktur Asuransi Dayin Mitra Dewi Mandrawan menyampaikan, pandemi Covid-19 telah secara nyata mengganggu stabilitas perekonomian. Pihaknya meyakini masih ada peluang di tengah situasi yang berat itu karena kehadiran sumber daya yang kompeten. Pengembangan teknologi informasi yang telah dilakukan sangat membantu perusahaan dalam mempertahankan operasional bisnisnya. Namun demikian, situasi ketidakpastian bisnis masih tetap ada sehingga perseroan akan lebih berhati-hati mengamati kondisi pasar yang berubah.

"Pengelolaan arus kas yang ketat akan menjadi penopang kelangsungan perusahaan di tengah situasi yang sulit. Direksi juga akan terus berupaya agar dampak akibat perlambatan ekonomi global dan Indonesia masih berada dalam batas toleransi risiko yang dapat diterima oleh perusahaan," kata Dewi dikutip Investor Daily melalui Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2020 Asuransi Dayin Mitra, Selasa (15/6).

Sepanjang 2020, perseroan menerapkan strategi di bidang underwriting yaitu dengan menitikberatkan pada prudent underwriting namun tetap memperhatikan margin profit sesuai yang diharapkan. Pelaksanaan strategi tersebut dilakukan dengan penetapan tim akseptasi yang handal berdasarkan pemahaman bisnis masing-masing sektor.

Pada saat yang sama, premi bruto Asuransi Dayin Mitra mencapai Rp 988,16 miliar atau tumbuh tipis 0,57% (yoy). Kontribusi premi terbesar disumbangkan asuransi kecelakaan 45,1% dan asuransi kebakaran sebesar 43,1%. Sisanya adalah pada asuransi rangka kapal, asuransi kendaraan, asuransi pengangkutan, dan asuransi rekayasa (engineering).

Hasil underwriting bersih memang menurun 13,2% (yoy) menjadi Rp 127,6 miliar di 2020. Kontributornya berasal dari penurunan hasil underwriting di lini asuransi kebakaran sebesar Rp 30,7 miliar. Meski beban usaha berhasil ditekan, kinerja hasil underwriting tersebut pada akhirnya membuat laba bersih menurun sebesar 3,7% (yoy) menjadi Rp 26,8 miliar. Namun demikian, perseroan memproyeksi hasil yang lebih baik di 2021.

"Pada tahun 2021 Perusahaan memproyeksikan hasil underwriting bersih meningkat 10,0% (Rp 140,36 miliar) dibandingkan pada tahun 2020. Dengan peningkatan tersebut, Perusahaan optimis laba bersih dapat meningkat sekitar 10,0% (Rp 29,8 miliar)," tulis Dewi pada laporan tersebut.

Untuk aspek pemasaran dan produk, perseroan telah merumuskan berdasarkan aktivitas usaha para nasabah. Tanpa mengabaikan akurasi dan efisiensi dalam pembuatan dokumen polis dan proses klaim, Asuransi Dayin Mitra berusaha memberikan pelayanan yang memuaskan, memelihara hubungan yang baik dan berkelanjutan dengan para nasabah.

Guna mendukung maksud tersebut, perusahaan pun mengeluarkan investasi yang dianggap perlu untuk meningkatkan kompetensi para karyawan di semua lini, pelatihan baik internal maupun eksternal serta mengembangkan sistem informasi yang terintegrasi sehingga akan diperoleh informasi yang cepat dan tepat untuk pengambilan keputusan.

Langkah strategis lain dalam aspek pemasaran adalah mempertahankan segmen pasar yang sudah ada, senantiasa menjaga kualitas produk yang dipasarkan dan kepercayaan baik terhadap nasabah maupun calon nasabah, dan memperluas saluran distribusi.

Selain itu, meningkatkan kerja sama dengan pialang asuransi, perbankan dan agen, meningkatkan brand awareness, serta meningkatkan pelayanan kepada nasabah.

Dewi menambahkan, industri asuransi umum berpotensi mencatatkan kinerja positif pada 2021 setelah berhasil meminimalisir dampak pandemi Covid-19 sepanjang 2020 dan bangkitnya aktivitas perekonomian akan turut mempengaruhi kinerja industri asuransi umum.

Merujuk pada perkiraan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), kontributor premi di 2021 masih belum beranjak dari asuransi properti dan kendaraan bermotor.

"Asuransi properti dinilai akan tumbuh seiring dengan peningkatan kegiatan perekonomian kembali. Kebijakan pemerintah yang memberikan stimulus fiskal untuk pembelian kendaraan bermotor akan dapat meningkatkan premi asuransi kendaraan bermotor pada tahun 2021. Asuransi kesehatan tumbuh cukup signifikan pada 2020, pertumbuhan itu terjadi karena kebutuhan masyarakat atas proteksi di tengah kondisi pandemi Covid-19, sehingga masih berpotensi berlanjut pada tahun 2021," papar dia.

Di samping itu, perseroan juga berupaya tetap menjaga rasio kecukupan modal (risk based capital/RBC) di level baik, per Desember 2020 tercatat sebesar 378,7%. Posisi itu telah melebihi ketentuan minimum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120% bagi perusahaan asuransi dan reasuransi.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN