Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
kredivo

kredivo

Jadi Pengendali Bank Bisnis, Kredivo Suntik Rp 439,69 Miliar

Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:19 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – PT FinAccel Teknologi Indonesia, pengelola fintech peer to peer lending Kredivo mengucurkan dana Rp 439,69 miliar untuk menambah besaran saham 16% di PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI). Dengan demikian, Kredivo kini menjadi pemilik saham mayoritas di Bank Bisnis dengan porsi kepemilikan sebanyak 40% atau setara 1,21 miliar lembar saham.

Kredivo yang dipimpin Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang juga Presiden Direktur (CEO) Indika Energy Arsjad Rasjid, mantan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, mantan Gubernur Bank Indonesia, serta mantan diplomat AS Karen Brooks ini melakukan pembelian 484,24 juta lembar saham atau setara 16% dengan harga transaksi Rp 908 per saham. Transaksi tersebut dilakukan pada 15 Oktober 2021 yang mana harga saham BBSI kala itu ditutup di Rp 6.050 per saham.

“Tujuan transaksi untuk investasi,” jelas Direktur Utama FinAccel Teknologi Indonesia Jules Dennis Rolf Lerchl dalam keterangan resmi, Kamis (21/10/2021).

Sejak 21 Mei 2021, Kredivo merupakan pemegang saham baru di Bank Bisnis dengan memegang 24% saham. Kala itu, perseroan membeli sebanyak 726,36 juta lembar saham di harga Rp 759 per saham. Sehingga, Kredivo menggelontorkan dana senilai Rp 551,31 miliar untuk memiliki 24% saham Bank Bisnis.

Adapun bertambahnya kepemilikan Kredivo di bank ini sekaligus menggerus kepemilikan dari pemegang saham lainnya. Tercatat sebelumnya Sundjono Suriadi merupakan pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebesar 25% di bank ini. Saat ini kepemilikannya tersisa sebesar 20%. Lalu kepemilikan PT Sun Land Investama yang sebelumnya masih memiliki 19,74% saham di Bank Bisnis saat ini bersisa 13,20%. Terakhir PT Sun Antarnusa Investment yang sebelumnya masih mengempit 14,94% saham hanya tinggal 10,50%. Sedangkan kepemilikan publik di saham ini masih bertahan di posisi 16,30%.

Di lain pihak, Bank Bisnis berencana untuk melakukan penerbitan saham baru dengan skema memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue untuk yang kedua kalinya (Penawaran Umum Terbatas/PUT II).

Rencananya PUT yang akan dilakukan dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 434.782.609 saham. Jumlah itu setara dengan 14,37% dari modal disetor perseroan pada saat pengumuman RUPSLB yang dilakukan dengan mengacu pada Peraturan OJK No.32/2015 juncto POJK No. 14/2019.

"Saham-saham yang akan dikeluarkan oleh perseroan tersebut adalah saham atas nama dengan nilai nominal yang sama dengan nilai nominal saham-saham perseroan yang telah dikeluarkan, yaitu Rp 100 per saham," tulis manajemen Bank Bisnis.

Aksi korporasi ini dilakukan untuk pemenuhan Modal Inti Minimum (POJK 12/2020) dan akan dilaksanakan pada akhir semester II-2021. Sementara, platform kredit digital Kredivo berencana meluncurkan bank digital bernama Lime. Ini menandai masuknya Kredivo ke bisnis neobank di pasar terbesar Asia Tenggara. Lime direncanakan fokus pada produk tabungan dan kredit yang ramah milenial. Rencana peluncuran neobank ini dinilai akan membuka peluang pertumbuhan baru bagi Kredivo, yang pendapatannya saat ini berfokus pada bisnis kartu kredit dan pinjaman individu.

Di sisi kinerja, masuknya Kredivo ke Bank Bisnis berhasil mendongkrak kinerja bank tersebut. Bank Bisnis Internasional mencatatkan laba tahun berjalan setelah pajak bersih sebesar Rp 29,86 miliar hingga 30 Juni 2021. Perolehan tersebut tumbuh 130,15% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 12,97 miliar.

Kredit yang diberikan tercatat sebesar Rp 953,19 miliar per 30 Juni 2021, naik 4,68% dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp 910,60 miliar. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga tumbuh 28,285, dari posisi akhir Desember 2020 sebesar Rp 411,59 miliar menjadi Rp 528,01 miliar per 30 Juni 2021. Adapun total aset per 30 Juni 2021 sebesar Rp 1,60 triliun, tumbuh 10,89% dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp 1,44 triliun.

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN