Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
UOB Indonesia

UOB Indonesia

2022, UOB Prediksi Ekonomi Indonesia Minimal Tumbuh 5%

Rabu, 15 September 2021 | 12:40 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.idDeputy Chairman and Chief Executive Officer UOB Wee Ee Cheong menilai perekonomian Indonesia pada tahun depan mulai pulih ditandai dengan pertumbuhan minimal 5%.

Pihaknya mengungkapkan, gelombang pandemi masih terus berlangsung dan pemulihan terjadi tidak merata di banyak negara berdampak pada industri. Dia meyakini bahwa kunci pemulihan terletak pada percepatan vaksinasi serta kolaborasi erat antar negara di seluruh dunia.

Wee Ee Cheong mengapresiasi kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan tekadnya yang gigih dalam menahkodai Indonesia dalam menekan laju penyebaran pandemi. Tercermin dari adanya kemajuan yang baik bagi Indonesia menghadapi kasus pandemi.

"Terlepas dari kondisi yang menantang, kami meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat kembali pada proyeksi minimal 5% pada 2022," kata dia dalam UOB Economic Outlook 2022, Rabu (15/9).

Menurut dia, Covid-19 telah memperkuat dasar struktural dan megatren, pihaknya juga melihat peluang bertumbuh di area konektivitas, digitalisasi, dan keberlanjutan. "Terdapat peluang besar untuk Indonesia dalam memanfaatkan kesempatan ini. Negara ini memiliki banyak populasi generasi muda yang cakap digital dan berdaya beli kuat," sambung dia.

Adapun, Indonesia juga berperan sangat penting di kawasan ini mendominasi 60% dari populasi di Asean. Konektivitas adalah pemberdaya utama bagi pembangunan ekonomi di kawasan ini. "Untuk itu, kami percaya pentingnya kerja sama erat dengan Kementerian Investasi, asosiasi, rekan bisnis untuk mempromosikan masuknya pasar baru di seluruh kawasan," jelas dia.

Tim FDI didirikan pada 10 tahun lalu dan telah memfasilitasi lebih dari 3.500 perusahaan masuk di Asia. Di Indonesia, perusahaan ini menciptakan investasi sebesar US$ 8 miliar dan lebih dari 70 ribu lapangan kerja di Indonesia.

Pandemi juga telah mempercepat penerapan digitalisasi, mengubah model operasional dan industri dengan cepat. "Dalam bisnis, peluang muncul dalam meningkatkan produktivitas dan transformasi dalam pengalaman. Sebagai contoh, digital bank kami TMRW telah diluncurkan tahun lalu dan diterima baik oleh nasabah," tutur Wee Ee Cheong.

Pihaknya juga senang bisa mendukung agenda pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital dan meningkatkan inklusi keuangan. Saat ini, pertumbuhan berkelanjutan merupakan rencana strategis bagi pemerintah, organisasi, dan investor. Terdapat riset yang menyatakan, ada potensi sebesar US$ 1 triliun di Asia Tenggara, namun laju penerapan transisi menuju keberlanjutan sangat tergantung pada situasi di setiap negara.

Sebagai perusahaan di bidang perbankan, UOB memiliki tanggung jawab mendampingi nasabah dalam transisi menuju pertumbuhan berkelanjutan. "Berperan sebagai katalis dan pemberdaya yang bermitra dengan pengusaha lokal dan pemangku kepentingan menciptakan multiplier effect di seluruh negara dan kawasan. Sebagai contoh, program energi terbarukan kami, U-Solar yang tersedia di Indonesia dan berbagai pasar penting di Asean," urai dia.

Perjalanan yang akan dihadapi ke depannya, disebut sangat menantang namun juga menarik. Pandemi mengingatkan akan ketergantungan satu sama lain, kepercayaan yang tumbuh dari krisis memperkuat mitra dan kerja sama antarnegara.

"Mari kita lanjutkan untuk fokus pada kebaikan dan tantangan akan kita hadapi bersama, melalui upaya positif kita bisa dapat kembali tumbuh lebih kuat," pungkas dia.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank UOB Indonesia Hendra Gunawan menyampaikan, saat ini dunia masih dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19 yang menjadi tantangan bagi roda perekonomian global, termasuk Indonesia.

"Namun, UOB percaya bahwa Indonesia dapat pulih lebih cepat di tengah membaiknya permintaan domestik dan eksternal," ucap Hendra.

Perbaikan tersebut didukung oleh kebijakan fiskal dan juga kebijakan moneter yang akomodatif. Selain itu juga belanja infrastruktur yang berkelanjutan seiring dengan peningkatan vaksinasi yang semakin gencar di Tanah Air.

"Hal ini juga akan mendorong pelonggaran pembatasan sosial dan ekonomi domestik, sehingga memberikan optimisme untuk percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi," jelas Hendra.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN