Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(kiri-kanan) Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Tatang Nurhidayat, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Hastanto Sri Margi Widodo, dan CEO BRI Insurance Fankar Umran pada acara Zooming with Primus bertajuk Asuransi Dorong Pemulihan Ekonomi yang disiarkan Beritasatu TV, Kamis (5/8). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

(kiri-kanan) Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Tatang Nurhidayat, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Hastanto Sri Margi Widodo, dan CEO BRI Insurance Fankar Umran pada acara Zooming with Primus bertajuk Asuransi Dorong Pemulihan Ekonomi yang disiarkan Beritasatu TV, Kamis (5/8). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Fundamental Kuat Picu Asuransi Tumbuh Lebih Baik

Kamis, 5 Agustus 2021 | 17:34 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Dewan Asuransi Indonesia (DAI) menyatakan fundamental perusahaan asuransi kini jauh lebih baik dibanding krisis-krisis sebelumnya. Berbekal hal tersebut, perusahaan asuransi meyakini bisa melewati masa sulit pandemi Covid-19 dan mencatatkan pertumbuhan positif di tahun 2021.

Ketua Umum DAI Tatang Nurhidayat menyampaikan, sejatinya industri perasuransian sudah sangat percaya diri untuk menyongsong pertumbuhan signifikan di tahun 2021. Namun demikian, adanya Covid-19 varian delta yang menyebabkan pembatasan aktivitas masyarakat membuat proyeksi pertumbuhan tidak secepat perkiraan awal.

Tatang Nurhidayat, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) dalam diskusi Zooming with Primus - Asuransi Dorong Pemulihan Ekonomi, live di BeritasatuTV, Kamis (5/8/2021). Sumber: BSTV
Tatang Nurhidayat, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) dalam diskusi Zooming with Primus - Asuransi Dorong Pemulihan Ekonomi, live di BeritasatuTV, Kamis (5/8/2021). Sumber: BSTV

"Tapi kita semua sepakat, baik itu asosiasi, perusahaan, regulator, pengamat, melihat bahwa fundamental perusahaan asuransi jauh lebih baik dibanding kondisi atau krisis yang pernah dialami sebelumnya. Hal itu tentu membawa optimisme bagi kami di industri perasuransian bahwa kondisi ini bisa dilewati. Artinya, kami optimis ini akan dilalui dengan baik dan akan ada pertumbuhan," kata dia pada acara Zooming with Primus bertajuk  Asuransi Dorong Pemulihan Ekonomi yang disiarkan BeritasatuTV, Kamis (5/8).

Tatang menyatakan, pandemi sendiri turut menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memproteksi diri melalui asuransi. Hal itu terbukti dari kinerja perusahaan asuransi jiwa dan asuransi umum di kuartal I-2021, masing-masing tumbuh 28,5% (yoy) dan 1,5% (yoy).

Hastanto Sri Margi Widodo, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dalam diskusi Zooming with Primus - Asuransi Dorong Pemulihan Ekonomi, live di BeritasatuTV, Kamis (5/8/2021). Sumber: BSTV
Hastanto Sri Margi Widodo, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dalam diskusi Zooming with Primus - Asuransi Dorong Pemulihan Ekonomi, live di BeritasatuTV, Kamis (5/8/2021). Sumber: BSTV

Pada kesempatan sama, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Hastanto Sri Margi Widodo menyatakan, fundamental perusahaan asuransi sudah teruji sejak krisis pada tahun 1998. Fundamental perusahaan asuransi tetap kuat terhadap krisis asalkan pencadangan selalu dilakukan dengan benar.

"Perusahaan asuransi secara alami memang mengukur risiko melalui pencadangan. Selama pencadangan benar, tidak peduli masalah yang ada maka dia akan survive. Karena sales itu akan memberikan cadangan pada tahun berikutnya. Mengacu pada hal tersebut, sebenarnya asuransi menjadi bintang di saat kegelapan," kata dia.

Widodo menilai, pertumbuhan perusahaan asuransi umum di akhir 2021 diproyeksi bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Secara industri, pertumbuhan tersebut bisa sejalan dengan purchasing manager index (PMI). Tapi per Juli, rasio PMI turun menjadi 40,1 menunjukkan kontraksi pada sektor manufaktur. Hal itu diperkirakan akan memberi dampak pada kinerja perusahaan asuransi umum.

Dia menambahkan, dengan melihat tren dan perubahan perilaku masyarakat, perusahaan asuransi umum sudah seharusnya menghasilkan produk yang inovatif. Berbagai produk tradisional yang sudah dijalankan selama puluhan tahun mesti diperbaharui, berikut dengan pendekatan yang berbeda.

Fankar Umran, CEO BRI Insurance dalam diskusi Zooming with Primus - Asuransi Dorong Pemulihan Ekonomi, live di BeritasatuTV, Kamis (5/8/2021). Sumber: BSTV
Fankar Umran, CEO BRI Insurance dalam diskusi Zooming with Primus - Asuransi Dorong Pemulihan Ekonomi, live di BeritasatuTV, Kamis (5/8/2021). Sumber: BSTV

Di sisi lain, CEO BRI Insurance Fankar Umran menyoroti inovasi produk asuransi terkait bencana alam. Menurut dia, belum banyak perusahaan asuransi yang menawarkan produk terkait proteksi atas bencana alam. Padahal BMKG sendiri mencatat setidaknya ada 1.110 bencana sejak Januari-April 2021.

Misalnya, sambung Fankar, Indonesia relatif tertinggal dibandingkan wilayah Afrika yang sudah memiliki asuransi terkait gagal panen akibat kekeringan. Kalau produk-produk semacam itu mulai dikembangkan, maka seharusnya dapat menjadi ceruk pertumbuhan baru bagi perusahaan asuransi.

"Jadi ada celah pertumbuhan baru dan harapannya besar. Kalau kita masuk pada celah itu maka kita ikut memperkuat tatanan ekonomi kita. Kita harus optimis bahwa harapan kita besar untuk Indonesia," tandas Fankar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN