Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin. (Foto: Dok. Bank Banten)

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin. (Foto: Dok. Bank Banten)

Bank Banten Resmi Gunakan Teknologi Amazon

Senin, 20 September 2021 | 08:00 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Menyongsong POJK 12 tahun 2021 tentang Bank Umum, PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) all out memaksimalkan layanan perbankan digital dengan basis teknologi mumpuni. Salah satu strateginya adalah menggandeng PT Fortress Data Services (FDS) untuk menggunakan teknologi Amazon Web Services (AWS).

Dengan kerja sama yang telah ditandatangani Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin, Direktur Utama FDS Sutjahyo Budiman, dan Country Manager AWS Indonesia Gunawan Susanto, Jumat (17/9/2021) tersebut, Bank Banten akan mewujudkan ekosistem layanan digital banking yang bisa diandalkan.

Tidak bisa dihindari berdasarkan data kementerian keuangan, megatren ekonomi digital akan terus berkembang sebagai new economy setidaknya hingga 2030. Hal ini terlihat pada outlook ekonomi global, perkembangan pasar modal, serta kenaikan industri ekonomi digital dan e-commerce. Prospek ekonomi digital yang menjanjikan sedang dilirik oleh banyak pihak.

Agus Syabarrudin menyambut baik POJK 12 tahun 2021, yang prinsipnya sebagai payung pengaturan bagi bank dalam melakukan transformasi dan akselerasi layanan perbankan digital. Bank digital diatur POJK itu dalam bab IV. Pasal 23 menyatakan, Pasal 23 bank Berbadan Hukum Indonesia (BHI) dapat beroperasi sebagai bank digital dan wajib memiliki satu kantor fisik sebagai kantor pusat. Hal ini sekaligus menunjukan akomodatifnya OJK dalam menyikapi perubahan konsumsi atau kebutuhan masyarakat yang semakin digital termasuk dalam industri jasa keuangan.

Bank Banten, kata Agus, mempersiapkan fondasi transformasi dengan menggandeng FDS melalui penggunaan teknologi AWS. Transformasi ini dilakukan agar nasabah hingga operasional perbankan untuk di masa yang akan datang semakin mudah dan efisien.

“Bank Banten memiliki misi menjadi salah satu bank pembangunan daerah yang memberikan layanan yang mumpuni dan memudahkan nasabah dalam bertransaksi serta mengakses produk keuangan, sehingga peluang untuk pengembangan bisnis semakin besar,” kata dia dalam keterangan resmi, Minggu (19/9/2021).

Nantinya, dia menuturkan, perseroan mengembangkan ekosistem layanan digital, sehingga tidak hanya mengandalkan dari pendapatan bunga, tetapi juga fee based income. Sebab, fee based income punya potensi cukup besar dengan tingkat risiko yang bisa dikendalikan.

Dia menuturkan, dengan mempersiapkan fondasi dalam pelaksanaan transformasi serta implementasi solusi layanan keuangan yang fleksibel dan scalable berbasis teknologi, dia menuturkan, perseroan berniat memastikan inklusi keuangan yang lebih besar di daerah Banten dan menjadikan Bank Banten lebih berdaya saing tinggi.

HIngga saat ini pendapatan utama Bank Banten masih ditopang paling besar oleh pendapatan bunga sebesar Rp 180 miliar per Agustus 2021, meningkat 168% dari posisi Maret 2021. Adapun fee based income masih terbilang kecil, Rp 19,6 miliar, naik 299% dari posisi Maret 2021. "Kami akan terus bersama partner dengan aplikasi layanan digital akan mengupayakan peningkatan fee based income. Harapan kami, komposisinya bisa double digit, berkisar 10-15%," ujar Agus.

Agus menuturkan, Bank Banten memiliki captive market dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan juga sejumlah indurtri strategis di Banten. “Provinsi Banten juga dikelilingi sejumlah industri strategis, seperti industri baja, industri petrokimia hingga pemain properti besar, ditambah fasilitas pendukung lainnya seperti bandara internasional dan pelabuhan. Sementara itu, dari seluruh kabupaten/kota dan Provinsi Banten bisa mendatangkan dana Rp 50 triliun,” kata dia.

Sutjahyo Budiman, direktur utama FDS mengungkapkan, transformasi yang disiapkan berupa digitalisasi proses. Namun, ke depan, peluang untuk membuat superapp tetap ada, sambil melihat perencanaan dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.

“Kami sudah menganalisis, melihat nature Bank Banten. Sampai saat ini, belum ada rencana untuk melakukan superapp. Kita baru lakukan digitalisasi proses dengan partnership ini,” kata dia.

Gunawan Susanto, country manager AWS Indonesia mengatakan, AWS menyediakan layanan kepada institusi keuangan, perbankan, pembayaran, pasar modal dan asuransi, dengan infrastruktur dan layanan yang aman dan tangguh yang dibutuhkan oleh industri ini. “Kami bangga dapat bekerja sama dengan FDS serta membantu Bank Banten dalam menjalankan proses untuk memodernisasi infrastruktur,” kata dia.

 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN