Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Executive Officer LandX, Andika Sutoro Putra

Chief Executive Officer LandX, Andika Sutoro Putra

Semester I-2021

LandX Mendominasi 61% dari Total Dana Terkumpul dan Tersalurkan di Kategori Equity Crowd Funding

Selasa, 13 Juli 2021 | 15:10 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id PT Numex Teknologi Indonesia atau yang populer dengan nama LandX kembali memimpin dana terkumpul dan tersalurkan pada kategori Equity Crowdfunding (ECF) dengan nilai 55,4 miliar rupiah atau 61,9% dari total nilai dana terkumpul dan tersalurkan yang dibukukan oleh 5 perusahaan ECF sebesar 89,5 miliar rupiah.

Pencapaian ini menunjukkan konsistensi dan strategi bisnis LandX untuk menjadi yang terdepan dan nomor satu sebagai perusaahan Equity Crowdfunding di Indonesia. Chief Executive Officer LandX, Andika Sutoro Putra mengatakan, capaian LandX dengan menghadirkan perusahaan-perusahaan yang memiliki pendiri berpengalaman untuk para investor LandX adalah salah satu faktor perusahaan ini untuk menjadi ECF terdepan di Indonesia.

“Kami percaya bahwa selain keterampilan para founder ini, pemilihan sektor industri yang tepat juga vital demi kelangsungan usaha di masa sulit seperti sekarang. Ke depannya juga kami memiliki beberapa perencanaan strategis dalam mengembangkan iklim investasi di Indonesia jelang semester 2-2021," kata Andika dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (13/7).

Salah satu strategi yang diterapkan oleh LandX adalah fokus dalam membina investor yang terdaftar di LandX. Total pengguna aktif atau investor aktif LandX sebanyak 4.200 orang dari awal LandX berdiri hingga rilis ini disiarkan. Sejak Januari hingga Juni 2021, pengguna baru sebanyak 30.552 orang dan 42% investor aktif membeli kembali perusahaan-perusahaan yang di listing oleh LandX.

“Salah satu aktivitas rutin kami adalah memberikan edukasi dan update terkait proyek atau informasi seputar investasi. Kami selalu transparan kepada para investor di LandX dengan setiap program yang kami jalani dengan memanfaatkan ekosistem digital melalui site kami di landx.id, email, sosial media dan interaksi melalui live chat.” Ujar Romario Sumargo, Chief Marketing Officer LandX.

Mayoritas investor yang terdaftar di LandX memiliki rentang usia antara 20 hingga 35 tahun, sehingga pendekatan digital merupakan langkah efektif dalam penyebaran arus informasi.

Faktor utama lainnya adalah ketat dan disiplinnya tim LandX dalam melakukan proses seleksi, “Sebagai bagian dari menjaga kepercayaan investor di LandX, kami selalu berupaya untuk me-listing perusahaan yang aman bagi para investor. Setiap bulannya puluhan perusahaan sudah mengajukan proposal untuk di-listing di LandX, namun kami hanya memilih perusahaan yang memiliki kompetensi dan memiliki riwayat yang positif,” tambah Putra.

Sebanyak 14 perusahaan sudah melakukan listing di LandX, beberapa diantaranya terjual habis dalam kurun waktu kurang dari satu (1) hari. Semula yang proyeknya didominasi oleh bisnis properti, LandX juga membidik bidang UKM lain seperti F&B, agrikultur, kecantikan, dan jasa outsourcing.

Strategi Bisnis

Dalam upaya mempertahankan performa di semester berikutnya, motivasi LandX adalah menargetkan capaian Rp 180 miliar  dari dana yang disalurkan untuk target UKM sebanyak 30 hingga 50 perusahaan. Saat ini LandX juga sudah mengantri untuk naik tingkat menjadi Security Crowdfunding yang akan ditargetkan rilis di tahun 2022 mendatang. 

Selain itu ada beberapa langkah bisnis yang akan diambil antara lainnya adalah ekspansi wilayah dan literasi ECF kepada masyarakat.

“Pekerjaan rumah LandX masih cukup banyak, di antaranya adalah pengembangan ekspansi ke wilayah regional baik dari segi promosi dan eksistensi. Literasi dan inklusi mengenai investasi melalui Equity Crowd Funding juga rendah. Berdasarkan data yang kami dapatkan dari OJK 2019, literasi dan inklusi keuangan untuk pasar modal di Indonesia saja baru 4,9%, kemungkinan untuk ECF lebih kecil, sehingga kami memiliki kewajiban dalam mengedukasi masyarakat mengenai ECF.” tutup Putra.

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN