Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas sedang melayani nasabah Bank KB Bukopin di Jakarta, belum lama ini. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Petugas sedang melayani nasabah Bank KB Bukopin di Jakarta, belum lama ini. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Rights Issue Rp 7,04 T, Kookmin Bakal Serap PUT KB Bukopin Rp 4,71 Triliun

Selasa, 9 November 2021 | 19:44 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank KB Bukopin Tbk akan melakukan penawaran umum terbatas VI (PUT) VI) kepada pemegang saham dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (PHMETD). Kookmin Bank Co,. Ltd selaku pemegang saham utama perseroan akan melaksanakan seluruh haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan Bukopin senilai Rp 4,71 triliun.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kookmin akan mengambil 23,59 miliar saham Bukopin. Adapun, KB Bukopin menerbitkan HMETD sebanyak-banyaknya 35,21 miliar saham kelas B dengan nominal Rp 100 per saham. Melalui aksi korporasi tersebut, KB Bukopin diprediksi mengantongi dana segar mencapai Rp 7,04 triliun.

Jika saham baru yang ditawarkan dalam PUT VI tersebut tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, maka sisa saham baru akan dialokasikan kepada pemegang saham perseroan lainnya yang telah melaksanakan haknya dan melakukan pemesanan saham baru tambahan sebagaimana tercantum dalam sertifikat HMETD.

Apabila setelah alokasi pemesanan saham tambahan, masih terdapat sisa saham, maka berdasarkan perjanjian pembeli siaga antara perseroan dan Kookmin (pembeli siaga) maka Kookmin wajib membeli sisa saham tersebut hingga sebanyak-banyaknya Rp 700 miliar atau sebanyak-banyaknya 3,5 miliar lembar saham.

HMETD akan dibagikan kepada pemegang saham pada tanggal 18 November 2021, di mana setiap 200 juta saham lama akan memperoleh 215,5 juta HMETD. Setiap 1 HMETD dapat digunakan untuk membeli satu saham kelas B dengan membayar harga pelaksanaan sebesar Rp 200 per saham. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah 26 November 2021.

"Seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil PUT VI setelah dikurangi dengan seluruh biaya yang terkait dengan PUT VI akan digunakan secara bertahap di mana alokasi utama akan digunakan untuk investasi dan ekspansi kredit," terang Manajemen KB Bukopin, Selasa (9/11).

Apabila dirinci, sekitar 16% akan digunakan untuk investasi dalam kaitannya untuk pengembangan di bidang IT guna mengembangkan next generation banking system dan digital banking yang direncanakan diselesaikan dalam 5 tahun, serta rebranding perseroan.

Selain itu, sekitar 84% akan digunakan untuk ekspansi kredit baru berkualitas baik, yang akan difokuskan pada segmen ritel dan link bisnis UKM, komersil, dan Indonesia-Korea business link. Indonesia-Korea Business Link merupakan value proposition unik yang dimiliki oleh perseroan, KB Bukopin memiliki akses kepada perusahaan-perusahaan Korea yang mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Prioritas penggunaan dana adalah Pengembangan NGBS (Next Generation Banking System) hal ini diperlukan untuk mempersiapkan infrastruktur, bisnis proses yang kuat agar bank dapat mengembangkan bisnis kedepan dengan prudent. "Kemudian sisa dana akan dialokasikan sebagai modal untuk pertumbuhan volume kredit baru yang berkualitas," ucap Manajemen KB Bukopin.

Apabila dana yang didapat dari PUT VI tidak terpenuhi seluruhnya, perseroan akan mengoptimalkan dana pihak ketiga yang dapat digunakan untuk menyalurkan kredit. Selain itu perseroan juga akan meningkatkan efisiensi biaya dan penjualan Aset Yang Diambil Alih.

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN