Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Membuat perencanaan keuangan. ( Foto ilustrasi: Istimewa )

Membuat perencanaan keuangan. ( Foto ilustrasi: Istimewa )

Ini Resolusi Bebas Finansial 2022 untuk Generasi Milenial

Sabtu, 15 Januari 2022 | 18:08 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Tahun baru erat kaitannya dengan tradisi unjuk resolusi, mulai dari karir, percintaan, kesehatan dan impian lainnya. Namun, satu hal yang tidak kalah penting adalah memasukkan resolusi finansial, khususnya bagi generasi milenial demi mencapai kebebasan finansial pada 2022.

Agar tak hanya sekedar menjadi impian belaka, semangat menjalankan resolusi finansial tentunya perlu diimbangi dengan komitmen yang kuat dalam membuat pilihan-pilihan finansial yang baik demi menghindari kebiasaan lama yang dapat berujung pada kejatuhan finanisal atau financial suicide.

Menurut Financial Planner Head Oneshildt Financial Planning Agustina Fitria, kejatuhan finansial merupakan suatu kondisi di mana seseorang mengalami defisit keuangan secara terus-menerus yang tidak diperbaiki.

“Defisit keuangan ini bisa berasal dari faktor internal, yaitu kebiasaan sehari-hari dan gaya hidup, serta bisa juga berasal dari faktor eksternal, seperti bencana atau peristiwa di luar kendali seseorang yang berdampak besar terhadap keuangan,” ujar Agustina dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/1)

Agustina menambahkan bahwa pada dasarnya, kejatuhan finansial dapat disebabkan oleh berbagai faktor internal maupun eksternal, di antaranya tidak menyusun tujuan keuangan, tidak mencatat pemasukan dan pengeluaran, kebiasaan “gali lubang tutup lubang,” tidak mempersiapkan dana pensiun, serta tidak memiliki asuransi.

“Kebiasaan sehari-hari yang perlu dihindari karena membawa seseorang pada kejatuhan finansial, misalnya meminjam uang atau berhutang untuk menutupi kebutuhan sehari-hari melalui pinjaman kartu kredit sehingga tagihan yang tadinya bisa dibayar lunas, menjadi cicilan dengan bunga tinggi,” tambahnya.

Ada pun asuransi berfungsi sebagai proteksi yang memberikan perlindungan keuangan jika terjadi kejatuhan finansial yang berasal dari faktor eksternal, seperti jatuh sakit, tutup usia, kebakaran, kecelakaan, dan sebagainya. Karenanya, penting bagi seseorang untuk melindungi diri dan keluarga dengan asuransi sesuai kebutuhan, seperti misalnya asuransi jiwa untuk pencari nafkah, asuransi kesehatan untuk seluruh anggota keluarga, dan asuransi kendaraan untuk mobil, serta asuransi kerugian untuk rumah.

Tetapi sebelum memilih asuransi, perlu dipahami konsep transfer risiko (transfer risk) di mana perlindungan diberikan dalam bentuk pengalihan risiko ekonomi dari nasabah atau tertanggung kepada perusahaan asuransi sebagai penanggung risiko.

“Memasuki tahun ketiga pandemi, kami terus gencar dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perlindungan asuransi, baik dari jenis-jenis produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan, apa saja manfaat asuransi yang akan didapatkan hingga kapan waktu terbaik bagi seseorang untuk mulai memiliki asuransi. Seluruh jenis asuransi, baik kesehatan, jiwa maupun umum, memiliki peran yang sama pentingnya untuk mendukung stabilitas finansial keluarga dan menghindari kejatuhan finansial,” demikian penjelasan Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia Karin Zulkarnaen.

Terlepas pandemi belum dapat diprediksi kapan akan berakhir, generasi milenial tetap dapat mewujudkan kebebasan finansial dengan merancang resolusi sejak dini. Berikut lima resolusi keuangan yang dapat dijadikan acuan milenial untuk memulai kebiasaan keuangan yang lebih sehat demi mencapai kebebasan finansial 2022:

  1. Membuat anggaran

    Penyusunan anggaran bergantung dengan target yang ingin dicapai serta memperhatikan pendapatan, pengeluaran, dan investasi. Saat ini ada banyak aplikasi gratis di smartphone yang dapat digunakan untuk menyusun anggaran atau perencanaan keuanganmu dengan mudah.

  2. Menghemat pengeluaran dan membayar hutang

    Salah satu cara menghemat adalah dengan mulai menyisihkan sebagian gaji setiap bulan untuk setiap pos keuangan. Akan lebih baik, bila menyisihkan gaji dilakukan setelah uang diterima. Penghematan pengeluaran bisa dilakukan dengan cara mengurangi kegiatan nongkrong, membawa bekal dari rumah, memanfaatkan promo, hingga menggunakan aplikasi khusus agar transfer uang antar bank tetap gratis, dan lain-lain.

    Terutama bagi milenial usia 30 tahunan yang mempunyai utang besar, menghemat dapat membantu selain membuat perencanaan untuk mengurangi utang. Membayar utang adalah prioritas, bila perlu harus mengorbankan pengeluaran lainnya agar bisa mengurangi tagihan.

  3. Mulai berinvestasi

    Bersamaan dengan menyisihkan gaji, kamu juga harus membuat resolusi keuangan berupa investasi. Jangan hanya mengandalkan tabungan untuk investasi, karena bunganya lebih kecil dibandingkan inflasi tahunan.

    Bagi pemula, mulailah investasi di produk rendah risiko, seperti obligasi, reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. Seiring waktu berjalan, pelajari profil masing-masing portofolio investasi agar bisa naik kelas yang berisiko lebih tinggi.

  4. Evaluasi pilihan asuransi

    Bagi kamu yang sudah memiliki asuransi, cek kembali apakah produk asuransi kesehatan dan asuransi jiwa sudah sesuai kebutuhanmu atau belum. Dengan memiliki asuransi, kamu bisa meminimalisir pengeluaran yang tak terduga akibat peristiwa buruk yang mungkin terjadi. Di Allianz Indonesia, kamu bisa memilih berbagai produk asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan asuransi umum sesuai kebutuhan dan anggaran.

  5. Menambah pendapatan

    Saat ini, sudah menjadi tren bagi milenial untuk memiliki pendapatan tambahan selain dari gaji tetap bulanan. Kamu bisa memperoleh pendapatan tambahan dengan membuat blog, video di Youtube, mengikuti survei online, freelancer, berjualan di e-commerce, membuat ulasan produk, hingga menjual jasa atau keahlian khusus seperti edit video, dan lain-lain.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN