Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari dalam acara dialog produktif

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari dalam acara dialog produktif "Kelanjutan Bantuan Pemerintah di 2022" secara daring, Jumat (5/11/2021).

BRI Proyeksikan Pemulihan UMKM Paling Cepat Semester II-2022

Jumat, 5 November 2021 | 15:09 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id – Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Supari menilai ekosistem ketahanan terhadap pandemi Covid-19 sudah mulai terbentuk di Indonesia. Jika kondisi ini bisa dipertahankan, dia meyakini pemulihan ekonomi akan lebih cepat terjadi, termasuk untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Hitung-hitungan BRI, akan terjadi terutama bagi pelaku UMKM pada triwulan I-2023. Karena semuanya terakselerasi dengan baik, masyarakat juga semakin disiplin menjaga protokol kesehatan, tinggal bagaimana memelihara momentum ini. Kalau momentum ini bisa dipertahankan, maka recovery UMKM bisa dipercepat setidaknya semester II-2022, itu omzetnya bisa mendekati sebelum Covid-19,” kata Supari dalam acara dialog produktif Kelanjutan Bantuan Pemerintah di 2022 secara daring, Jumat (5/11/2021).

Karenanya, menurut Supari, berbagai program bantuan sosial (bansos) regular tetap diperlukan, meskipun pada 2022 pandemi Covid-19 sudah selesai. Sedangkan anggaran untuk Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), menurut dia, sudah bisa dialokasikan untuk kepentingan sosial yang lain sambil melihat perkembangan ke depan. Sebab, dia melihat saat ini situasinya sudah cukup kondusif bagi pelaku UMKM untuk berusaha.

“Untuk kredit-kredit yang bisa diakses semakin luas seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), itu masih diperlukan. Karena itu harapannya kredit-kredit bersubsidi terus diperluas setidaknya sampai 2023,” ujarnya.

Supari menambahkan, sejauh ini BRI melakukan penyaluran program bansos sembako kepada sekitar 5,76 juta penerima, Program Keluarga Harapan (PKH) kepada sekitar 3,82 juta penerima, dan program bantuan bagi pelaku usaha mikro tahun 2021 kepada 10,21 juta penerima. Adapun progres pencairan untuk program sembako sebesar 93,6%, PKH 99,1% dan BPUM 2021 82%.
 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN