Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, saat pertemuan OJK yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Kamis (20/1/2022). Foto: tangkapan layar youtube

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, saat pertemuan OJK yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Kamis (20/1/2022). Foto: tangkapan layar youtube

Selasa Besok, Hari Terakhir Pendaftaran Calon Pimpinan OJK  

Senin, 24 Januari 2022 | 19:52 WIB
Prisma Ardiayanto

JAKARTA, investor.id – Selasa besok, 25 Januari 20212 adalah hari terakhir pendaftaran Seleksi Calon Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022-2027. Pendaftaran telah dibuka sejak 7 Januari 2022.

"Pendaftaran dilakukan secara daring (online) pada laman https://seleksidkojk.kemenkeu.go.id/ selama 12 hari kerja terhitung mulai tanggal 7 Januari 2022. Pendaftaran ditutup tanggal 25 Januari 2022 pukul 23.59 WIB," demikian siaran pers Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Calon DK OJK 2022-2027, dikutip Investor Daily, Senin (24/1).

Pendaftaran itu dibuka untuk mengisi 7 jabatan anggota non Ex-officio DK OJK. Meliputi (1) Ketua merangkap anggota, (2) Wakil Ketua sebagai Ketua Komite Etik merangkap anggota, (3) Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap anggota.

Kemudian (4) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap anggota dan (5) Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya merangkap anggota. Lalu (6) Ketua Dewan Audit merangkap anggota, serta (7) Anggota yang membidangi edukasi dan perlindungan konsumen.

Ada sejumlah nama yang sempat beredar sebagai kandidat ketua Dewan Komisioner OJK, yakni mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi, dan Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas, Friderica Widyasari Dewi. Kartika Wirjoatmodjo sempat diunggulkan sebelumnya, namun dia ternyata justru menjadi anggota panitia seleksi.


Dalam pelaksanaannya, seleksi terhadap calon anggota DK OJK terdiri atas empat tahap, antara lain tahap pertama administrasi. Tahap kedua, penilaian makalah, rekam jejak dan masukan masyarakat. Tahap ketiga penilaian asesmen dan tes kesehatan. Lalu tahap keempat yakni afirmasi atau wawancara.

Setelah proses afirmasi/wawancara, Pansel akan memilih 21 satu calon anggota DK untuk disampaikan kepada Presiden. Dari 21 calon tersebut, Presiden akan mengajukan 14 nama kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menjalani proses uji kepatutan dan kelayakan.

Adapun setelah proses uji kepatutan dan kelayakan oleh DPR, Presiden akan menetapkan 7 calon anggota DK OJK periode 2022–2027. Kemudian diharapkan pelantikan DK OJK dapat terlaksana pada tanggal 20 Juli 2022.

Seperti yang telah disiarkan sebelumnya, masa jabatan anggota DK OJK periode 2017–2022 akan segera berakhir pada tanggal 20 Juli 2022. Oleh karena itu, Presiden melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 145/P Tahun 2021 tentang Pembentukan Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Periode 2022–2027 pada 24 Desember 2021, mencari pimpinan baru OJK melalui mekanisme seleksi yang transparan, akuntabel, dan melibatkan partisipasi publik.

Sesuai Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK beserta penjelasannya, Panitia Seleksi berjumlah 9 orang dan keanggotaannya terdiri atas unsur Pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan masyarakat. Adapun unsur masyarakat adalah akademisi di sektor jasa keuangan, masyarakat industri Perbankan, industri Pasar Modal, dan/atau industri Keuangan Non-Bank yang meliputi Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya.

Susunan Panitia Seleksi sesuai Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2021 menunjuk Sri Mulyani Indrawati sebagai Ketua merangkap Anggota (mewakili Pemerintah), Perry Warjiyo sebagai Anggota (mewakili Bank Indonesia), Kartika Wirjoatmodjo sebagai Anggota (mewakili Pemerintah), dan Suahasil Nazara sebagai Anggota (mewakili Pemerintah).

Kemudian, Dody Budi Waluyo sebagai Anggota (mewakili Bank Indonesia), Agustinus Prasetyantoko sebagai Anggota (mewakili masyarakat akademisi), Muhamad Chatib Basri sebagai Anggota (mewakili masyarakat industri Perbankan). Ada pula Ito Warsito sebagai Anggota (mewakili masyarakat industri Pasar Modal), dan Julian Noor sebagai Anggota (mewakili masyarakat Industri Keuangan Non-Bank).

OJK yang dibentuk dengan UU Nomor 21/2011 tentang OJK mempunyai tujuan agar keseluruhan kegiatan jasa keuangan di dalam sektor jasa keuangan (SJK) terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel. Sekaligus mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

Fungsi, tugas, dan wewenang OJK dilakukan oleh Dewan Komisioner melalui pembagian tugas yang jelas demi pencapaian tujuan OJK. Tugas anggota DK meliputi bidang tugas terkait kode etik, pengawasan internal melalui mekanisme dewan audit, edukasi dan perlindungan konsumen, serta fungsi, tugas, dan wewenang pengawasan untuk sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya

Editor : Hari Gunarto (hari_gunarto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN