Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Lifepal Technologies Indonesia (Lifepal)

PT Lifepal Technologies Indonesia (Lifepal)

Bisnis Lifepal Tumbuh 30% Per Bulan  

Rabu, 20 Oktober 2021 | 18:00 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Lifepal Technologies Indonesia (Lifepal) mencatat rata-rata pertumbuhan premi dan penutupan polis sebesar 20-30% per bulan. Inovasi keuangan digital (IKD) klaster insurance technology (insurtech) itu menilai kinerja bisnis perusahaan akan lebih agresif di tahun 2022.

CMO LifePal Benny Fajarai menyampaikan, sampai saat ini perusahaan memiliki 500 ribu pengguna terdaftar, tumbuh 12 kali lipat sejak awal pandemi Covid-19. Dengan menggandeng lebih dari 60 mitra asuransi dan sekitar 160 produk asuransi, bisnis perusahaan bisa tumbuh secara konsisten.

"Pertumbuhan kita setiap bulan sangat agresif, setiap bulan tumbuh 20-30%, baik dari premi maupun polis. Pertumbuhan secara konstan terjadi, termasuk jumlah pengguna aktif yang tumbuh 12 kali lipat dibandingkan tahun lalu," kata Benny kepada Investor Daily, Selasa (19/10).

Benny mengungkapkan, pertumbuhan bisnis masih akan berlanjut bahkan lebih agresif di masa mendatang. Menurut dia, pergerakan bisnis insurtech saat ini mirip dengan pola e-commerce yang muncul di awal dekade 2010. Potensi pertumbuhan juga didukung dari adopsi digital masyarakat yang kian meningkat, sehingga perusahaan bisa lebih masif lagi mengambil peran untuk turut menggenjot penetrasi asuransi di Indonesia.

"Apalagi pemerintah sudah mendukung dan regulasi telah mengkategorikan industri dengan baik. Masyarakat pun sudah siap karena terdorong pandemi, fintech bermunculan, serta pendanaan semakin kencang. Maka saya sangat yakin dan optimis bahwa 2022 pertumbuhan akan lebih cepat dibandingkan dua tahun sebelumnya." ucap dia.

Benny menuturkan, secara natural Lifepal fokus menargetkan profil masyarakat dengan pendidikan dan pendapatan menengah-atas di kota-kota besar. Mayoritas portofolio perusahaan masih banyak menjangkau pasar Jawa-Bali, serta beberapa wilayah di Sumatera seperti Medan. Namun demikian, dengan kemampuan digital yang dapat diakses wilayah manapun, portofolio nasabah relatif menyebar di seluruh Indonesia.

Selama ini perusahaan lebih cenderung menargetkan pasar milenial, sehingga sebagian besar profil nasabah Lifepal berusia 25-40 tahun. Mereka dengan usia produktif, fasih teknologi, sekaligus mulai melihat pentingnya memenuhi kebutuhan finansial. Tapi belakangan dengan meningkatnya adopsi digital, segmen masyarakat berusia lebih dari 45 tahun juga mulai mencari produk asuransi lewat Lifepal.

Benny menjelaskan, Lifepal merupakan insurtech yang fokus memberikan layanan secara end-to-end. Berbeda dengan insurtech lainnya yang dinilai banyak mengandalkan kanal pemasaran lewat marketplace, online travel agent, atau menggandeng mitra lain untuk menjangkau konsumen. Perusahaan juga bukan aggregator yang menyediakan basis data untuk mengenalkan konsumen kepada asuransi.

"Lifepal lebih direct consumer mirip seperti Traveloka. Perusahaan bertanggung jawab penuh dari awal perjalanan nasabah membeli asuransi, membayarkan asuransi, sampai akhirnya menyangkut kebutuhan menerima klaim. Sehingga dari awal sampai akhir proses interaksi nasabah dilakukan bersama Lifepal. Itu suatu perbedaan yang besar dengan insurtech lain karena Lifepal adalah marketplace," jelas Benny.

Dia menegaskan, faktor pembeda atau unique selling proposition (USP) Lifepal dengan insurtech lain dapat dilihat dari tiga hal yang mencakup kelengkapan pilihan (inventory), mendapatkan harga termurah dengan diskon tertinggi (pricing), dan kenyamanan (convenience).

Menurut Benny, konsep marketplace yang diusung tentu akan memudahkan perusahaan untuk menawarkan produk lebih lengkap. Apalagi jumlah mitra asuransi dan produk masih akan ditambah seiring kebutuhan masyarakat. Namun hal ini bukan menjadi fokus utama lantaran kualitas produk yang senantiasa terus ditingkatkan.

"Karena saat ini produk yang dipasarkan Lifepal sudah terlengkap di Indonesia jika dibandingkan semua penyedia jasa pialang asuransi. Tentunya kita akan terus tambah, tapi lebih banyak pilihan juga tidak serta merta mendorong lebih baik. Kita mau fokuskan adalah memberikan produk lebih baik," terang dia,

Adapun tiga produk populer yang kinerjanya bakal digenjot Lifepal adalah asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi kendaraan. Terutama adalah asuransi kesehatan dan jiwa, melihat pangsa pasar yang masih besar dan potensial. Lebih lanjut, pemasaran produk akan diikuti serangkaian program edukasi di media sosial perusahaan.

Kelebihan kedua adalah menyangkut penawaran asuransi dengan nilai premi yang kompetitif. Hal ini menjadi fokus seiring peningkatan skala Lifepal, sehingga manfaat pada akhirnya tetap diberikan kepada masyarakat. Sedangkan kenyamanan menjadi aspek pembeda terakhir dan menjadi penting bagi nasabah asuransi. Lewat teknologi, masyarakat tentu akan terbantu untuk membeli, memiliki, dan menggunakan asuransi dengan cepat dan mudah.

"Itu tiga hal yang akan terus kita fokuskan pada beberapa tahun mendatang. Sampai tahun ini sendiri, kami terus tumbuh. Selama masa pandemi industri asuransi termasuk yang beruntung karena masyarakat jadi lebih sadar akan risiko yang tidak terduga," imbuh dia.

Sementara ikhwal rencana ekspansi, Benny mengatakan, pihaknya belum banyak membicarakan aksi korporasi tersebut. Menurut dia, Indonesia sendiri sudah menggenggam 40% pasar asuransi di Asia Tenggara sehingga sangat potensial untuk digarap secara serius.

"Sebuah langkah yang sama seperti raksasa teknologi seperti Tokopedia dan lainnya bahwa Indonesia menjadi wilayah strategis untuk bisa memperkuat dominasi, sehingga belum ada rencana untuk ekspansi ke luar negeri," tutup Benny.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN