Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Operating Officer (COO) Fuse, Ivan Sunandar dan Chief Executive Officer (CEO) Fuse, Andy Yeung

Chief Operating Officer (COO) Fuse, Ivan Sunandar dan Chief Executive Officer (CEO) Fuse, Andy Yeung

RAIH PENDANAAN SERI B RP 725 M,

Fuse Insurtech Siap Ekspansi di Asia Tenggara

Senin, 13 Desember 2021 | 11:45 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Perusahaan insurtech terbesar di Indonesia, Fuse, meraih total pendanaan Seri B sebesar US$ 50 juta atau setara Rp 725 miliar, setelah mengunci pendanaan perpanjangan Seri B di atas US$ 25 juta atau sekitar Rp 363 miliar. Fuse akan memakai dana tersebut untuk ekspansi di Asia Tenggara.

Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Fuse, Andy Yeung, mengaku senang investor fintech berskala global memutuskan berinvestasi di Fuse di tengah banyaknya pemain insurtech di Asia Tenggara. Sehingga Fuse siap untuk berbagi akses dan pandangan dari perusahaan portofolio fintech dan insurtech lainnya di jaringan global.

Menurut Andy, tingginya minat investor global ini bersamaan dengan masuknya Fuse dalam daftar World's Top 100 Insurtechs 2021 yang diterbitkan Sønr Global dan Ernst & Young yang menegaskan kembali pendekatan ekosistem digital saat ini.

Advertisement

"Platform teknologi yang dikembangkan Fuse membuat asuransi lebih mudah diakses masyarakat di Asia Tenggara,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Senin (13/12).

Lebih lanjut, Andy menuturkan, putaran Seri B Plus dipimpin investor global spesialis penggelontor dana untuk fintech. Investor seperti East Ventures (Growth Fund), GGV Capital, eWTP dan Emtek yang ikut di putaran sebelumnya, juga berpartisipasi di putarana kali ini. 

Selama enam bulan, Fuse merampungkan tiga putaran pendanaan yakni Seri B, Seri B tambahan, dan Seri B Plus. Alhasil, dana segar yang diperoleh dari putaran Seri B Plus akan digunakan untuk ekspansi platform Fuse di banyak negara di Asia Tenggara.

Pasalnya, pada tahun ini kelas menengah Asia Tenggara diprediksi bakal tumbuh menjadi 350 juta konsumen dengan pendapatan US$ 300 miliar.

Lebih dari itu, mereka juga semakin melek digital. Posisi Fuse cukup strategis untuk masuk ke pasar asuransi potensial yang kurang terpenetrasi melalui platform teknologi unik dengan menghadirkan kanal-kanal distribusi yang bervariasi sesuai kebutuhan konsumen.

Untuk diketahui, Fuse merupakan pelopor insurtech pertama di Indonesia yang menggunakan aplikasi untuk memungkinkan penjualan asuransi dengan model bisnis B2A/ Business to Agent/ Broker.

Berdiri pada 2017, Fuse menjadi insurtech yang memiliki bisnis model paling komprehensif yakni B2A, B2C comparison, B2B2C (asuransi mikro dan financial institute) yang memungkinkan untuk membantu partner mendistribusikan produk asuransi dengan biaya operasional yang terjangkau kepada end-customer.

Hingga saat ini, Fuse memiliki lebih dari 60 ribu tenaga pemasar/partner yang menggunakan aplikasi Fuse Pro. Fuse juga bekerja sama dengan lebih dari 40 perusahaan asuransi mulai dari umum hingga perusahaan asuransi jiwa yang mendukung Fuse untuk menyediakan lebih dari 300 produk asuransi bagi end-customer.

Sejak kuartal ketiga 2021 lalu, Fuse resmi dipercaya Tokopedia sebagai mitra insurtech strategis untuk menghadirkan semua produk asuransi umum bagi user Tokopedia. Pada September lalu, pendapatan premi bruto (Gross Written Premium/ GWP) Fuse pada 2021 melampaui Rp 1 triliun yang menjadikannya sebagai perusahaan insurtech terbesar di Indonesia.  

“Dengan kepercayaan investor, perusahaan asuransi, partner bisnis dan end-customer, Fuse akan terus berusaha mengembangkan produk asuransi paling terjangkau dan sesuai kebutuhan. Kami percaya transformasi asuransi digital dapat membantu lebih banyak orang mendapatkan proteksi asuransi dan tingkat penetrasi asuransi diharapkan dapat meningkat secara substansial di tahun-tahun mendatang baik di Indonesia maupun Asia Tenggara,” pungkas Andy. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN