Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah melakukan transaksi menggunakan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Nasabah melakukan transaksi menggunakan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Tren Pertumbuhan KMK dan Kredit Konsumsi Diprediksi Meningkat

Senin, 28 Juni 2021 | 04:47 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Sejumlah bankir memproyeksikan pada semester pertama dan sampai akhir tahun ini penyaluran kredit konsumsi dan kredit modal kerja (KMK) masih akan tumbuh positif. Sejalan dengan berbagai stimulus yang diberikan pemerintah dan regulator di tengah pandemi Covid-19 serta program vaksinasi yang terus dikebut.

Berdasarkan hasil Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang dirilis Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit baru diperkirakan tumbuh positif pada periode kuartal II-2021. Tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 73,9%. Pertumbuhan secara kuartalan diperkirakan terjadi pada seluruh kategori bank, sedangkan dari jenis penggunaannya, pertumbuhan kredit juga terjadi pada seluruh jenis kredit.

Menanggapi survei tersebut, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso Liem mencatat, penyaluran KPR BCA hingga Mei 2021 menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2020. Menurut dia, pertumbuhan terjadi karena dukungan pemerintah dan juga regulator untuk mendorong permintaan.

 "Selain faktor kondisi bisnis yang sudah mulai bergerak kembali seiring dengan pelaksanaan vaksinasi, pemerintah juga banyak memberikan stimulus untuk menggerakkan kembali roda perekonomian melalui penyaluran kredit. Beberapa kebijakan pemerintah antara lain menjaga tingkat suku bunga acuan kredit yang rendah, relaksasi loan to value (LTV) dan termin pencairan developer, serta PPN yang ditanggung pemerintah," terang Santoso kepada Investor Daily, pekan lalu.

Dari survei BI, penyaluran kredit baru pada Mei positif dengan SBT 45,1%, lebih rendah dari bulan sebelumnya 48%. Peningkatan penyaluran kredit baru pada Mei 2021 diperkirakan terjadi pada jenis KMK, kredit pemilikan rumah (KPR), dan kredit konsumsi lainnya.

BI juga menyampaikan bahwa pertumbuhan KPR per Mei 2021 sebesar 6,61% (yoy). Tren positif ini sejalan dengan implementasi pelonggaran loan to value (LTV) yang diberikan BI dan juga insentif pajak oleh pemerintah.

Sama halnya dengan data BI, BCA juga mencatatkan pertumbuhan positif untuk penyaluran KPR. Pihaknya memproyeksikan di semester kedua nanti pertumbuhan KPR akan semakin tinggi.

"Sampai dengan bulan Mei lalu, kami telah menerima lebih dari 20.000 aplikasi KPR BCA. Kami berharap penyaluran KPR BCA tahun ini akan terus meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Santoso.

Untuk memaksimalkan penyaluran kredit tahun ini, KPR BCA juga bersinergi dengan channel-channel penjualan, seperti kantor cabang, pengembang dan broker untuk memberikan penawaran kepada nasabah melalui program OnlinEXPO, seperti yang telah berjalan di awal tahun 2021 ini, yaitu Expoversary Online dalam rangka HUT BCA ke-64 maupun program lainnya yang akan menarik minat masyarakat untuk mengajukan kredit properti.

"Selama satu bulan pelaksanaan Expoversary ini, hasilnya sangat menggembirakan, di mana mencatatkan 1,2 juta pengunjung serta pengajuan aplikasi KPR sebesar Rp 15 triliun," imbuh dia.

Terkait dengan kredit modal kerja, BCA mencatatkan kredit modal kerja BCA sebesar Rp 284 triliun per Maret 2021.

"Adapun sektor penyumbang kenaikan tertinggi adalah sektor Minyak Nabati/Hewani, Pembiayaan Konstruksi, Tekstil, dan Jasa Keuangan," tutur Santoso.

BCA senantiasa berkomitmen mendukung ekonomi nasional, salah satunya dengan menyalurkan kredit secara prudent dan tetap mengkaji peluang serta mempertimbangkan prinsip kehati-hatian.

"Kami juga terus berharap bahwa geliat perekonomian di Indonesia akan bangkit kembali seiring dengan pemulihan yang saat ini mulai berjalan disertai dengan penerapan protokol kesehatan dan berbagai kebijakan strategis dari regulator dan otoritas perbankan," ucap Santoso.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Haru Koesmahargyo mengaku pertumbuhan kredit dalam 5 bulan pertama di tahun ini masih menunjukkan hasil yang positif, khususnya KPR meski di tengah pandemi Covid-19.

"Sampai dengan Mei 2021, secara total kredit BTN tumbuh sekitar 4,7% (yoy) dengan KPR tumbuh sekitar 5,2% (yoy)," ujar Haru kepada Investor Daily.

Tak hanya KPR, Haru juga mencatat pertumbuhan kredit yang positif pada jenis kredit modal kerja dan konsumer sampai dengan posisi akhir Mei 2021.

"KMK tumbuh sekitar 2,5% (yoy), dan kredit konsumer lainnya juga tumbuh diatas 5%. Di akhir semester I ini kami yakin masih akan terus tumbuh," sambung dia.

Bank yang fokus menggarap segmen perumahan tersebut optimistis hingga akhir tahun ini, penyaluran kredit perseroan masih bisa tumbuh positif, baik untuk KMK maupun kredit konsumsi, terutama didukung oleh KPR sebagai core bisnis BTN.

"Sedangkan sampai dengan akhir tahun kami prediksi secara total kredit BTN akan tumbuh diatas 5% dengan strategi yang prudent  memperhatikan kondisi ekonomi yang masih terdampak pandemi," papar Haru.

BTN mengusulkan adanya tambahan kuota KPR subsidi sebesar 60-70 ribu unit pada semester II-2021. Perseroan mendapatkan kuota KPR subsidi yang terdiri dari SSB dan FLPP sebanyak 86 ribu pada 2021. Adapun hingga Mei 2021, kuota KPR subsidi telah terserap sebanyak 53 ribu unit atau 63%.

Sisanya yakni sebesar 33.000 diperkirakan akan terserap seluruhnya pada Juni ini. Oleh karena itu, BTN mengusulkan adanya penambahan kuota KPR subsidi.

Adapun, akumulasi penyaluran KPR BTN sebanyak 4,7 juta unit rumah di akhir 2020, di mana kapasitas BTN menyalurkan KPR sebanyak 200 ribu unit per tahun. Sepanjang tahun 2020 terdapat penurunan yang salah satunya disebabkan akibat pandemi.

"Kuota subsidi 86 ribu unit tahun 2021 kami proyeksikan di Juni ini seluruh kuota akan terserap. Oleh karena itu, kami mengusulkan apabila diperkenankan ada tambahan kuota di paruh kedua 2021 sebanyak 60-70 ribu unit," minta Haru.

Direktur Consumer Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mengaku, permintaan KPR menunjukkan peningkatan hingga Mei 2021. Hal ini juga membuat pertumbuhan KPR perseroan juga tumbuh positif meski belum tembus dua digit seperti sebelum pandemi Covid-19.

"Sampai dengan Mei, year on year KPR kami tumbuh positif 6%. Permintaan KPR masih bagus," papar Lani.

Lani juga mengaku, permintaan kredit perumahan saat ini sudah mulai meningkat, khususnya untuk rumah dengan ticket size di bawah Rp 1 miliar.

"Yang tumbuh sekarang sudah mulai lagi di bawah Rp 1 miliar, tapi memang average sekitar Rp 900 juta sampai Rp 1 miliar," tutup Lani.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN