Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kristianto Andi Handoko, Deputi Direktur Pengawasan Auransi II OJK dalam diskusi Webinar Financial Innovation bertema Transformasi Industri Asuransi Era Digital, live di BeritasatuTV, Selasa (21/9/2021). Sumber: BSTV

Kristianto Andi Handoko, Deputi Direktur Pengawasan Auransi II OJK dalam diskusi Webinar Financial Innovation bertema Transformasi Industri Asuransi Era Digital, live di BeritasatuTV, Selasa (21/9/2021). Sumber: BSTV

Digitalisasi Asuransi, OJK Siap Perkuat Aturan Perlindungan Konsumen 

Selasa, 21 September 2021 | 14:13 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk mendukung perkembangan industri asuransi melalui layanan digital. Terkait komitmen ini OJK menyatakan siap menyesuaikan regulasi dan pengawasan menghadapi asuransi digital tanpa melalaikan perhatian pada aspek perlindungan konsumen.

Deputi Direktur Pengawasan Asuransi 2 Otoritas Jasa Keuangan, Kristianto Andi Handoko menyebutkan, dukungan OJK diantaranya untuk penjualan unit link yang dipasarkan oleh asuransi jiwa.

“Awalnya regulasi penjulan unit link mewajibkan adanya tatap muka agen perusahaan asuransi dan calon pemegang polis yang bertujuan untuk perlindungan konsumen. Sebab sebagai produk sophisticated penawaran unit link membutuhkan penjelasan yang detail, tak hanya proteksi tapi ada unsur investasi yang ditawarkan pada calon pemegang polis,” urai Kristianto dalam Webinar Financial Innovation: Transformasi Industri Asuransi Era Digital yang digelar oleh Berita Satu Media Holding sebagai rangkaian acara Insurance Award, Selasa (21/9/2021).

Dikatakan, kondisi berbeda saat dunia menghadapi pandemi, OJK mengaku telah menyesuaikan, mengijinkan penjualan unit link melalui virtual face to face. Namun menurutnya ketentuan tidak berlaku untuk semua perusahaan asuransi, penjualan virtual face to face hanya diberikan  pada perusahaan yang mengajukan permohonan melakukan penjualan secara virtual face to face.

“OJK perlu memastikan apakah perusahaan asuransi tersebut sudah siap TI untuk database dan siap recording dalam step penjualan, tukasnya.

Selain itu OJK rutin melakukan pertemuan eksekutif untuk mengkomunikasikan perkembangan produk sesuai track. “OJK tetap strict agar pemegang polis tetap terinformasi baik dengan fitur produk. Sangat sedikit perusahaan asuransi yang diberikan ijin,” imbuhnya.

Selanjutnya, ke depan OJK akan merevisi ketentuan terkait unit link dalam rangka perlindungan konsumen, pengaduan pemegang polis yang jadi dasar. Pengaturan dari pengelolaan investasi, kewajiban yang harus dipenuhi, spesifikasi produk, pertanggungan polis dimana ada proteksi minimum amount yang diterima pemegang polis sesuai haknya.

Kuncinya regulasi-regulasi tersebut mendorong perusahaan asuransi kembali ke-khittahnya. “Digital bicara asuransi lebih efisien, diharapkah perusahaan asuransi melindungi, memitigasi risiko. Ke depan perusahaan asuransi juga harus menyediakan data factual informasi fact fund sheet sebagai dasar penawaran kepada calon pemegang polis. Jangan bombastis, mengiming-iming hasil investasi tapi lebih kepada proteksi yang diberikan,” pungkasnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN