Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu (kiri) bersama Head of Research, Product, and Consulting Services Infovesta Utama Edbert Suryajaya (kiri atas) dan para peraih penghargaan diantaranya: Head of Investment Communication & Fund Development Allianz Life Indonesia Meta Lakhsmi Permata Dewi, Presiden Direktur PT AXA Mandiri Financial Services Handojo G. Kusuma, Head of Investment PT Asuransi Jiwa Astra Rachman Untung Budiman, Head of Investment Marketing PT AIA Financial Anita Haryani, Head Institution & Public Relation BNI Life Romi Asparino, Direktur Avrist Assurance Ian Ferdinan Natapradja, Chief of Proposition Direct Marketing & Partnership PT AXA Financial Indonesia Yudhistira Dharmawata, Head of Investment PT Sun Life Financial Indonesia Kennyarso Soejatman, Chief Investment Officer PT Prudential Life Assurance Novi Imelda, Director and Chief Investment Officer PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk Tomoyuki Monden saat acara Unit Link Awards 2022 secara virtual pada Jumat 18 Februari 2022. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings Primus Dorimulu (kiri) bersama Head of Research, Product, and Consulting Services Infovesta Utama Edbert Suryajaya (kiri atas) dan para peraih penghargaan diantaranya: Head of Investment Communication & Fund Development Allianz Life Indonesia Meta Lakhsmi Permata Dewi, Presiden Direktur PT AXA Mandiri Financial Services Handojo G. Kusuma, Head of Investment PT Asuransi Jiwa Astra Rachman Untung Budiman, Head of Investment Marketing PT AIA Financial Anita Haryani, Head Institution & Public Relation BNI Life Romi Asparino, Direktur Avrist Assurance Ian Ferdinan Natapradja, Chief of Proposition Direct Marketing & Partnership PT AXA Financial Indonesia Yudhistira Dharmawata, Head of Investment PT Sun Life Financial Indonesia Kennyarso Soejatman, Chief Investment Officer PT Prudential Life Assurance Novi Imelda, Director and Chief Investment Officer PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk Tomoyuki Monden saat acara Unit Link Awards 2022 secara virtual pada Jumat 18 Februari 2022. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Unit Link Kuasai 62,5% Premi Asuransi Jiwa

Minggu, 20 Februari 2022 | 00:28 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Pangsa produk unit link terus meningkat selama lima tahun terakhir dan pada kuartal III-2021 menguasai 62,5% premi asuransi jiwa. Perusahaan asuransi sebagai penerbit polis unit link harus menjaga komitmen tata kelola yang baik supaya tercipta produk bertanggung jawab dan bermanfaat bagi nasabah.

Unit link ser ta bisnis asuransi lainnya ikut terkena dampak pandemic Covid-19. Pada tahun 2020, premi unit link turun 3,5% menjadi Rp 98,2 triliun. Namun pada tahun 2021 hingga kuartal III seiring dengan pertumbuhan ekonomi, premi unit link kembali meningkat 9,05% year on year (yoy).

Premi asuransi yang diraih dari unit link kian dominan dari tahun ke tahun. Premi unit link sempat memiliki pangsa 43,9% pada tahun 2016 terhadap premi asuransi jiwa dan terus meningkat hingga mencatatkan porsi mayoritas sebesar 54,7% pada tahun 2019, dan pada akhir 2020 sudah 57,5%.

“Sedangkan pada September 2021 pangsa unit link meningkat lebih besar lagi menjadi 62,5%.Dominannya unit link mendorong pertumbuhan premi asuransi jiwa juga ikut naik 7,2% year on year pada kuartal III-2021,” kata News Director Beritasatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu dalam pembukaan acara pemberian Unit Link Awards 2022 yang diselengarakan majalah Investor dan disiarkan Beritasatu TV, Jumat (18/2).

Acara Unit Link Awards 2022 secara virtual pada Jumat 18 Februari 2022. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Acara Unit Link Awards 2022 secara virtual pada Jumat 18 Februari 2022. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Lebih lanjut, penetrasi asuransi di Indonesia pada tahun 2021 baru mencapai 3,18%, antara lain penetrasi asuransi jiwa 1,19%, asuransi umum 0,49%, asuransi sosial 1,45%, dan asuransi wajib 0,08%. Angka densitas pun baru mencapai Rp 1,8 juta.

“Dibandingkan lima negara Asean, penetrasi Indonesia masih berada di posisi paling bawah. Kondisi ini menunjukkan potensi untuk tumbuh dari asuransi di Indonesia masih sangat besar,” jelas dia.

Dengan melihat semakin besarnya porsi unit link dan potensi yang menyertainya, produk itu tentu perlumenjadi perhatian lebih. Perusahaan asuransi sebagai penerbit polis unit link harus menjaga komitmen tata kelola yang baik supaya tercipta produk bertanggung jawab dan bermanfaat bagi nasabah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam waktu dekat akan menerbitkan aturan terbaru mengenai produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYD), yang di antaranya merupakan unit link. Kehadiran regulasi terbaru itu diharapkan bisa mendorong produk unit link lebih dipertanggungjawabkan, mulai dari sisi tata kelola, transparansi, hingga memastikan perlindungan konsumen berjalan optimal.

Baca juga: Aturan Baru Segera Terbit, Produk Unit Link Bisa Lebih Dipertanggungjawabkan

Kalangan pelaku industri asuransi khususnya yang memasarkan unit link hendaknya menyadari praktek yang kurang menyenangkan bagi pemegang polis. Unit link adalah high product, produk asuransi yang rumit karena dana asuransi lebih banyak ditempatkan di berbagai instrument investasi.

“Ini cukup rumit dan tidak semua diketahui nasabah. Nasabah perlu diberikan pengertian bahwa unit link adalah produk jangka panjang, lebih dari 10 tahun agar bisa memberikan return atau imbal hasil yang layak,” kata Primus.

Dia memaparkan, cukup banyak dana investasi asuransi yang ditempatkan pada instrumen saham dan umumnya saham-saham blue chips yang berada di LQ45 dan IDX30. Namun saham-saham dalam kategori tersebut umumnya turun dalam kurun waktu Maret 2020 hingga pertengahan 2021.

Ketika itu, nilai tunai pemegang polis unit link turunsignifikan seiring penurunan harga saham. Pemegang polis yang tidak memiliki pemahaman menganggap dananya pun hilang.

“Kini harga saham blue chips telah bangkit secara year to date (ytd), kenaikan indeks LQ45 dan IDX30 lebih tinggi daripada kenaikan IHSG dan investasi pada saham-saham blue chips ini diperkirakan akan terus membaik tahun ini dan tahun-tahun akan datang,” ucap Primus.

Baca juga: Inilah Produk Unit Link Terbaik 2022

Di sisi lain, pelaku usaha khususnya di industri perasuransian mesti lebih optimistis. Ekonomi Indonesia sudah di jalur positif, tumbuh 3,69% pada 2021, setelah mengalami kontraksi pada 2020 sebesar 2,07%. Pemerintah pun menargetkan laju pertumbuhan ekonomi 4,5-5,5% dan optimistis bisa di atas level 5% pada tahun 2022.

Meski ada ancaman inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga di Amerika, ekonomi Indonesia pada tahun ini diyakini bertumbuh sesuai dengan target. Kredit perbankan diperkirakan meningkat di atas 7% dan pemerintah terus memberikan stimulus pada dana penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN) yang tahun ini dianggarkan Rp 455,6 triliun.

Lebih lanjut, ekonomi Indonesia tahun ini menunjukkan kekuatan lebih besar dibandingkan periode 2012-2013. Pada saat itu, Federal Reser ve (The Fed) mengakhiri stimulusnya sehingga kurs rupiah mengalami depresiasi tajam. Namun saat ini, ketika bank sentral Amerika berencana untuk menaikkan suku bunga dan tapering off telah terjadi sejak tahun lalu, kurs rupiah terhadap dollar Amerika tetap stabil di level 14.200-14.400.

“Hari-hari ini pun ekonomi Indonesia cukup membanggakan. Ada surplus neraca perdagangan, surplus neraca transaksi berjalan, surplus neraca pembayaran, dan cadangan devisa Indonesia masih di atas US$ 140 miliar,” paparnya.

Di pasar modal, indeks harga saham gabungan (IHSG) terus mengukir rekor baru (all time high). Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Rabu (16/2/2022), indeks ditutup di level 6.850, naik 4% dibanding akhir Desember 2021. Indeks diperkirakan terus melaju menembus 7.000 selambatnya pada Maret 2022 dan pada akhir 2022 indeks diperkirakan akan menembus level 7.500.

“Hari-hari ini ekonomi Indonesia diliputi sentimen positif. Posisi Indonesia sebagai Presidensi G20 membuat Indonesia semakin membuat perhatian dunia. Indonesia masuk dalam radar para manajer investasi dunia,” demikian kata Primus.

Head of Research, Product, and Consulting Services Infovesta Utama Edbert Suryajaya. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Head of Research, Product, and Consulting Services Infovesta Utama Edbert Suryajaya. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Head of Research, Product, Consulting PT Infovesta Utama Edbert Suryajaya menambahkan, kondisi di pasar investasi dalam beberapa tahun terakhir sangat menantang. Berdasarkan data Infovesta terkait perkembangan kinerja unit link hingga akhir 2021, tercatat hanya unit link jenis pendapatan tetap yang mencatatkan kinerja tertinggi dibanding jenis lainnya, meskipun di tengah pemulihan kinerja IHSG.

“Pandemi memberi tekanan seluruh pasar investasi pada tahun 2020. Apalagi sebelumnya pada tahun 2019 ada perang dagang antara Amerika-Tiongkok sehingga turut memberikan tantangan pada pelaku pasar, termasuk pasar unit link. Dengan adanya pemulihan ekonomi, tentu diharapkan kinerja unit link bisa membaik,” demikian kata Edbert.

Produk Bertanggungjawab

Proporsi premi asuransi
Proporsi premi asuransi

Lebih lanjut, Primus menuturkan, unit link adalah produk yang rumit sehingga perlu sejumlah pembatasan, baik dari sisi agen pemasar, pemegang polis, hingga cara pemasarannya. Karena itu, sebaiknya tidak semua agen asuransi jiwa bisa menjual produk tersebut. Hanya agen yang terdidik dan terlatih yang boleh menjual, termasuk adanya sertifikasi agen pemasar dari pihak otoritas.

Berikutnya, tidak semua orang boleh menjadi nasabah unit link. Hanya nasabah yang punya pengetahuan tentang investasi, khususnya investasi portofolio, mengerti valuasi saham, dan aset lainnya. Ketiga, penjualan unit link boleh saja dilakukan secara digital atau online, tetapi bisa lebih baik jika dilakukan secara campuran (hybrid) secara tatap muka.

“Meski ada sejumlah masalah, show must go on, kita mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan yang tetap mengizinkan unit link tetap beroperasi, mengingat dominannya unit link pada premi asuransi. Kalau itu tidak diperkenankan untuk dilanjutkan maka dampaknya akan jauh lebih besar,” jelas Primus.

Dia mengungkapkan, OJK tengah mempersiapkan sejumlah perbaikan. Dalam waktu dekat, regulator sektor jasa keuangan itu akan menerbitkan aturan terbaru PAYDI, termasuk unit link.

Ada sejumlah catatan dari peraturan tersebut. Pertama, persyaratan bagi perusahaan yang bisa memasarkan produk unit link. Perusahaan sebagai pemasar harus memiliki aktuaris dan WMI, memiliki sistem informasi mendukung, modal minimum yang cukup, serta memiliki berbagai fungsi pendukung lain.

Kedua, dari sisi spesifikasi produk, jenis risiko yang ditanggung boleh hanya menyangkut risiko meninggal dan kecelakaan (personal accident/ PA). PAYDI dipersyaratkan sekurang -kurangnya memberikan risiko meninggal alami.

Baca juga: Aturan Terbaru Unit Link Segera Terbit

Kemudian, tidak ada waiting period, uang pertanggungan (UP) minimum dinaikkan menjadi Rp 100 untuk polis Rupiah dan Rp 500 juta untuk polis valas.

Ketiga, mengenai transparansi produk, perusahaan asuransi wajib menyediakan ringkasan informasi produk, termasuk isi minimumnya. Nasabah wajib mengetahui isi penempatan investasi, termasuk rincian penempatan saham dan instrument lainnya. Dari sini, nasabah bisa ikut belajar mengetahui perkembangan nilai investasinya. Persyaratan pemahaman pemegang polis yang masuk dalam catatan keempat, mengatur kewajiban memastikan nasabah paham atas produk dan risiko, melalui kepemilikan SID dan pelaksanaan analisis profil risiko, serta kebutuhan konsumen.

Sedangkan PAYDI valas hanya dipasarkan kepada pemegang polis yang memiliki pemahaman atas risiko valas, dibuktikan dengan kepemilikan rekening dalam valas. Terakhir adalah pengaturan terkait tata kelola investasi PAYDI, antara lain yakni kewajiban penggunaan bank kustodian untuk penatausahaan aset dan penghitungan NAB, kewajiban melakukan monitoring dan evaluasi strategi dan kinerja investasi secara berkala, batasan investasi pada satu pihak yang terafiliasi, dan persyaratan penempatan investasi pada MTN.

“Tata kelola ini menjadi penting agar produk benar-benar bisa dipertanggungjawabkan,” kata Primus.

Dampak Aturan Terbaru

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu saat acara Insurance Outlook 2022 dengan tema Kebangkitan Industri Asuransi Pasca Pandemi Covid-19 secara virtual pada Kamis 27 Januari 2022. Webinar ini merupakan kerjasama dengan Indonesia Financial Group dan Allianz Life Indonesia. Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu   Beritasatu Photo/Uthan AR

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan, pihaknya cukup dilibatkan dalam memperbaiki dan menyempurnakan aturan PAYDI yang memang sudah cukup usang. Ketentuan yang ada sebelumnya telah dipakai selama 15 tahun.

“Memang SEOJK PAYDI (terbaru) ini menekankan pada perlindungan konsumen, tentunya dibuat seimbang dengan perusahaan asuransi. Karena bagaimanapun perlindungan konsumen itu perlu juga mempertimbangkan bisnis. Katakanlah bisnis nantinya dicoba untuk lebih seimbang,” kata dia.

Sebab, sambung dia, ada sebanyak 4,9 juta polis dengan 5,5 juta tertanggung yang menikmati kehadiran dari PAYDI melalui produk unit link dalam kurun 2016-2020. Manfaat yang dibayarkan perusahaan asuransi jiwa kepada penerima manfaat itu mencapai Rp 335 triliun.

“Pada kuartal III-2021 nasabah unit link ada sekitar 6 juta. Jadi kalau ditotal itu ada sekitar 11 juta. Artinya ada demand di produk ini. Nah karena jumlahnya cukup besar, maka regulasi atau SEOJK akan mensyaratkan untuk melakukan pembenahan secara end to end,” jelas Togar.

Baca juga: OJK Bakal Atur Besaran Minimal Alokasi Dana Investasi Unit Link

Togar mengatakan, memang sudah saatnya perusahaan asuransi melakukan perbaikan secara end to end, mulai dari tenaga pemasar di lapangan sampai proses klaim yang menjadi masalah dasar. Semua diperbaiki dan disesuaikan dengan kondisi saat ini. Regulasi akan sangat ketat, tapi regulasi bukan hanya melindungi konsumen, namun juga bagi keberlangsungan perusahaan asuransi.

Dia memperkirakan akan ada imbas yang diterima perusahaan asuransi jiwa ketika aturan resmi diterbitkan. “Pasti akan brebet, artinya regulasi ini kan harus diimplementasikan, mulai dari rekaman, welcoming call, surat pernyataan seputar produk,itu butuh waktu. Semua itu tentu akan ada perlambatan (bisnis), tapi sifatnya sementara,” demikian beber Togar.

Komitmen Asuransi Jiwa

Nilai premi asuransi
Nilai premi asuransi

Di samping itu, sejumlah pelaku usaha memberi pandangan dan upaya mereka menjaga komitmen sebagai pemasar dan penerbit unit link. Upaya- upaya memberikan layanan terbaik dan terukur dalam rangka memberikan imbal hasil yang optimal diyakini bisa terus menjaga kepercayaan nasabah, sekaligus dapat memperluas jangkauan proteksi asuransi kepada masyarakat.

Head of Investment PT Asuransi Jiwa Astra Rachman Untung Budiman mengatakan, pihaknya bersemangat untuk terus beradaptasi dan berinovasi dalam menghadirkan berbagai produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Produk yang dimaksud mulai dalam bentuk asuransi jiwa murni maupun unit link.

“Sebagai upaya Astra Life untuk meningkatkan kinerja unit link, kami optimistis dapat meningkatkan tata kelola manajemen risiko lebih baik, memperhatikan kebutuhan masyarakat, dan mengutamakan prinsip kehati-hatian. Sejalan dengan itu, kami berkomitmen melindungi lebih banyak nasabah dan melayani lebih baik melalui berbagai macam inovasi dengan semangat ‘I Got Your Back’, untuk memastikan seluruh nasabah terus mencintai hidup,” jelas dia.

President Director PT AIA Financial (AIA) Sainthan Satyamoorthy mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi para nasabah dan masyarakat atas kepercayaannya kepada AIA. Termasuk para karyawan dan mitra yang telah bekerja keras menghadirkan produk unit link dengan mengedepankan unsur proteksi sebagai esensi utama perusahaan asuransi jiwa.

“Fokus utama kami adalah memastikan hasil investasi unit link dapat dimanfaatkan untuk membayar proteksi asuransi jiwa dan kesehatan untuk jangka panjang. Kami dengan bangga ingin sampaikan bahwa AIA Group merupakan perusahaan asuransi jiwa pertama yang patuh pada standar GIPS atau Global Investment Per formance Standard di kawasan Asia Pasifik,” beber Sainthan.

Dia menjelaskan, GIPS adalah sejumlah standar yang digunakan secara sukarela oleh manajer investasi di seluruh dunia untuk memastikan keterbukaan dan gambaran yang benardari kinerja investasi. Pihaknya meyakini bisa mempertahankan kinerja dan kepercayaan nasabah di masa depan.

Ekonomi Indonesia
Ekonomi Indonesia

Senada, Head of Investment Communication and Fund Development Allianz Life Indonesia Meta Lakshmi Permata Dewi menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga kepercayaan nasabah. Seperti dengan menyediakan solusi perlindungan asuransi dan juga pengelolaan fund yang optimal.

“Tujuan perusahaan dalam mengelola aset bukan hanya untuk mendukung rencana masa depan nasabah, tapi juga masa depan generasi selanjutnya melalui investasi yang berkelanjutan. Allianz akan terus menyediakan solusi finansial bagi nasabah dan melindungi lebih banyak lagi masyarakat Indonesia,” ucap dia.

Adapun Head of Investment PT Sun Life Financial Indonesia Kennyarso Soejatman mengungkapkan, penghargaan Unit Link Awards 2022 yang diterima perusahaan merupakan bukti dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, baik itu karyawan dan tenaga pemasar. Khususnya nasabah yang tidak menunda perencanaan keuangan.

“Kami percaya bahwa untuk menghadapi hari esok yang penuh dengan ketidakpastian, kita semua perlu bekal terbaik agar lebih siap. Kami di Sun Life berdoa semoga pandemi segera dapat teratasi sehingga industri jiwa dapat lebih maju dan masyarakat Indonesia dapat memiliki perencanaan keuangan hari ini untuk meraih hari esok yang lebih cerah,” jelas dia.

Baca juga: Unit Link Beauty or the Beast? Dihindari atau Dicintai?

Sementara Head of Institution dan Public Relation BNI Life Romi Asparino mengungkapkan, penghargaan yang diperoleh dari Unit Link Awards 2022 akan menambah kepercayaan bagi nasabah atas produk-produk perusahaan, khususnya produk unit link.

Selain itu, tentu menambah semangat bagi karyawan dan manajemen BNI Life agar dapat bekerja lebih baik lagi menyediakan pelayanan terbaik bagi nasabah.

“Dalam rangka menjaga kepuasan dan kepercayaan nasabah terhadap produk unit link, kami konsisten menjaga kinerja instrumen investasi yang kami miliki agar tetap kompetitif dan prudent, dengan berpedoman pada kebijakan perusahaan dan regulator. Kami juga senantiasa melakukan edukasi mengenai produk unit link kepada nasabah melalui kanal komunikasi yang kami miliki,” kata Romi.

Chief of Digital Transformation PT Asuransi Simas Jiwa Yusuf Sutarko menuturkan bahwa belakangan ini unit link mendapat sorotan lebih dari masyarakat, seiring dengan pasar investasi yang juga mendapat perhatian dari berbagai generasi. Sebagai penyedia jasa keuangan dan proteksi finansial, perusahaan menyadari bahwa PAYDI membutuhkan kinerja investasi yang dikelola dengan baik, disertai transparansi pengembangan nilai tunai nasabah.

“Menyadari hal ini, sebagai salah satu unit usaha dari Grup Sinarmas senantiasa berkomitmen memberikan kinerja investasi terbaik yang melekat pada setiap produk. Terutama agar nasabah dan masyarakat di Indonesia mendapat benefit dari produk unit link yang menjadi salah satu produk unggulan,” terang Yusuf.

Director & Chief of Investment Officer PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk menanggapi bahwa pihaknya ikut berupaya memberikan pelayanan terbaik. “Kami berharap dengan memberikan fund terbaik serta produk dan layanan yang inovatif, kami berkomitmen menjadi forever trusted partner bagi nasabah kami,” kata dia.

Begitu juga Director & CAO Sequis Life Franky Nayoan yang menyatakan untuk keempat kalinya Sequis Life mendapat penghargaan Unit Link Awards 2022 dari Majalah Investor. Hal itu menjadi bukti keberhasilan pengelolaan keuangan perusahaan dan keberhasilan menjaga kepercayaan nasabah.

“Tentu penghargaan ini menjadi dorongan semangat kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia,” imbuh dia.

Baca juga: Prudential Indonesia Tangani Keluhan Unit Link lewat Arbitrase Mulai Pekan Depan

Selain itu, Presiden Direktur PT AXA Mandiri Financial Services Handojo G Kusuma turut mengucapkan terima kasih kepada para nasabah atas kepercayaannya terhadap AXA Mandiri. Perusahaan ikut berkomitmen dalam mengelola dana nasabah secara prudent dan fokus memberikan imbal hasil terbaik.

Manfaat investasi itu akan membantu nasabah di dalam mengelola keuangan mereka di dalam jangka panjang, sebagai pelengkap dalam manfaat proteksi unit link yang mereka miliki.

“AXA Mandiri menyediakan beragam pilihan dan produk dana investasi sebagai bagian dari unit link yang dipilih sendiri oleh nasabah sesuai dengan profil risiko mereka, serta tujuan keuangan jangka panjang mereka,” jelas Handojo.

Dia menambahkan, perusahaan bersemangat untuk terus mengembangkan strategi investasi yang prudent dan fokus pada kepentingan nasabah. Handojo memastikan, produk asuransi unit link masih diminati dan menjadi pilihan masyarakat karena memberikan manfaat perencanaan jangka panjang mereka.

Di sisi lain, Direktur Avrist Assurance Ian Ferdinan Natapradja mengatakan, pihaknya juga terus berupaya memberikan yang terbaik.

“Kami juga mengucapkan kepada seluruh keluarga besar Avrist Assurance yang terus bersemangat dan bersinergi untuk menjadikan perusahaan sebagai perusahaan asuransi yang dibutuhkan dan dipercaya masyarakat,” beber dia.

Di sisi lain, Chief Proposition Direct Marketing AXA Financial Yudhistira Dharmawata mengemukakan, perusahaan terus termotivasi dalam mewujudkan komitmen mengembangkan dana investasi dan menghadirkan solusi perlindungan komprehensif. Hal tersebut direalisasikan melalui pilihan fund-fund terbaik bagi nasabah.

“Sehingga hal ini dapat memberikan nilai lebih dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan nasabah. Saya berharap dengan adanya penghargaan ini, dapat memberikan kepercayaan kepada nasabah kami dan juga masyarakat terhadap asuransi di Indonesia, serta produk unit link yang sangat diminati masyarakat,” ujar dia.

Baca juga: Agen Asuransi Harapkan Sengketa Unit Link Segera Tuntas

Terakhir, Chief Investment Officer PT Prudential Life Assurance Novi Imelda menambahkan, pihaknya turut mengapresiasi nasabah perseroan di seluruh Indonesia atas kepercayaan yang telah diberikan. Terima kasih juga ditujukan kepada seluruh tenaga pemasar dan mitra atas kontribusi dan kerja sama selama ini.

Alhamdulillah tahun ini Prudential Indonesia meraih penghargaan yang luar biasa ini dari Majalah Investor. Seluruh kepercayaan dan dukungan yang diberikan pada Prudential Indonesia membuat perusahaan kami kian kokoh dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat agar terlindungi dan kami akan terus mewujudkan perlindungan kepada nasabah,” terang Novi.

Dia mengatakan, besar harapan perusahaan ke depan dapat mewujudkan hidup lebih sehat dan sejahtera. Agar bisa mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan di masa kini dan mendatang.

“Semoga kegiatan ini dapat terus terselenggara sehingga industri asuransi tetap semangat dan berkembang untuk Indonesia,” tandas Novi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com