Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Andi Taufan, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dalam diskusi Zooming with Primus - Memilih Fintech Terpercaya, live di Beritasatu TV, Kamis (14/10/2021). Sumber: BSTV

Andi Taufan, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dalam diskusi Zooming with Primus - Memilih Fintech Terpercaya, live di Beritasatu TV, Kamis (14/10/2021). Sumber: BSTV

AFPI: Pinjol Ilegal Rusak Industri Fintech Lending 

Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:27 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id  – Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Andi Taufan mengungkapkan, maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal tidak hanya merugikan masyarakat yang menjadi korbannya, tetapi juga merusak industri financial technology (fintech). Kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan bisa saja berkurang karena adanya praktik pinjol ilegal yang meresahkan.

“Apa yang dilakukan para pelaku pinjol ilegal memang sangat meresahkan dan merusak industri fintech lending. Padahal kita sebagai industri fintech yang legal sudah menyalurkan pinjaman sebanyak Rp 260 triliun kepada 66 juta orang. Memang ada kredit macet sekitar 1,7%, tetapi manfaat yang diberikan jauh lebih besar untuk mendorong inklusi keuangan, membantu UMKM dan usaha produktif,” kata Andi Taufan dalam program Zooming with Primus bertajuk “Memilih Fintech Terpercaya” yang disiarkan langsung Beritasatu TV, Kamis (14/10/2021).

Zooming with Primus - Memilih Fintech Terpercaya, live di Beritasatu TV, Kamis (14/10/2021). Sumber: BSTV
Zooming with Primus - Memilih Fintech Terpercaya, live di Beritasatu TV, Kamis (14/10/2021). Sumber: BSTV

Dari riset yang dilakukan AFPI, banyaknya masyarakat yang menjadi korban pinjol ilegal lantaran mereka tidak mengetahui pinjol tersebut ilegal. Kemudian adanya kebutuhan mendesak di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi.

“Banyak yang meminjam tanpa memikirkan bagaimana bayarnya. Ini yang menjadi tantangan kami semua untuk mengedukasi masyarakat agar lebih hati-hati dan waspada apabila mendapat tawaran pinjaman cepat yang ilegal,” kata Andi.

Bersama stakeholder terkait mulai dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Satgas Waspada Investasi, dan juga pelaku fintech lending, AFPI banyak melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak menjadi korban pinjol ilegal.

“Kegiatan untuk memberantas pinjol illegal ini sudah kami lakukan sejak 2018 sampai sekarang. Kami berkolaborasi dengan seluruh stakeholder terkait. Sudah ada 1.350 pinjol illegal yang diblokir oleh Satgas Waspada Investasi, jumlah ini besar sekali. Tetapi tetap bermunculan yang baru, makanya kegiatan sosialisasi dan edukasi terus kami lakukan,” kata Andi.

Yudhono Rawis, Presiden Direktur Ringan dalam diskusi Zooming with Primus - Memilih Fintech Terpercaya, live di Beritasatu TV, Kamis (14/10/2021). Sumber: BSTV
Yudhono Rawis, Presiden Direktur Ringan dalam diskusi Zooming with Primus - Memilih Fintech Terpercaya, live di Beritasatu TV, Kamis (14/10/2021). Sumber: BSTV

Presiden Direktur Ringan Yudhono Rawis menambahkan, sebagai salah satu pemain di industri fintech lending, Ringan juga aktif berkolaborasi dengan AFPI mengadakan kegiatan sosialisasi dan edukasi hingga ke kampus-kampus, agar masyarakat bisa membedakan mana finetch yang legal dan ilegal.

“Keberadaan pinjol ilegal ini memang meresahkan dan merugikan industri fintech. Padahal fintech lending itu hadir untuk memberikan akses keuangan kepada masyarakat. Dengan adanya pinjol ilegal, ini tentu merugikan industri fintech,” kata Yudhono.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN