Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
HSBC  Foto ilustrasi: DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP

HSBC Foto ilustrasi: DANIEL LEAL-OLIVAS / AFP

HSBC Indonesia Beri Pembiayaan US$ 185 Juta Bio Farma

Rabu, 29 September 2021 | 00:09 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) telah memberikan pembiayaan hingga US$ 185 juta kepada Bio Farma. Pembiayaan ditujukan guna mendukung impor vaksin Covid-19.

Peran HSBC Indonesia dalam pembiayaan ini dilaksanakan dalam tiga transaksi, yang meliputi pembiayaan sebesar US$ 100 juta diberikan kepada Bio Farma untuk mengimpor 50 juta dosis vaksin Oxford AstraZeneca pada bulan Februari 2021. HSBC juga menyediakan pembiayaan sebesar US$ 35 juta dan US$ 50 juta untuk impor vaksin Sinovac dalam dua transaksi terpisah.

"Ketersediaan dan akses terhadap vaksin masih menjadi tantangan bagi Indonesia, serta banyak negara lain di dunia. HSBC dengan senang hati turut serta berkontribusi nyata dalam upaya pembiayaan ini, guna mendukung Pemerintah Indonesia dalam mempercepat distribusi vaksin secara signifikan, dan membuka jalan menuju pemulihan ekonomi negara," kata Presiden Direktur HSBC Indonesia Francois de Maricourt dalam keterangannya, Selasa (28/9).

Honesti Basyir, Dirut Bio Farma. Sumber: BSTV
Honesti Basyir, Dirut Bio Farma. Sumber: BSTV

Sementara itu, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menuturkan, Indonesia membutuhkan vaksin Covid-19 dalam jumlah yang sangat besar menyesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai herd immunity. Bio Farma sudah melakukan beberapa kesepakatan B2B dan G2G untuk mendatangkan beberapa Vaksin Covid-19 melalui COVAX Facility, dan hingga bulan September 2021 sebanyak 260 juta dosis vaksin Covid-19 telah mendarat di Indonesia.

"Khusus untuk Skema B2B ini, sudah dimulai sejak Desember 2020 yang lalu, dan akan berlanjut hingga akhir tahun 2021 mendatang untuk mendatangkan vaksin Covid-19 dari sejumlah produsen seperti dengan Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, dan Novavax," jelas dia.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM Bio Farma IGN Suharta Wijaya menegaskan bahwa dana yang diraih dari HSBC Indonesia telah digunakan untuk mengimpor vaksin Covid-19.

"Bridge financing (dana talangan) dengan sistem clean basis (tanpa agunan) dari HSBC ini telah digunakan untuk membeli bulk vaccines Covid -19 dari Sinovac sebanyak lima juta dosis, senilai US$ 35 juta, dan untuk down payment pembelian CoronaVac dalam bentuk jadi, senilai US$ 50 juta. Sisanya kami gunakan untuk pembayaran down payment vaksin Covid-19 dari AstraZeneca sebesar US$ 100 juta," jelas dia.

Di sisi lain, Direktur Perbankan Komersial HSBC Indonesia Eri Budiono menambahkan, pihaknya memanfaatkan jaringan internasional untuk mewujudkan transaksi penting tersebut. Solusi transaksi perusahaan pun dirancang secara menyeluruh.

"Kami sangat terhormat dapat berperan dalam membantu Indonesia dalam usaha melawan pandemi Covid-19 dan berkontribusi dalam membangun bangsa yang kuat," imbuh dia.

Sejak awal pandemi, HSBC Indonesia telah menyumbangkan lebih dari Rp 15 miliar untuk memberikan bantuan pada warga yang terdampak dan langkah langkah pemulihan, termasuk penyediaan peralatan medis darurat, makanan dan inisiatif ketahanan ekonomi melalui beberapa organisasi amal. Pada bulan Juli yang lalu, HSBC juga menyumbangkan dana untuk membantu menyediakan tangki oksigen yang sangat dibutuhkan dan bantuan tunai kepada rakyat yang rentan.

Hingga saat ini, Indonesia telah memberikan lebih dari 100 juta dosis vaksin Covid-19, yang berarti lebih dari 39% dari 270 juta penduduk negara telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid- 19. Indonesia merupakan satu diantara tujuh negara di dunia yang telah mencapai angka vaksinasi ini, dan Pemerintah bertujuan untuk memvaksinasi sekitar 208 juta orang hingga tahap akhir.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN