Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
OJK menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Tindak Pidana Korupsi pada Sektor Jasa Keuangan di Bali, Kamis 23 September 2021. (Foto: Dok. OJK)

OJK menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Tindak Pidana Korupsi pada Sektor Jasa Keuangan di Bali, Kamis 23 September 2021. (Foto: Dok. OJK)

OJK, Polri Perkuat Pencegahan Korupsi Sektor Jasa Keuangan

Kamis, 23 September 2021 | 16:09 WIB

BALI, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sepakat untuk saling memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi di industri jasa keuangan.

Menurut Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen. Pol. Syahardiantono, pihaknya akan terus meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi termasuk di sektor jasa keuangan, serta terus bekerjasama dengan OJK sebagai otoritas pengawas.

“Polri dan OJK sudah melaksanakan MoU dan perjanjian kerjasamanya, mulai dari tukar menukar informasi sampai pemberian kesaksian ahli, asistensi dan sebagainya. Hal itulah yang perlu dieratkan dan dikembangkan sehingga jalinan kerja sama ini dapat mendukung suatu pemberantasan korupsi yang lebih baik.” kata Syahardiantono, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya, Rabu (23/9).  

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, OJK terus memperkuat komitmennya untuk mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi di internal OJK serta di industri jasa keuangan melalui berbagai kebijakan serta sinergi dengan berbagai pihak termasuk dengan Polri.

“Kami sudah mengeluarkan berbagai kebijakan dan inisiatif dalam rangka pencegahan korupsi, baik secara internal maupun mendorong industri jasa keuangan untuk dapat mengelola perusahaannya dengan penuh integritas,” kata Anto. 

OJK juga mengapresiasi dukungan Polri terhadap upaya OJK dalam menangani berbagai kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di sektor jasa keuangan. 

Menurutnya, OJK telah membangun sistem pencegahan korupsi, antara lain melalui pembentukan satuan kerja khusus penanganan fraud di internal OJK, Program Pengendalian Gratifikasi (PPG), Whistle Blowing System (WBS), Pakta Integritas, penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) serta penyusunan ketentuan internal terkait tata kelola yang baik dan program strategi antikecurangan OJK.

Untuk eksternal, OJK telah menerbitkan sejumlah ketentuan mengenai tata kelola yang baik (Good Corporate Governance), penerapan strategi anti-fraud, manajemen risiko, penilaian kemampuan dan kepatutan pihak utama dalam proses fit and proper test, serta pengaturan mengenai transparansi dan publikasi laporan.

OJK juga mendorong penerapan Strategi Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) di Industri Jasa Keuangan.

Sebagai role model, OJK telah meraih sertifikasi SNI ISO 37001 SMAP pada tanggal 12 Agustus 2021, dan diharapkan diikuti oleh industri jasa keuangan. 

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Sumber : PR

BAGIKAN