Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Trinita Situmeang dalam konferensi pers, Selasa (7/12). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Trinita Situmeang dalam konferensi pers, Selasa (7/12). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

2022, Premi Asuransi Umum Diproyeksi Tumbuh Single Digit

Rabu, 8 Desember 2021 | 07:00 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memaparkan premi dari 71 perusahaan asuransi umum mencatatkan pertumbuhan 2,2% secara year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 55,07 triliun. Asosiasi memproyeksi premi masih akan tumbuh tapi terbatas pada kisaran single digit di tahun 2022.

Pertumbuhan premi asuransi umum itu konsisten terjadi sejak awal tahun ini. Pada kuartal I-2021, premi tumbuh 1,5% (yoy) menjadi Rp 20,78 triliun dan berlanjut tumbuh 2,1% (yoy) menjadi Rp 38,37 triliun.

Adapun pertumbuhan premi sampai dengan kuartal III-2021 utamanya didorong dari lini sejumlah lini bisnis.

"Keenakan di-drive dari lini properti, engineering, liability (tanggung gugat), dan suretyship (penjaminan), sedangkan penurunan dari asuransi kredit," kata Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI Trinita Situmeang dalam konferensi pers, Selasa (7/12).

Premi asuransi properti tumbuh 10,3% (yoy) menjadi Rp 15,72 triliun. Lini tersebut menjadi kontributor utama premi asuransi umum sebesar 28,6% di kuartal III-2021. Berdasarkan analisis AAUI, pertumbuhan asuransi properti tidak lepas dari tren positif atas permintaan properti meskipun masih terbatas.

Di lini asuransi engineering, premi dibukukan sebesar Rp 2,22 triliun atau naik 20,7% (yoy). Pencapain itu berdampak pada meningkatnya porsi asuransi engineering menjadi sebesar 4% dari total premi. Selain itu, premi dari lini penjaminan (suretyship) tercatat meningkat 28,0% (yoy) menjadi sebesar Rp 1,18 triliun di kuartal III-2021.

Menurut Ketua Departemen Riset & Analisa AAUI Anita Faktasia, pertumbuhan dari lini asuransi engineering dan suretyship tidak terlepas dari sektor infrastruktur yang kembali bergeliat. Hal itu juga diharapkan masih bisa berlangsung pada tahun depan.

"Dua tahun terakhir sektor infrastruktur tetap jalan. Berarti kalo pembangunan infrastruktur tetap jalan asuransi engineering akan bertahan, akan tumbuh itu juga akan dikaitkan suretyship," ujar dia.

Selain itu, kata Anita, penjualan kendaraan bermotor yang mulai meningkat diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan sampai akhir tahun ini dan di tahun 2022. Adapun sampai dengan kuartal III-2021, premi lini asuransi kendaraan motor tercatat tumbuh terbatas 1,5% (yoy) menjadi Rp 11,17 triliun, atau menyokong 20,3% premi dari industri asuransi umum.

Selain itu, premi dari lini asuransi tanggung gugat (liability) berhasil tumbuh 16,7% (yoy) menjadi sebesar Rp 2,22 triliun. Diikuti pertumbuhan premi sebesar 13,4% (yoy) dari lini asuransi aneka (miscellaneous) menjadi Rp 2,27 triliun.

Sementara itu, premi asuransi kredit tercatat masih menurun kendati realisasi penyaluran kredit perbankan sudah tercatat tumbuh di kuartal III-2021. Premi terkontraksi 12,2% (yoy) menjadi Rp 8,49 triliun, atau berkontribusi 15,4% dari total premi asuransi umum.

Penurunan kinerja turut dicatatkan lini asuransi kecelakaan diri dan kesehatan (personal accident/PA & health) dengan premi sebsar Rp 5,44 triliun atau susut 2,4% (yoy). Jika dirinci, premi asuransi kecelakaan diri tercatat sebesar Rp 1,32 triliun, sedangkan premi asuransi kesehatan mencapai Rp 4,11 triliun.

Berikutnya, lini asuransi penerbangan (aviation) juga tercatat menurun cukup dalam 31,2% (yoy) menjadi sebesar Rp 749 miliar. Diikuti penurunan sebesar 23,9% (yoy) dari premi asuransi satelit (satelite) menjadi sebesar Rp 91 miliar.

Tumbuh Single Digit

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)


Di sisi lain, Anita menambahkan, diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa semakin baik sehingga bisa turut berdampak pada kinerja premi asuransi umum. Tantangan lainnya adalah untuk perusahaan asuransi umum melakukan inovasi produk dan gencar melakukan literasi, agar produk yang ditawarkan bisa terus relevan dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat.

"Tahun depan kita masih optimis. Seperti dua tahun terakhir, tidak tahu pandemi ini apakah akan selesai tahun ini atau gimana? Tapi tadi hasil riset OJK Institute, biasanya pandemi berlangsung tiga tahun, jadi single digit di dua tahun terakhir, ini (2022) nanti mungkin di sekitar sana. Faktor pendukung di asuransi yang bertahan di posisi satu dan dua yaitu properti dan kendaraan," beber Anita.

Senada, Trinita menerangkan, pihaknya optimistis melihat prospek pertumbuhan ekonomi di tahun depan. Semua sektor ekonomi dipercaya punya peran tersendiri untuk mendukung premi bisa konsisten tumbuh, antara lain sektor migas, pertanian, industri pengolahan, dan pertambangan.

Dia menerangkan, realisasi keseimbangan realisasi ekspor impor dalam jangka waktu pendek akan sangat mendukung kinerja asuransi umum. Penjualan kendaraan bermotor yang sudah mulai meningkat pun demikian, diikuti penyesuaian atau bahkan peningkatan permintaan di sektor properti.

"Tentunya akan ada lini bisnis yang tadinya kontraksi akan menggeliat kembali tapi mungkin akan perlahan dan akan ada lini bisnis yang topang secara gradual, konsisten tumbuh diatas rata-rata lini bisnis lainnya. Overall kita luat pertumbuhan secara single digit tapi single digit besar karena kita dalam posisi optimis," beber Trinita.

Lebih lanjut, hal yang dicermati dari fenomena pandemi adalah kesadaran masyarakat untuk berasuransi kian meningkat. Hal itu tentu perlu disikapi oleh perusahaan asuransi dengan menyesuaikan penawaran produk yang simpel, mudah diakses, akusisi yang sederhana, dan fokus sesuai dengan gaya hidup segmen masyarakat tertentu.

"Terjadi perubahan ke arah positif yang akan menciptakan peluang baru bagi asuransi, baik dari spesifikasi produk yang dilahirkan melalui pengembangan-pengembangan produk maupun cara-cara distribusi produk," imbuh dia.

Trinita bilang, momentum itu perlu direspon dengan menggambarkan kepada masyarakat bahwa produk asuransi tidak serumit yang dibayangkan. Terlepas dari hal itu, perlu bagi perusahaan asuransi terus memperkuat fundamental, baik dari sisi permodalan, pemasaran, komitmen pembayaran klaim, dan menjaga berbagai indikator keuangan lainnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN