Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kredit Pertanian BRI

Kredit Pertanian BRI

Market Share Kredit Pertanian Capai 28%

BRI Dorong Sektor Pertanian Terus Tumbuh di Masa Pandemi

Kamis, 26 Agustus 2021 | 19:45 WIB
Thomas E Harefa (thomas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sektor pertanian memegang peranan penting dalam kunci kebangkitan ekonomi nasional. Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia triwulan II-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 3,31% (quarter to quarter/qtq).

Dari sisi produksi, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,93%. Bercermin dari hal tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berkomitmen terus mendorong sektor pertanian untuk terus bertahan dan tumbuh di masa pandemi.

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto mengungkapkan, salah satu wujud komitmen BRI adalah dengan terus mendorong penyaluran kredit kepada sektor pertanian, yakni sebesar Rp 117,54 triliun hingga akhir kuartal II-2021. Angka ini tumbuh 12,8% secara year on year (yoy) apabila dibandingkan dengan pencapaian yang sama periode tahun sebelumnya.

Apabila dibandingkan dengan total penyaluran kredit kepada sektor pertanian secara nasional, BRI memiliki market share sebesar 28,03% (posisi Maret 2021) atas total kredit yang dikucurkan oleh perbankan nasional di sektor pertanian.

BRI optimistis masih mampu terus meningkatkan porsi pembiayaan kepada sektor pertanian, hal tersebut dikarenakan saat ini masih terdapat pelaku UMKM, diantaranya petani, yang kesulitan dalam mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan.

Berkaitan itu, Catur Budi Harto membagikan lima tips agar para petani tersebut mudah untuk mendapat akses pembiayaan. “Hal yang harus diperhatikan oleh petani yakni menjaga kelangsungan usaha, melengkapi legalitas, menerapkan manajemen tata kelola usaha yang baik, bertransaksi keuangan di bank serta bergabung dalam sebuah ekosistem usaha,” jelas dia dalam keterangan tertulis, Kamis (26/8/2021).

Salah satu kunci dalam mendorong kemajuan sektor pertanian yakni menciptakan ekosistem bagi sektor pertanian sehingga menjadi sebuah kesatuan yang terintegrasi. Oleh karena itu, BRI telah menyiapkan produk dan layanan end to end bagi sektor pertanian.

Dari sisi produk yang ditawarkan, BRI memiliki produk simpanan (Giro BRI, BritAma, Simpedes) dan produk pinjaman (KUR BRI dan Pinjaman Komersial). BRI juga memiliki pilihan fasilitas transaksi yang reliable dengan menggunakan channel BRI di antaranya BRImo, Agen BRILink, dan ATM BRI.

Pemberdayaan juga dilakukan oleh BRI melalui berbagai program untuk sektor pertanian, diantaranya Klasterku Hidupku, Rumah BUMN dan Link UMKM.

“BRI juga memberikan bantuan kemudahan akses pasar melalui program Pasar.id, BRILianpreneur, PADI UMKM. Dengan adanya kemudahan akses ini tentu akan meningkatkan efisiensi bagi sektor pertanian serta memberikan added value bagi para petani,” imbuh Catur.

Pembentukan ekosistem usaha yang kuat dan mapan dapat mendorong pengembangan komoditas pertanian yang memiliki nilai jual tinggi di pasar dunia. Dengan begitu, nantinya petani-petani Indonesia selain bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri juga mampu menembus pasar internasional.

“BRI akan terus berkomitmen untuk memberikan dukungan pembiayaan dan pemberdayaan kepada sektor-sektor yang mampu bertahahan di masa pandemi dan kemudian dapat melakukan ekspansi lebih besar,” pungkas Catur. 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN