Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
OVO Bareksa Fintech Academy (Foto: Dok.PR)

OVO Bareksa Fintech Academy (Foto: Dok.PR)

OVO Bareksa Fintech Academy Gencar Cetak Talenta Digital

Kamis, 17 Februari 2022 | 14:43 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id- Platfrom OVO dan Bareksa terus mendorong tercipatnya talenta digital, seiring dengan meningkatnya sektor ekonomi digital di Indonesia.

Kedua platform ini sekakat bahwa, peningkatan ekonomi digital harus diimbangi oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar memiliki daya saing dan dapat berkompetisi dengan talenta digital di kawasan regional.

Advertisement

Untuk itu, pada 2021 lalu OVO dan Bareksa telah memperkenalkan inisiatif Fintech Academy bersama Universitas Katolik Atma Jaya (Unika Atma Jaya) dan Universitas Indonesia (UI) sebagai upaya bersama dalam meningkatkan kualitas SDM tersebut serta mendorong literasi keuangan digital di Indonesia.

“Sebagaimana dikutip Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), hasil penelitian McKinsey dan Bank Dunia menyebutkan bahwa Indonesia masih membutuhkan 9 juta digital talent untuk memenuhi kebutuhan industri hingga 2030, atau sekitar 600 ribu orang setiap tahunnya. Fintech Academy adalah wujud kolaborasi OVO dan Bareksa selaku pelaku industri bersama dengan institusi pendidikan untuk mempersiapkan talenta digital yang kompeten demi merealisasikan visi Indonesia sebagai negara ekonomi digital terkuat di Asia Tenggara,” kata Harumi Supit, Head of Corporate Communications OVO melalui siaran pers, Kamis (17/2).

Sepanjang 2021 lalu, Fintech Academy telah diikuti oleh 150 mahasiswa, dan memiliki bobot tiga satuan kredit semester (SKS) dengan dengan total 70 jam waktu pengajaran untuk dua kampus Unika Atma Jaya dan UI.

Ada 28 pertemuan secara daring dengan 16 topik berbeda, mulai dari perkenalan industri fintech, perkenalan artificial intelligence (AI) dan machine learning, manajemen resiko di fintech, hingga marketing dan public relations (PR) di dunia fintech.

“Saya sangat puas mengikuti kuliah fintech yang diadakan oleh Fintech Academy. Paparan materi dari dosen dan juga praktisi OVO dan Bareksa menarik dan sangat bermanfaat. Saya sangat merekomendasikan teman-teman untuk mengikuti kuliah Fintech Academy batch berikutnya,” tutur Gessyani Liesica, mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya angkatan 2019.

Anggun Larasati, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI menambahkan, program Fintech Academy dapat menjadi bekal dirinya saat menghadapi dunia kerja saat lulus kuliah. Anggun memberikan apresiasinya terhadap para praktisi yang berbagi pengetahuan terkini dalam industri fintech.


“Kuliah ini sangat menyenangkan karena saya bertemu dengan pembicara yang hebat dan handal dengan berbagai latar belakang profesi dari OVO dan Bareksa. Mereka dapat menjelaskan seluruh materi dengan komprehensif,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Bank Indonesia mencatat nilai transaksi uang elektronik juga tumbuh pesat hingga 49,06% (yoy) mencapai Rp 305,4 triliun di 2021, diproyeksikan meningkat 17,13% (yoy) hingga mencapai Rp 357,7 triliun untuk tahun 2022. Saat ini Indonesia memiliki 8 unicorn dan menduduki posisi nomor 2 unicorn terbanyak di ASEAN.

Namun begitu, daya saing tenaga kerja Indonesia masih tertinggal dibandingkan tenaga kerja sejumlah negara ASEAN lain, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura. Penelitian World Competitiveness Ranking oleh Institute for Management Development (IMD) pada 2020 lalu menyatakan bahwa Indonesia menempati posisi ke-40 dari 63 negara.

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN