Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Senior Vice President Sales Qoala Plus Banua Sianturi (kiri) dan Co-Founder & COO Qoala Tommy Martin pada acara Qoala Plus: Media Briefing Kick Off Qoala Plus 2022 di The Ritz-Carlton Hotel, Jakarta, Selasa (18/1). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

Senior Vice President Sales Qoala Plus Banua Sianturi (kiri) dan Co-Founder & COO Qoala Tommy Martin pada acara Qoala Plus: Media Briefing Kick Off Qoala Plus 2022 di The Ritz-Carlton Hotel, Jakarta, Selasa (18/1). Foto: Investor Daily/Prisma Ardianto

2022, Qoala Bidik Pertumbuhan Premi Lima Kali Lipat

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:54 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Penyelenggara insurance technology (insurtech) Qoala menargetkan produksi premi dapat meningkat lima kali lipat di tahun 2022. Secara akumulatif, perseroan telah berhasil menutup sebanyak 30 juta polis asuransi sejak 2018 sampai 2021.

Chief Operating Officer (COO) Qoala Tommy Martin menilai bahwa berbagai solusi yang ditawarkan Qoala selama pandemi memberi dampak bagi tenaga pemasar. Proses penjualan asuransi berbasis digital bisa lebih cepat dan mudah tanpa tatap muka langsung.

Alhasil, kata dia, produksi penjualan produk asuransi yang tercermin dari premi berhasil meningkat lima kali lipat di tahun 2021. Dengan fokus pada inovasi produk, volume penjualan, terus menambah tenaga pemasar, dan perluasan cakupan, pihaknya meyakini bisa kembali mencatatkan pertumbuhan di tahun ini.

"Peningkatan lima kali lipat (2022) itu untuk empat negara. Indonesia sendiri menjadi market terbesar Qoala dari empat negara. Jadi perkembangan Qoala di Indonesia itu juga sekitar lima kali lipat, sejalan," kata Tommy usai konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/1)

Dia menjelaskan, saat ini Qoala telah bermitra dengan lebih dari 30 mitra asuransi terpercaya serta berkolaborasi dengan mitra korporat terbaik di seluruh Asia, termasuk sembilan startup unicorn di Indonesia. Dari kerja sama tersebut, perseroan berhasil menutup sekitar 30 juta polis pada periode 2018-2021.

Tommy mengatakan, jumlah itu mungkin akan sedikit bertambah di tahun ini seiring dengan edukasi asuransi dan keuangan kepada masyarakat yang secara konsisten dilakukan pada tiga tahun terakhir.

"Secara otomatis memang average premium kita bertambah, tapi secara volume itu tidak sejalan bisa tumbuh lima kali," imbuh dia.

Menurut Tommy, pertumbuhan premi yang lebih tinggi menunjukkan hal yang baik. Karena hal itu menjadi bukti bahwa tujuan kehadiran insurtech untuk mengedukasi literasi asuransi telah berhasil. Dimulai dengan menawarkan produk asuransi mikro, masyarakat dinilai mulai teredukasi untuk mencari proteksi lebih lewat asuransi tradisional lain dengan nilai premi yang lebih besar.

Dia mengatakan, tiga produk dengan hasil pemasaran terbesar di Qoala adalah asuransi mikro seperti asuransi kendaraan bermotor, asuransi gadget, dan asuransi perjalanan. Tiga produk itu cukup diminati karena berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di tahun ini, sambung Tommy, Qoala akan fokus memperbesar portofolio hasil pemasaran dari produk asuransi jiwa dan kesehatan. Namun demikian, masih perlu sejumlah inovasi sehingga produk asuransi jiwa dan kesehatan bisa lebih simpel dan mudah dijual oleh tenaga pemasar.

Dia meyakini, setiap insurtech memiliki karakteristik dan pangsa pasar yang fokus untuk digarap. Qoala sendiri fokus untuk memasarkan produk asuransi yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Hal itu juga yang membuat perusahaan menjadi pemain terbesar dalam kategori produksi premi di sektor ritel.

Di sisi lain, pihaknya juga telah mempelajari perilaku masyarakat di empat wilayah operasional Qoala yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Setiap tantangan masing-masing negara menjadi pembelajaran untuk menentukan fokus, termasuk karakteristik produk asuransi yang ditawarkan Qoala.

"Kita juga memahami perilaku masyarakat di negara lain. Di Malaysia dan Thailand misalnya, asuransi sudah menjadi sesuatu yang sangat umum. Dari pembelajaran ini, diharapkan kita bisa membawa hal tersebut ke Indonesia juga. Inovasi akan dipercepat sehingga pemahaman masyarakat bisa lebih bagus lagi," ucap Tommy.

Sementara itu, pencapaian Qoala tidak terlepas dari kontribusi dan kinerja positif dari Qoala Plus, platform yang turut membantu tenaga pemasar menjual berbagai produk asuransi. Qoala Plus juga mencatatkan pertumbuhan angka pemasaran hingga lima kali lipat di 2021 dan menargetkan pertumbuhan yang sama di tahun ini. Adapun sebanyak 50 ribu tenaga pemasar pun digandeng sepanjang 2021.

"Aplikasi Qoala Plus juga bermanfaat bagi para perusahaan asuransi dengan membantu meningkatkan penjualan produk melalui channel distribusi baru lewat akses dan layanan yang terdigitalisasi," ujar Senior Vice President Sales Qoala Plus Banua Sianturi.

Dia menambahkan, Qoala Plus turut meningkatkan kesejahteraan tenaga pemasar melalui peningkatan kecanggihan teknologi yang memberikan kemudahan akses asuransi. Pihaknya terus melakukan edukasi kepada tenaga pemasar dan mendorong digitalisasi proses kerja agar tenaga pemasar menjadi lebih produktif.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN