Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Heru Kristiyana, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan/Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: BSTV

Heru Kristiyana, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan/Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: BSTV

OJK Segera Keluarkan Panduan

Eiiittt...!  Bank Tidak Bisa Sembarangan Mengklaim sebagai Bank Digital

Jumat, 17 September 2021 | 14:58 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera mengeluarkan panduan bagi bank digital. Jika tak ada aral melintang, panduan itu bakal diterbitkan pada Oktober mendatang. Dalam panduan tersebut, bank tidak bisa sembarangan atau mengaku atau mengklaim sebagai bank digital.

"Kami akan keluarkan panduan yang bisa dipegang perbankan terkait data proteksi, cyber security, dan tata kelola. Tentu tidak mudah bankir menyebut banknya sudah jadi bank digital," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana saat mendampingi Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam diskusi dengan para pemimpin redaksi di Jakarta, Kamis (16/9) malam.

Acara itu juga dihadiri para petinggi OJK lainnya secara virtual, di antaranya Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK Riswinandi, serta anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara.

Heru Kristiyana menegaskan, panduan bagi bank digital merupakan salah satu bentuk perlindungan yang diberikan OJK kepada masyarakat. “Memang perlu proteksi agar nasabah tidak dirugikan,” tegas dia.

Menurut Heru, OJK terus mendorong perbankan mengakselerasi digitalisasi. Untuk itu, OJK telah menerbitkan dua payung hukum, yaitu POJK 12 tentang Bank Umum dan POJK 13 perihal Penyelenggaraan Produk Bank Umum. Dengan adanya beleid tersebut, industri perbankan diharapkan semakin inovatif agar bisa bersaing.

"Lewat POJK 12, kami sudah beri pagar ketentuan yang masih perlu diikuti kalau bank ingin mengatakan dirinya sebagai bank digital. Bank harus punya model bisnis teknologi yang kuat, harus memiliki pengelolaan model bisnis digital berkesinambungan, dan memiliki manajemen risiko, itu syarat yang harus dipenuhi," papar dia.

Di samping itu, kata Heru, bank harus memenuhi syarat keamanan data nasabah dan harus memberikan kontribusi terhadap perekonomian. “Untuk menjaga nasabah tetap terproteksi, OJK akan mengeluarkan digital maturity model pada Oktober mendatang,” tutur dia.

 

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN