Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kondisi SPBU di Majene sebelum dan pasca gempa

Kondisi SPBU di Majene sebelum dan pasca gempa

GEMPA MAJENE

KABMN Berpotensi Bayar Klaim Aset BPKP Rp 60 Miliar 

Senin, 24 Januari 2022 | 21:09 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (KABMN) yang terdiri atas perusahaan asuransi umum dan reasuransi di Indonesia berpotensi membayarkan klaim sekitar Rp 60 miliar terhadap aset Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang terdampak gempa bumi di wilayah Majene, Sulawesi Barat, pada awal 2021.

Direktur Maipark sekaligus Komite Teknik KABMN, Heddy Agus Pritasa mengungkapkan, laporan atas klaim dampak gempa bumi di wilayah sekitar Majene sudah banyak yang terselesaikan pada tahun kejadian atau pada 2021. Salah satu klaim yang masih dalam perhitungan adjuster adalah aset terdampak BPKP.

"Sisanya masih menunggu update dari ceding company, yang besar yaitu loss dari aset BPKP di KABMN Mamuju sekitar Rp 60 miliar. Adjustment kerugian dilakukan veding company guna melihat besaran klaim," kata Heddy kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (24/1).

Dia menjelaskan, umumnya jika nilai klaim relatif besar, pengatur kerugian (loss adjuster) ditunjuk untuk melakukan hal tersebut. Sedangkan jika klaim cenderung kecil cukup ditangani ceding company itu sendiri,” tutur dia.

Menurut Heddy Agus Pritasa, Maipark mengestimasi dampak kerugian asuransi umum akibat gempa bumi Majene minimal Rp 46 miliar dan maksimal Rp 90 miliar. Adapun total eksposur nasional industri asuransi umum di wilayah terdampak tercatat Rp 925 miliar.

Proyeksi tersebut, kata dia, didasarkan pada data on risk pada 15 Januari 2020 melalui hasil awal simulasi Maipark Catastrophe Modelling (MCM). Maipark menyatakan, nilai kerugian merupakan hasil simulasi akibat guncangan gempa saja tanpa memperhitungkan bahaya sekunder, seperti tsunami dan likuifaksi yang terjadi.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa bumi Majene menyebabkan kerusakan berat setidaknya pada kantor gubernur Sulawesi Barat, Hotel Maleo, dan kantor PLN Mamuju. Sulawesi Barat merupakan wilayah yang tersusun atas tektonik kompleks.

Gempa bumi awalnya terjadi di Majene pada 14 Januari 2021 dengan kekuatan Magnitudo Mw=5,7 (USGS) dikategorikan gempa dangkal dengan kedalaman hiposenter 18 km. Gempa signifikan kembali terjadi akibat segmentasi rupture pada 15 Januari 2021 pukul 02.28 WITA dengan Magnitudo 6,2 Mw.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN