Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan berkativitas di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta

Karyawan berkativitas di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta

IKD Innovative Credit Scoring Buka Akses LJK Layani UMKM

Selasa, 30 November 2021 | 23:59 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa inovasi keuangan digital (IKD) klaster innovative credit scoring dipercaya mampu membuka akses bagi lembaga jasa keuangan (LJK) untuk melayani segmen UMKM underserved. Selain akses kredit, klaster IKD tersebut juga bisa membuka akses UMKM pada layanan asuransi dan perusahaan pembiayaan.

Advisor GIKD OJK Maskum Sasmita menyampaikan, salah satu klaster inovasi keuangan digital adalah innovative credit scoring yaitu entitas yang mengolah data non kredit seperti data utilitas perusahaan, data e-commerce, dan data media sosial. Dengan menggunakan algoritma tertentu, IKD itu menghasilkan nilai atau huruf untuk menunjukkan penilaian kelayakan seseorang untuk dapat menerima layanan jasa keuangan.

"Manfaat dari innovative credit scoring ini antara lain membantu nasabah atau calon nasabah dalam meningkatkan akses layanan lembaga jasa keuangan. Dengan innovative credit scoring maka semakin banyak kelompok masyarakat dan UMKM yang selama ini belum terlayani oleh lembaga jasa keuangan, akan mendapatkan layanan jasa keuangan," jelas Maskum dalam webinar Expert Lab: Readiness for an Ultra Micro SME Finance Ecosystem "Financial Brain", Selasa (30/11).

Dia juga mengatakan, innovative credit scoring tidak hanya dapat dimanfaatkan UMKM untuk bisa mendapat akses kredit. Tapi juga bisa dimanfaatkan untuk e-commerce mendorong digitalisasi UMKM dan jasa keuangan memberi proteksi asuransi, serta akses bagi perusahaan pembiayaan.

"OJK akan terus mengambil peran dalam mengembangkan ekosistem keuangan digital dengan menerbitkan regulasi atau peraturan untuk mempercepat digitalisasi sektor jasa keuangan guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Sekaligus meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat luas dan tentunya membantu mewujudkan pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucap Maskum.

Menurut dia, UMKM merupakan pilar penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia. Data Kemenkop UKM menerangkan, jumlah UMKM saat ini mencapai 64 juta dan baru sebagian kecil atau 15% yang mendapatkan layanan jasa keuangan. Padahal di samping itu, kontribusi UMKM terhadap PDB paling tidak mencapai 61% atau sekitar Rp 8.574 triliun. UMKM juga berkontribusi cukup besar yaitu mampu menyerap 80% dari total tenaga kerja dan menyerap 60% dari total investasi yang ada.

Di sisi lain, besarnya potensi UMKM tidak terlepas dari tantangan yang ada dan perlu mendapatkan perhatian bersama. Selain masalah manajemen dan pemasaran, UMKM juga tentu masih mengalami hambatan dalam pendanaan untuk mengembangkan usaha. Untuk membantu mengatasi tantangan tersebut digitalisasi UMKM menjadi salah satu solusi yang dapat dilakukan, terutama di masa pandemi seperti saat ini.

"Tentu dalam menjawab tantangan tersebut, perlu dukungan bersama dan berbagai pihak untuk dapat mewujudkan ekosistem keuangan digital yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM secara lengkap, berintegrasi, berdaya saing global, dan mampu mengeksplorasi pemulihan ekonomi nasional. Ini sejalan dengan momentum Indonesia yang menjadi presidensi G20 yang mengusung tema Recover Together, Recover Stronger. Dengan tiga topik utama yaitu sistem kesehatan dunia, transisi energi, dan transformasi digital," papar Maskum.

Adapun dalam mendukung pengembangan UMKM, OJK sendiri memiliki sejumlah program yang sudah dipersiapkan. Antara lain mendukung pembangunan ekosistem UMKM berbasis digital terintegrasi dari hulu ke hilir. Dalam akses pembiayaan, OJK melibatkan berbagai industri jasa keuangan seperti perbankan, pasar modal, dan IKNB untuk memudahkan UMKM mendapatkan akses jasa keuangan. Sedangkan dalam bidang pemasaran, OJK terus melakukan pembinaan dengan menggandeng startup dan universitas agar UMKM bisa langsung onboarding secara digital.

"Terkait infrastruktur, OJK menaruh perhatian untuk digitalisasi sektor jasa keuangan antara lain dengan menerbitkan sejumlah kebijakan dan strategi untuk memastikan layanan keuangan digital bisa mudah, murah, cepat, nyaman, dan aman. Untuk itu OJK telah menerbitkan POJK terkait p2p lending, security crowdfunding, dan inovasi keuangan digital," jelas dia.

Maskum menambahkan, OJK pun sudah menerbitkan master plan Jasa Keuangan Indonesia untuk tahun 2021-2025. OJK mulai menerapkan suptech dan regtech yaitu pengawasan sektor jasa keuangan yang menerapkan teknologi secara komprehensif. OJK juga mempersiapkan strategi untuk menyongsong kehadiran perusahaan big tech di sektor keuangan agar tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN