Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Nasabah melakukan transaksi di sebuah kantor Bank Mandiri di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Nasabah melakukan transaksi di sebuah kantor Bank Mandiri di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Sambut BI Fast, Bank Mandiri Antisipasi Migrasi

Senin, 15 November 2021 | 17:42 WIB
Ester Nuky ,Nasori ,Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id –  SVP Transaction Banking and Retail Sales PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Thomas Wahyudi mengatakan, Bank Mandiri sedang menyiapkan semua infrastruktur BI Fast secara menyeluruh dari semua aspek, baik dari aspek teknis, operasional, SOP, penanganan nasabah, dan lainnya. Diharapkan, saat BI Fast beroperasi dapat langsung memberikan layanan yang terbaik dan maksimal bagi nasabah.

Adanya BI Fast akan melengkapi berbagai layanan transfer yang saat ini tersedia, sehingga nasabah memiliki pilihan lain untuk bertransaksidi e-channel Bank Mandiri. Nasabah dapat melakukan transaksi transfer di e-channel Bank Mandiri secara real-time, 24/7, dan dengan biaya yang hemat.

“Dengan adanya pilihan layanan BI Fast ini tentunya akan banyak nasabah yang bermigrasi ke BI Fast yang berbiaya lebih murah, dibandingkan layanan transfer antarbank lainnya. Sehingga, pertumbuhan transaksi BI Fast ini akan mengikuti pertumbuhan transaksi transfer antarbank yang sudah berjalan selama ini, di samping adanya nasabah baru yang juga akan memanfaatkan layanan BI Fast,” ujar Thomas.

Rencana Gratis Transfer Antarbank

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

BI juga ke depan berencana menggratiskan biaya transfer antarbank untuk mendorong transaksi nontunai. Bank Mandiri pun mendukung langkah tersebut, sebab kepuasan dan kenyamanan nasabah senantiasa menjadi prioritas perseroan.

“Dengan semakin banyaknya layanan berbasis digital, dengan biaya yang lebih terjangkau, akan mendorong masyarakat untuk senantiasa menempatkan dananya di bank. Sehingga, akan mendorong bank untuk semakin banyak berinovasi dalam mengembangkan layanan yang dapat mendatangkan fee based income,” tutur Thomas.

Bank Harus Kreatif

Bhima Yudhistira, Pengamat Ekonomi dalam diskusi Zooming with Primus - Merger BUMN Pelabuhan, live di BeritaSatuTV, Kamis (2/9/2021). Sumber: BSTV
Bhima Yudhistira, Pengamat Ekonomi dalam diskusi Zooming with Primus - Merger BUMN Pelabuhan, live di BeritaSatuTV, Kamis (2/9/2021). Sumber: BSTV

Senada, Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira juga mengapresiasi kebijakan Bank Indonesia untuk menurunkan biaya transfer antarbank.

“Tapi, sebaiknyabiaya transfer Rp 2.500 itu dikenakan untuk nominal transfer di atas Rp 5 juta rupiah misalnya. Jadi, jangan transfer Rp 100.000 kena biaya Rp 2.500. Bank perlu belajar dari kemunculan aplikasi seperti Flip yang memberikan biaya transfer gratis,” tutur Bhima.

Menurut Bhima, fee based income bank sudah bukan zamannya lagi berharap dari biaya transfer. Tapi, bank harus lebih kreatif, pola bisnis perbankan harus diubah, kalau bank tidak mau ditinggal nasabah.

“Bank harus lebih kreatif misalnya cari pendapatan fee dari jualan token listrik, jualan pulsa, paket data, atau harusnya memperluas kerja sama dengan berbagai platform digital. Transfer idealnya tidak dikenakan fee apa pun, karena semakin besar transfer yang dilakukan membuat volume transaksi tinggi dan itu uangnya juga berputar antarbank,” ucap Bhima. (try/th)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN