Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah mobil bekas yang dijual di dalam sebuah mall di Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao

Sejumlah mobil bekas yang dijual di dalam sebuah mall di Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020). Foto: SP/Joanito De Saojoao

Perhatikan 5 Tips Ini Ketika Ingin Membeli Mobil Bekas

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 09:03 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Di tengah masa pandemi saat ini, masyarakat diharuskan untuk semakin cermat dalam mengelola finansial. Alokasi budget sangat perlu dipertimbangkan secara matang guna memastikan biaya yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan dan pendapatan.

Salah satu langkah pengelolaan keuangan di masa pandemi adalah kecenderungan masyarakat dalam memilih kendaraan bekas (used car) untuk mobilitas sehari-hari.

Advertisement

Hal ini menjadi lumrah, karena sebagian orang mungkin berpikir, bahwa membeli mobil bekas untuk mobilitas sehari-hari tentu lebih untung karena menjadi solusi demi memiliki mobil meski dengan dana terbatas.

Namun, terlepas dari kondisi finansial tadi, meski dana membeli mobil bekas relatif lebih kecil dibanding mobil baru, ada sejumlah tantangan tersendiri saat membeli mobil bekas.

Karena itu, saat Anda sudah memiliki tekad bulat membeli kendaraan bekas, ada sejumlah langkah yang harus dilakukan agar Anda tidak salah dalam memilih mobil. Sebab bila salah langkah justru bisa menyebabkan Anda mengalami kesulitan setelah memiliki mobil bekas.

Terkait itu Perencana Keuangan dan Financial Educator Lifepal, Aulia Akbar membagikan lima tips yang perlu diketahui masyarakat sebelum membeli mobil bekas, yaitu;

  1. Cari Kendaraan yang sesuai bujet dan kebutuhan

Sangat penting untuk mendapatkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan operasional sehari-hari, dan tentunya sesuai dengan alokasi bujet kalian.

Sebagai contoh, misalnya kita memiliki dua pilihan yaitu mobil merek A dan merek B. Harga mobil A memiliki harga yang lebih tinggi daripada mobil B karena transmisi-nya otomatis. Sementara di satu sisi, alokasi bujet lebih condong untuk mobil B. Maka dari itu penting untuk bertanya ke diri sendiri dan bandingkan sesuai kebutuhan. Sebagai contoh sederhana, apabila misalnya jarak tempuh sehari-hari tidak terlalu jauh dan pemakaian kendaraan tidak terlalu tinggi, tentunya kita dapat mempertimbangkan untuk mengambil mobil B dengan transmisi manual.

  1. Dokumen Mobil harus Lengkap

Membeli mobil bekas tanpa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan atau Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tentu saja sangat berisiko. Sebab, untuk mengurus dokumen-dokumen tersebut akan memakan biaya dan waktu.

Di sisi lain, ketiadaan dokumen mobil dapat menimbulkan risiko yang lebih parah. Misalnya, penjual bisa saja mengatakan bahwa BPKB hilang. Tapi bagaimana jadinya jika BPKB ternyata sedang dititipkan di perusahaan pembiayaan karena ada masalah kredit? Mobil yang Anda beli bisa saja ditarik oleh pihak pembiayaan atau leasing kapan pun.

Sementara itu jika BPKB ada tapi STNK yang tidak ada, maka tidak menutup kemungkinan pula pajak mobil sudah mati. Bahkan, membeli mobil tanpa dokumen atau bodong bisa dikategorikan sebagai tindak kejahatan dimana Anda pun berpotensi terjerat Pasal 480 KUHP tentang Penadah Hasil Curian. Oleh karena itu, perhatikan ya kelengkapan dari dokumen-dokumen kendaraan yang ingin Anda beli.

  1. Usahakan tidak Mengkredit

Ada alasan kuat, mengapa tidak disarankan membeli mobil bekas secara cicilan atau kredit. Alasannya yaitu karena pengeluaran bulanan kita bisa semakin membengkak.

Cicilan mobil tentu memunculkan pengeluaran pasif yang harus dibayarkan per bulan. Ketika mobil yang kita kredit juga membutuhkan pergantian suku cadang, maka sudah pasti pengeluaran bulanan kita membengkak.

Terkait ini, Aulia Akbar membagikan dua cara untuk mengukur kemampuan Anda dalam membeli mobil:

- Pastikan saja dana darurat Anda tidak terpakai untuk membelinya

- Pastikan ketika Anda membelinya secara tunai, jumlah aset lancar Anda masih di kisaran 15% hingga 20% dari kekayaan bersih.

Dana darurat adalah dana tunai simpanan yang digunakan hanya pada kondisi darurat, seperti apabila terjadi pemutusan hubungan kerja atau salah satu anggota keluarga mengalami kecelakaan atau sakit berat. Maka, amat tidak bijak apabila mengorbankan dana darurat untuk membeli mobil.

Jikalau harus mengkredit, usahakan usia mobil bekas yang ingin Anda beli masih satu tahun pemakaian. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko-risiko pergantian suku cadang di kemudian hari.

“Pastikan juga cicilan perbulan tidak melebihi 35% dari pemasukan bulanan, dan total utang tertunggak Anda tidak melebihi 50% dari total nilai aset,” urainya.

  1. Bila Anda tidak terlalu memahami mobil, ajak pemilik ke bengkel resmi

Pengecekan kondisi mobil tentu tidak hanya dari eksterior atau penampilan luar. Interior, mesin, serta kaki-kaki juga harus diperiksa lebih lanjut.

Namun apakah Anda cukup memahami hal tersebut?

Jika tidak, maka ajaklah si penjual ke bengkel resmi. Bayarlah uang muka sebagai tanda keseriusan Anda dalam membeli mobil tersebut, dan lakukanlah general check up di bengkel resmi untuk mengetahui suku cadang mana yang harus diganti.

Laporan dari general check up tentu bisa menjadi bahan pertimbangan kita untuk melakukan negosiasi harga ke pemilik mobil.

  1. Tetap Lindungi dengan baik Mobil Bekas yang Anda Beli nantinya

Besar kemungkinan mobil bekas yang Anda beli tidak dilindungi oleh asuransi mobil. Oleh karena itulah, sebagai pemilik baru Anda harus memberikan perlindungan untuk mobil tersebut demi menghindari kerugian finansial atas risiko yang muncul.

Pilihlah asuransi mobil jenis comprehensive dan total lost only (TLO) sesuai dengan kebutuhan Anda. Comprehensive bakal menanggung apapun risiko yang terjadi, termasuk lecet di bagian badan, asal sesuai dengan aturan yang berlaku. Sedangkan TLO hanya menanggung biaya pertanggungan ketika mobil hilang atau mengalami kerusakan hingga rusak total yang nilainya mencapai 75 persen dari harga kendaraan.

“Itulah hal-hal yang patut Anda ketahui jika Anda ingin membeli mobil bekas. Semoga dengan mengetahui hal di atas, kalian dapat dengan bijak memilih dan mendapatkan kendaraan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan,” pungkas Aulia.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN