Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Keluarga muda sedang mempersiapkan persalinan buah hati. ( Foto ilustrasi: Istimewa )

Keluarga muda sedang mempersiapkan persalinan buah hati. ( Foto ilustrasi: Istimewa )

Tips untuk Para Ibu Mempersiapkan Persalinan Buah Hati

Jumat, 21 Januari 2022 | 11:59 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kestabilan finansial merupakan hal yang penting di tengah tantangan dan ketidakpastian pandemi Covid-19, terutama bagi para keluarga muda yang sedang menantikan kehadiran buah hati. Ada begitu banyak hal yang dipersiapkan selain mental dan emosional, yaitu persiapan keuangan – yang menjadi faktor utama – tetapi kerap luput dari perhatian para calon orang tua.

Oleh karena itu dengan webinar bertajuk “Persalinan Nyaman, Keuangan Keluarga Aman” yang diselenggarakan Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli bersama dengan Nova.id, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi literasi keuangan untuk keluarga Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan di setiap langkah kehidupan.

Persiapan dan dukungan finansial yang matang menjadi hal penting sebagai landasan rasa tenang atau peace of mind bagi para calon ibu, karena ini turut memengaruhi kesehatan mental dan fisik selama kehamilan. Sebagai salah satu bagian dari rencana keuangan masa depan yang matang, para calon orang tua dapat mempertimbangkan asuransi jiwa dan kesehatan.

Business Director Allianz Life Indonesia, Bianto Surodjo menyatakan agar keuangan rumah tangga tetap stabil, calon orang tua dapat mulai menabung dan mempersiapkan dana darurat sedini mungkin. Dengan begitu, ketika terjadi suatu hal di luar rencana maka rumah tangga tidak akan mengalami kesulitan keuangan.

“Sekarang ladang untuk berutang itu banyak. Namun, ini tentu tidak akan menyelamatkan keuangan selamanya. Para orang tua atau calon orang tua perlu melakukan perencanaan keuangan yang matang dan mengalokasikan dana ke asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan bagi keluarga untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan atau di luar rencana,” ujar Bianto dalam keterangan tertulis, Kamis (20/1).

Tetapi tidak melulu soal tantangan finansial, karena kurangnya edukasi mengenai kesehatan calon ibu dan bayi turut menjadi sebuah kekhawatiran. Bidan Novelita Damanik mengungkapkan, masih banyak pasangan muda yang mengabaikan pemeriksaan kesehatan sebelum kehamilan.

“Di masa kehamilan, masih banyak pasangan yang tidak rutin memeriksakan kondisi janin. Akibatnya, ibu tidak memahami kondisi dan kesiapan fisiknya untuk hamil. Kondisi janin yang dikandung pun tidak terkontrol,” katanya.

Rendahnya tingkat pengetahuan para calon ibu dan calon ayah seputar kondisi kesehatan dan kehamilan menjadi salah satu penyebab banyaknya calon orang tua yang mudah memercayai informasi yang belum tentu benar dan akurat di media sosial. Dituturkan oleh Novelita, bahwa banyak calon ibu yang menggali informasi berdasarkan testimoni atau pengalaman mengandung ibu lainnya. Padahal, tidak semua ibu memiliki kondisi fisik dan kehamilan yang sama.

“Sebagai contoh, soal pilihan melahirkan. Banyak ibu mendengar tentang sakitnya melahirkan normal sehingga memilih persalinan caesar tanpa konteks. Maksudnya, mereka memilih persalinan tersebut tanpa adanya indikasi komplikasi atau rekomendasi dokter,” imbuh dia.

Tentunya, proses persiapan kehadiran sang buah hati yang dapat dilakukan calon orang tua tidak harus dilakukan dengan biaya yang mahal. Terdapat banyak pilihan fasilitas kesehatan (faskes) yang dapat disesuaikan dengan ketersediaan finansial pasangan. Tidak hanya rumah sakit, pasangan juga dapat berkunjung ke klinik bidan dan puskesmas sehingga calon ibu juga dapat berkonsultasi dengan nyaman untuk memantau kesehatan diri dan janin.

Bianto mengatakan, apabila sumber dana terbatas maka asuransi jiwa dapat diprioritaskan untuk anggota keluarga yang bekerja sebagai pencari nafkah utama terlebih dahulu. Sementara asuransi kesehatan bisa diberikan kepada seluruh anggota keluarga, sehingga keuangan tidak kesulitan ketika terkena musibah yang tidak diinginkan.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN