Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank BTN. Foto: Investor Daily/EMRAL

Bank BTN. Foto: Investor Daily/EMRAL

BTN Kembangkan Platform Digital Perumahan,  Akses KPR bakal Lebih Mudah dan Cepat  

Kamis, 16 September 2021 | 07:15 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah mengembangkan platform digital perumahan sebagai salah satu strategi untuk menjadi one stop financial inclusion (inklusi keuangan satu atap). Lewat platform digital tersebut, masyarakat bisa mengakses kredit pemilikan rumah (KPR) secara  lebih mudah dan cepat.

Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo menegaskan, digitalisasi bukan pilihan, melainkan keharusan. “Itu sebabnya, transformasi digital marak terjadi di industri perbankan, tak terkecuali BTN,” kata Haru saat berkunjung secara virtual ke redaksi Berita Satu Media Holdings (BSMH) di Jakarta, Rabu (15/9).

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Haru Koesmahargyo, didampingi Direktur Operation, IT, and Digital Banking Andi Nirwoto, Direktur Enterprise Risks Management and Big Data Analytics Setiyo Wibowo, Direktur Keuangan, Perencanaan dan Treasury Nofry Rony Poetra, Corsec Ari Kurniaman, dan Head of PR BTN Dody Agoeng saat menyampaikan penjelasan di selamedia visit virtual ke BeritaSatu bersama Deputi CEO BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Anthony Wonsono, Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu, Pemred Beritasatu.com Aditya Laksmana Yudha, Wapemred Investor Daily Hari Gunarto, Wakil Pemimpin Redaksi Berita Satu TV Hamdani dan Pemred Majalah Investor Komang Darmawan via zoom, Rabu (15/9/2021). Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Haru Koesmahargyo, didampingi Direktur Operation, IT, and Digital Banking Andi Nirwoto, Direktur Enterprise Risks Management and Big Data Analytics Setiyo Wibowo, Direktur Keuangan, Perencanaan dan Treasury Nofry Rony Poetra, Corsec Ari Kurniaman, dan Head of PR BTN Dody Agoeng saat menyampaikan penjelasan di selamedia visit virtual ke BeritaSatu bersama Deputi CEO BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Anthony Wonsono, Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu, Pemred Beritasatu.com Aditya Laksmana Yudha, Wapemred Investor Daily Hari Gunarto, Wakil Pemimpin Redaksi Berita Satu TV Hamdani dan Pemred Majalah Investor Komang Darmawan via zoom, Rabu (15/9/2021). Beritasatu Photo/Uthan AR

Menurut Haru Koesmahargyo, guna mendukung transformasi tersebut, BTN juga tengah melakukan akuisisi modal ventura untuk mengembangkan platform digital perumahan.

Haru menjelaskan, BTN ingin menjadi bank yang menjalankan inklusi keuangan satu atap (one stop financial inclusion), sehingga perlu mengikuti dan bisa memenuhi kebutuhan nasabah dengan mencermati  proposisi nilai pelanggan (customer value proposition).

"Karena itu, kami perlu kembangkan beberapa hal, misalnya memberikan dukungan di venture capital. BTN ini kan memiliki fitur lebih luas, itu bisa dipenuhi kalau kami bekerja sama dengan perusahaan penyedia jasa layanan yang mendukung seperti venture capital. Jadi, kami kembangkan ke sana," papar dia.

Saat ini, kata Haru, rencana akuisisi perusahaan modal ventura masih berjalan. Perusahaan hasil akuisisi itu diharapkan beroperasi mulai awal tahun depan.

"BTN belum punya perusahaan anak. Tentu harus selektif dan kontributif, jangan menjadi beban. Tujuannya benar-benar mendukung kualitas layanan kepada nasabah. Prosesnya masih panjang, termasuk perizinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," tutur Haru.

Ekosistem Perumahan

KPR BTN. Foto: UTHAN A RACHIM
KPR BTN. Foto: UTHAN A RACHIM

Direktur Operasi, Teknologi Informasi, dan Digital Banking BTN, Andi Nirwoto menambahkan, perseroan akan fokus mengembangkan platform ekosistem perumahan dan turunannya secara digital.

Saat ini, menurut Andi, terdapat platform BTN Properti yang bisa diakses masyarakat untuk pembelian rumah. Ke depan, platform tersebut akan dikembangkan lagi dengan beragam fitur pelengkap.

Dia mengungkapkan, agar platform tersebut lebih berkembang, BTN sedang berproses mengakuisisi perusahaan modal ventura yang akan memperkuat platform ekosistem perumahan.

"Kami akan fokus pada ekosistem mortgage, turunannya juga kami support, digital channel akan kami kembangkan. Pada akhir tahun nanti banyak yang akan diluncurkan, tahun depan lebih berbeda lago, lebih advance, banyak fitur yang kami provide, kami kembangkan," ujar dia.

Direktur Enterprise Risks Management and Big Data Analytics Setiyo Wibowo saat media visit virtual ke BeritaSatu via zoom, Rabu (15/9/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Enterprise Risks Management and Big Data Analytics Setiyo Wibowo saat media visit virtual ke BeritaSatu via zoom, Rabu (15/9/2021). Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Pada kesempatan yang sama, Direktur Risk Management and Transformation BTN, Setiyo Wibowo mengemukakan, perseroan membentuk platform digital perumahan untuk mempermudah masyarakat mengakses KPR.

"Digital platform mortgage di Indonesia jarang sekali. Hanya BTN yang punya BTN properti, yang lain itu search engine. Kami akan bentuk platform holistik yang menghubungkan supply dan demand," ucap Bowo, sapaan akrab Setiyo Wibowo.

Menurut Bowo, dalam platform BTN properti, masyarakat bisa mengetahui volatilitas harga, lokasi properti, dan mengajukan pembelian melalui KPR. Sedangkan platform digital lain hanya sebagai mesin pencari properti. "Indonesia belum ada, BTN bisa jadi satu-satunya bank yang mengakomodasi hal itu," kata dia.

Dia menjelaskan, sebagai institusi bank yang memiliki regulasi ketat dan kapabilitas terbatas, langkah BTN mengakuisisi modal ventura untuk mengembangkan platform digital mortgage adalah keputusa yang tepat.

"Ada lagi caranya, kami bikin melalui modal ventura, kami investasi dengan digital mortgage untuk menyediakan platform yang menyatukan supply dan demand. BTN sebagai perantaranya, atau sebagai enabler," papar dia.

Bowo mengatakan, platform yang dikembangkan BTN mirip Zillow di Amerika Serikat (AS). "Untuk sampai ke sana, tantangannya adalah data. Zillow itu bisa tahu rumah di jalan ini dengan harga sekian pada tahun sekian, sangat transparan. Kami sedang membuat database perumahan, kami mulai dari sekarang," tutur dia.

Transformasi Digital

Untuk HUT ke 71 tahun ini BTN menawarkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Berjenjang mulai dari 4,71%.
Bank BTN. Foto: IST.

Setiyo Wibowo mengungkapkan, BTN telah menyusun peta jalan transformasi digital 2021-2025. Pada 2020, tema yang diambil perseroan adalah membangun fondasi seperti tata kelola, budaya, termasuk memperbaiki struktur pendanaan.

Kemudian tema 2021 adalah membangun platform pertumbuhan agar bisa tumbuh berkelanjutan. Perseroan mempercepat proses bisnis dengan berbasis teknologi, mempersingkat persetujuan kredit dari sebelumnya 10 hari menjadi 3-5 hari.

"Tahun ini kami luncurkan online on boarding. Nasaba bisa buka account secara online, sehingga di kantor cabang tidak banyak orang agar lebih efisien," ucap Bowo.

Pada 2022, menurut dia, BTN akan ekspansi bisnis baru untuk KPR. Sebelumnya BTN dominan bermain di KPR subsidi, tetapi tahun depan ingin memperkuat di KPR nonsubsidi. "Kita siapkan dari sekarang platformnya agar ke depan lebih sustain," tegas dia.

Haru Koesmahargyo menjelaskan, secara total kantor cabang BTN hanya 78 cabang. Jika dijumlahkan dengan kantor kas dan outlet mencapai 714 di seluruh Indonesia. Perseroan akan mendorong kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan PT Pos Indonesia (Persero), di mana masyarakat bisa membuka rekening BTN di Kantor Pos.

"PT Pos punya cabang lebih banyak dari BTN dan buka Sabtu-Minggu juga. Ini bisa membantu kami. Kami juga berkolaborasi dengan agen laku pandai," ujar dia.

Ke depan, BTN tidak ekspansi pada kantor fisik, namun lebih pada kerja sama dengan pihak lain. “Untuk kantor fisik, BTN melakukan relokasi, upgrade, dan menutup kantor yang tidak strategis tanpa mengurangi kualitas layanan,” ucap Haru.

5 Target Utama

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Haru Koesmahargyo saat menyampaikan penjelasan di selamedia visit virtual ke BeritaSatu  via zoom, Rabu (15/9/2021). Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Haru Koesmahargyo saat menyampaikan penjelasan di selamedia visit virtual ke BeritaSatu via zoom, Rabu (15/9/2021). Beritasatu Photo/Uthan AR

Menurut Haru Koesmahargyo, untuk menghadapi tantangan dan implementasi rencana bisnis ke depan, BTN memiliki visi menjadi Best Mortgage Bank in Southeast Asia pada 2025. Untuk mencapai visi tersebut, perseroan telah menetapkan rencana korporasi yang berfokus pada lima target utama.

Pertama, kata Haru, BTN menggandakan dana murah melalui transformasi kapabilitas channel, sehingga biaya dana (cost of fund) bisa ditekan lebih rendah. Kedua, mendorong keterjangkauan akses perumahan bagi masyarakat Indonesia.

"Inklusi keuangan belum 100% tercapai, kami terus mendorong penyediaan rumah karena ada 11 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah. Kami berkejaran dengan target," tandas dia.

Ketiga, BTN membangun one stop shop financial solution untuk 3 juta konsumen dan bisnis terkait perumahan. "Kami ingin nasabah tidak hanya ambil KPR di BTN, tapi juga menggunakan jasa perbankan lainnya. Kami pun ingin BTN tidak hanya melayani KPR subsidi, tapi juga komersial," tutur dia.

Target keempat BTN adalah menjadi inovator digital dan home of Indonesia's best talent. Kelima, membangun portofolio berkualitas tinggi dan mempertahankan tingkat kredit bermasalah (non-performing loans/NPL) yang rendah.

Realisasi BTN

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Haru Koesmahargyo, didampingi Direktur Operation, IT, and Digital Banking Andi Nirwoto, Direktur Enterprise Risks Management and Big Data Analytics Setiyo Wibowo, Direktur Keuangan, Perencanaan dan Treasury Nofry Rony Poetra, Corsec Ari Kurniaman, dan Head of PR BTN Dody Agoeng saat menyampaikan penjelasan di selamedia visit virtual ke BeritaSatu bersama Deputi CEO BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Anthony Wonsono, Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu, Pemred Beritasatu.com Aditya Laksmana Yudha, Wapemred Investor Daily Hari Gunarto, Wakil Pemimpin Redaksi Berita Satu TV Hamdani dan Pemred Majalah Investor Komang Darmawan via zoom, Rabu (15/9/2021). Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Haru Koesmahargyo, didampingi Direktur Operation, IT, and Digital Banking Andi Nirwoto, Direktur Enterprise Risks Management and Big Data Analytics Setiyo Wibowo, Direktur Keuangan, Perencanaan dan Treasury Nofry Rony Poetra, Corsec Ari Kurniaman, dan Head of PR BTN Dody Agoeng saat menyampaikan penjelasan di selamedia visit virtual ke BeritaSatu bersama Deputi CEO BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Anthony Wonsono, Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu, Pemred Beritasatu.com Aditya Laksmana Yudha, Wapemred Investor Daily Hari Gunarto, Wakil Pemimpin Redaksi Berita Satu TV Hamdani dan Pemred Majalah Investor Komang Darmawan via zoom, Rabu (15/9/2021). Beritasatu Photo/Uthan AR

Haru Koesmahargyo mengemukakan, BTN merupakan bank yang fokus pada perumahan dengan pangsa pasar KPR terbesar di Indonesia. Selan itu, BTN adalah kontributor utama Program Sejuta Rumah yang mencapai lebih dari 60% setiap tahunnya. Perseroan juga menjadi pelopor pembiayaan KPR sejak 1976 dengan pembiayaan lebih dari 4,7 juta unit rumah hingga kini.

Rata-rata penyaluran KPR mencapai 200 ribu unit per tahun, namun pada 2020 mengalami penurunan sebagai dampak pandemi Covid-19. "Market share KPR BTN pada 2020 adalah 41%, di mana BTN sebagai dominant player pada KPR subsidi. Dari 100% kredit, 90% perumahan. Dari 90% itu, 70%-nya adalah KPR," kata dia.

Pada KPR bersubsidi, menurut Haru, pangsa pasar BTN mencapai 87%. Angka tersebut menegaskan bahwa BTN adalah bank yang fokus pada sektor perumahan.

BTN juga mengembangkan ekosistem perumahan nasional. Dalam konteks ini, BTN memiliki peran sebagai enabler yang memberikan pembiayaan sisi supply melalui kredit konstruksi kepada developer maupun sisi demand dengan memberikan KPR kepada masyarakat.

"Proses penyaluran ini menggunakan dana sendiri dan menggunakan dana dari stakeholder, seperti Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera), Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Tabungan Wajib Perumahan (TWP) Angkatan Darat (AD), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)/SMF, serta BPJS Ketenagakerjaan," papar dia.

Emiten bersandi saham BBTN ini juga akan memperluas penyaluran KPR bukan hanya kepada nasabah berpenghasilan tetap, tapi juga kepada sektor informal.

"Misalnya BPJS Ketenagakerjaan. Aturannya akan dikeluarkan, yang jadi anggota akan mendapatkan manfaat rumah. Tapera juga begitu, kami mulai luncurkan pada pertengahan tahun ini, ada 11 ribu unit pada 2021 untuk KPR Tapera," ujar Haru.

Dengan dukungan regulasi pemerintah, kata Haru Koesmahargyo, ke depan diharapkan semakin banyak penyaluran KPR untuk sektor informal. Pasalnya, seluruh masyarakat akan diwajibkan menjadi anggota Tapera, seperti halnya menjadi peserta BPJS Kesehatan.

"Di masa mendatang, kami akan dorong bagaimana semua pihak bisa menyediakan rumah untuk masyarakat yang belum punya rumah," ucap dia.

Bowo menambahkan, selain menggarap KPR subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), BTN memperluas jangkauan dengan meningkatkan penyaluran KPR segmen nonsubsidi.

"Targetnya ke menengah, fokusnya di rumah-rumah range harga Rp 300-500 juta. Saya rasa strategi ini tidak menghilangkan konsentrasi kami di KPR subsidi, tapi diversifikasi portofolio, memperluas pangsa pasar," tegas dia.

Menurut Bowo, generasi milenial perlu didukung, terlebih milenial yang merupakan segmen menengah. Apalagi industri properti masih cukup tahan banting (resilient). Meskipun dilanda pandemi Covid-19, permintaannya masih ada. "Permintaan didorong perumahan tipe 36-70 dari first home buyer. Karena sekarang waktunya beli rumah, pertumbuhan sektor properti didorong oleh first home buyer," ucap Bowo.

Tambah Modal

Haru Koesmahargyo mengakui, permodalan BTN terbilang paling rendah dibandingkan peers. Itu sebabnya, BTN akan menerbitkan saham baru untuk menambah modal (rights issue) guna memperkuat permodalan, khususnya modal inti (tier 1).

Modal inti BTN berada di posisi 12,99%. Padahal berdasarkan aturan OJK, dalam kondisi normal, capital adequacy ratio (CAR) perbankan minimal harus berada di level 15,25%.

Haru mengatakan, rencana tersebut masih dalam proses dan menunggu keputusan Menteri Keuangan terkait besaran Penyertaan Modal Negara (PMN) yang akan disuntikkan ke BTN tahun depan.

Dana segar tersebut, menurut dia, akan digunakan untuk mendukung layanan kepada nasabah dan menopang pertumbuhan bisnis ke depan.

Haru menegaskan, ke depan perseroan juga akan mengurangi persentase porsi tier 2 dan akan meningkatkan persentase tier 1. "Kami ingin kurangi porsi tier 2, bukan nominalnya tapi persentasenya. BTN akan tumbuh terus, sehingga butuh modal lebih besar. Jadi, bukan nominalnya yang dikurangi, tapi persentasenya," papar dia.

Tekan Biaya Dana

Direktur Keuangan, Perencanaan dan Treasury Nofry Rony Poetra saat  media visit virtual ke BeritaSatu  via zoom, Rabu (15/9/2021). Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Keuangan, Perencanaan dan Treasury Nofry Rony Poetra saat media visit virtual ke BeritaSatu via zoom, Rabu (15/9/2021). Beritasatu Photo/Uthan AR

Direktur Finance, Planning, and Treasury BTN, Nofry Rony Poetra mengatakan, dari sisi biaya dana, BTN saat ini sudah jauh membaik dibandingkan tahun lalu, yakni di kisaran 3,5%, turun dari 5% pada 2020.

Dia menjelaskan, untuk menurunkan biaya dana, BTN menyiapkan strategi menjaga dana murah tetap tumbuh berkelanjutan. Kuncinya bukan hanya pada nasabah institusi atau lembaga, namun juga nasabah ritel.

"Strategi 2021 dan ke depan yaitu kai transformasi kantor cabang, diarahkan ke sales dan service untuk generate cost funding," kata dia.

Nofry menambahkan, BTN berbeda dengan bank lain. Kecuali memiliki dana pihak ketiga (DPK), BTN juga punya wholesale funding. Setiap tahunnya perseroan menerbitkan obligasi, memiliki pinjaman bilateral loan, serta sekuritisasi. Dana tersebut terbilang mahal karena jangka panjang, sehingga akan dikurangi dan meningkatkan porsi DPK. Intinya, BTN akan terus meningkatkan sumber dana murah (current account saving account/CASA).

"Untuk giro, kami kerja sama dengan institusi, universitas, lembaga pemerintah. Untuk tabungan, kami ubah produk tabungan Batara Prima menjadi BTN Investa. Batara Prima itu kan investasi dan tabungan, sehingga bunganya lebih tinggi dari Investa," tutur dia.

Nofry mengungkapkan, kerja sama dengan PT Pos juga merupakan strategi BTN menghimpun dana murah karena masyarakat bisa membuka tabungan di kantor Pos. Selain mengejar dana murah, perseroan mencari dana dari segmen ritel kelas atas.

"Semua segmen kami kejar, dari nasabah ritel sampai nasabah affluent. Kami harapkan CASA menjadi lebih sustain," tutur Nofry.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN