Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Commercial Officer PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) Hadi Wenas. Foto: ist

Chief Commercial Officer PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) Hadi Wenas. Foto: ist

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp 320,5 Miliar di Jatim

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 05:33 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp 320,5 miliar untuk area Jawa Timur (Jatim) per September 2021. Hingga akhir 2021, perusahaan menargetkan penyaluran Rp 500 miliar di wilayah tersebut.

Seluruh pembiayaan disalurkan kepada perempuan pengusaha mikro yang tersebar di 3.165 desa di provinsi Jawa Timur. Amartha sendiri mengelola lebih dari 170 ribu mitra yang tersebar di 23 kota di Provinsi Jawa Timur, seperti Surabaya, Pacitan, Jombang, Banyuwangi, dan kabupaten lainnya.

Dari sisi sektor, mitra Amartha menjalankan usaha mulai dari perdagangan, industri rumah tangga, maupun kerajinan tangan. Namun demikian, sektor perdagangan merupakan sektor yang paling dominan atau mencakup 60% dipilih mitra.

Chief Commercial Officer Amartha Hadi Wenas menyampaikan, potensi pengembangan UMKM di wilayah Jawa Timur cukup besar dan terbilang cukup stabil di tengah tantangan pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari catatan tingkat pengembalian atau repayment rate wilayah Jawa Timur, yakni 98,17% setelah Juni 2020.

"Memang perolehan ini sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan provinsi lain di luar pulau Jawa yang mencapai 99%. Namun, mengingat kondisi pandemi Covid-19 di Jawa lebih tinggi daripada di luar Jawa, perolehan ini sudah cukup baik dan bisa ditingkatkan seiring dengan perbaikan ekonomi pasca Covid-19," kata Wenas dalam keterangannya, Jumat (15/10).

Perkembangan bisnis Amartha di Jawa Timur tidak terlepas dari adanya kolaborasi yang sinergis dengan sektor perbankan. Salah satunya Bank Jatim yang telah bergabung sebagai pendana institusi di Amartha sejak tahun 2020 lalu. Bank Jatim saat itu berkomitmen menyalurkan pendanaan sebesar Rp 500 miliar melalui Amartha untuk mendongkrak potensi UMKM di Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya.

Lebih lanjut, Amartha juga menjalin kerja sama dengan beberapa Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Jatim. Seperti BPR Pujon Jaya Makmur yang bergabung sebagai pendana institusi di Amartha dengan komitmen pendanaan sebesar Rp 3,2 miliar, serta BPR Nusumma dengan komitmen pendanaan sebesar Rp 12 miliar.

Untuk memastikan perkembangan UMKM di Jawa Timur dan menjaga kualitas pinjaman dari para mitra, Amartha menjalankan strategi dengan mengkombinasikan sistem online-offline atau sistem hybrid. Pada sistem online, Amartha mengoptimalkan penggunaan teknologi machine learning untuk menentukan credit scoring yang akurat, yang berfungsi untuk menganalisa kemampuan bayar peminjam, melalui data historikal pengembalian pinjaman, tingkat kehadiran dalam majelis, hingga analisa psikometri.

Pada sistem offline, Amartha mengerahkan tenaga lapangan yang bertanggung jawab untuk memonitor perkembangan usaha para mitra di pedesaan. Khusus wilayah Jawa Timur, Amartha didukung oleh lebih dari 900 orang tenaga lapangan yang mengelola 111 poin di berbagai kabupaten di Jawa Timur. Para tenaga lapangan bertugas untuk memberikan edukasi literasi keuangan dan digital, memonitor kehadiran peserta dalam majelis, dan membantu para mitra di pedesaan untuk mendapatkan layanan keuangan inklusif.

Wenas mengatakan, strategi kombinasi online-offline ini terbukti efektif untuk menjaga kualitas pinjaman dari para mitra. Porsi dari strategi sistem online-offline relatif seimbang, Namun kedepannya, Amartha berencana untuk memperbesar porsi online menjadi 70:30.

"Oleh sebab itu, saat ini kami mulai mengembangkan layanan keuangan digital yang mudah dipahami oleh para borrower di pedesaan. Di saat bersamaan, tenaga lapangan juga mempersiapkan para mitra untuk lebih akrab dengan digitalisasi dengan memberikan edukasi literasi digital," papar Wenas.

Target
Di sisi lain, Wenas mengatakan, Amartha menargetkan pertumbuhan jumlah borrower yakni sebesar satu juta borrower di akhir tahun 2021. Hingga saat ini, secara total Amartha memiliki lebih dari 835 ribu borrowers yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.


Amartha juga merupakan fintech tiga teratas jika dilihat berdasarkan jumlah outstanding loan. Khusus wilayah Jatim saja, sepanjang tahun 2021 ini, Amartha mencatatkan jumlah outstanding loan mencapai Rp 235 miliar. Meningkat dari jumlah outstanding loan di selama tahun 2020 lalu yakni Rp 214 miliar. Diproyeksikan, hingga akhir tahun 2021, Amartha dapat meningkatkan penyaluran pendanaan  wilayah Jatim hingga Rp 500 miliar.

"Amartha senantiasa membuka peluang kolaborasi dengan berbagai instansi untuk bersama-sama menyediakan akses permodalan bagi perempuan pengusaha mikro di pedesaan. Jika sebelumnya kami telah menjalin kerja sama dengan Bank Jatim, BPR Nusumma, dan BPR Pujon, maka kami tidak menutup peluang bagi instansi lain untuk menjadikan kolaborasi ini sebagai contoh, agar akselerasi pertumbuhan UMKM oleh perempuan di pedesaan juga semakin mudah untuk terealisasi," jelas Wenas.

Dalam upaya penetrasinya, Head of Micro Business Lending Jawa Warsuwan menyampaikan, perusahaan menyiapkan aplikasi Amartha+, aplikasi khusus para borrower yang memberikan fasilitas seperti belanja borongan, pembayaran pulsa, hingga pembayaran tagihan listrik. Aplikasi ini memberikan peluang bagi mitra untuk belanja secara grosir sehingga dapat menekan biaya modal dan memperoleh keuntungan lebih besar.

“Pandemi memang membawa tantangan tersendiri bagi para mitra. Terlebih, mereka yang menjalankan usaha di bidang perdagangan seperti warung makan atau warung kelontong, yang cukup terdampak akan adanya pandemi. Namun, para mitra tidak kehabisan ide. Mereka memanfaatkan layanan Amartha+ untuk menjajakan pulsa hingga layanan pembayaran tagihan listrik ke pelanggannya. Jadi, ada pemasukan tambahan yang diperoleh," terang dia,

Warsuwan mengatakan, untuk mempersiapkan para mitra dalam menggunakan produk teknologi keuangan, tenaga lapangan Amartha memberikan edukasi literasi digital secara berkala. Sebanyak 145 ribu mitra di Jatim mengikuti training pemanfaatan aplikasi Amartha+ untuk kebutuhan PPOB dan belanja borongan. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN