Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Co-Founder SerMorpheus Rahmat Hiadayat (atas) dan Ghozali (bawah) saat berbincang melalui IG Live, Jumat (24/1) (Foto: Dok.PR)

Co-Founder SerMorpheus Rahmat Hiadayat (atas) dan Ghozali (bawah) saat berbincang melalui IG Live, Jumat (24/1) (Foto: Dok.PR)

Ghozali dan Multifungsi NFT

Sabtu, 15 Januari 2022 | 14:18 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id-Ghozali, mahasiswa animasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, ramai dibicarakan di media sosial setelah swafotonya dalam bentuk non-fungible token (NFT) terjual hingga belasan miliar.

Dalam perbincangan dengan SerMorpheus, platform jual-beli NFT di Indonesia, Sultan Gustaf Al Ghozali, mengungkapkan bahwa keputusan menjual 932 swafoto NFT merupakan eksperimen untuk menawarkan sesuatu yang berbeda di jagat NFT.

“NFT kebanyakan (berbentuk) ilustrasi, 3D art, editan Photoshop. Memang ada (yang berupa) foto, tapi umumnya pemandangan,” kata Ghozali melalui siaran pers, Sabtu (25/1).

Ghozali juga mengutarakan dukungan dari komunitas kolektor NFT Indonesia menjadi faktor utama yang menyebabkan karyanya terjual laris manis. “(Di kanal) Discord NFT Indonesia banyak support. Banyak yang ngomongin, terus pada sepakat beli satu-satu untuk bantu saya,” tutur Ghozali.

Co-founder SerMorpheus Rahmat Hidayat menilai, penghasilan yang didapat Ghozali merupakan buah ketekunan, keberanian, dan dukungan komunitas. “Bayangkan, mengambil swafoto bertahun-tahun demi membuat timelapse. Berapa banyak orang yang bisa konsisten seperti itu?” ungkap Rahmat.

Rahmat menyatakan ide yang dihasilkan Ghozali terbilang baru. Gagasan itu bisa menginspirasi kreator NFT lain sekaligus mendorong publik untuk lebih memahami seluk-beluk NFT, yang selama ini identik dengan karya seni.

Menurut Rahmat, NFT tidak terbatas pada karya seni. Ia mencontohkan, SerMorpheus berkolaborasi dengan Jazz Goes to Campus untuk mengeluarkan tiket NFT. Perhelatan JGTC ke-44 yang akan digelar Februari mendatang pun akan menggunakan tiket NFT. “Ini pertama kali terjadi di Asia Tenggara,” ujarnya.

Ghozali pun mengakui penggunaan NFT akan terus berkembang. Ia mengaku baru mengetahui bahwa NFT memiliki fungsi tambahan dan bisa menjadi tiket pertunjukan. Adapun Rahmat menyatakan tiket NFT menawarkan berbagai keunggulan seperti mencegah pemalsuan tiket dan menjadi memorabilia pertunjukan. “Jika Ghozali tidak padat dengan tugas kuliah, kami tunggu di JGTC,” ucap Rahmat.

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN