Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi Asuransi. (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Asuransi. (Foto: Istimewa)

Pakar Sarankan Sengketa AsuransiUnit LinkDiselesaikan di LAPS SJK

Selasa, 22 Maret 2022 | 11:04 WIB

JAKARTA, investor.id - Pakar asuransi Kornelius Simanjuntak menyarankan agar sengketa produk asuransi unit link yang melibatkan tiga perusahaan asuransi diselesaikan di Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK) sesuai dengan klausul pada polis. Jika tidak berhasil diselesaikan di LAPS SJK, lanjutnya, sengketa dapat dibawa ke pengadilan.

Diketahui, kelompok yang mengeluhkan produk asuransi unit link berencana mengadakan aksi damai di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan DPR pada 22 dan 24 Maret 2022. Mereka juga sebelumnya telah menyuarakan keluhannya ke Komisi XI DPR, Bareskrim Polri hingga Ombudsman.

“Dengan bergerombol, demo, dan menduduki kantor perusahaan asuransi, mengadukan dan membawa kasus ini ke berbagai lembaga negara, kecuali OJK selaku pengawas perasuransian, adalah sesuatu perbuatan yang tidak tepat,” ungkap Kornelius, sebagaimana dilansir dari tulisannya.

“Oleh karena itu, penulis menyarankan kepada kelompok individu yang menyampaikan keluhan tentang asuransi unit link agar kasus yang dihadapi, secara individual (nasabah demi nasabah) membawa kasus/sengketanya ke LAPS SJK untuk diupayakan penyelesaian,” imbuhnya.

Menurut Kornelius, cara dan tempat yang tepat untuk menyelesaikan sengketa asuransi adalah dengan mengacu pada klausul yang telah tertera pada polis.

“Karena polis sebagai perjanjian hanya mengikat pemegang polis (nasabah) dan perusahaan asuransi, maka metode dan cara penyelesaian setiap sengketa diatur dalam polis yang wajib dipatuhi nasabah dan perusahaan asuransi. Selain itu, polis yang satu dengan yang lain belum tentu sama syarat-syarat dan ketentuannya,” jelasnya.

Ia mengatakan, dalam klausul penyelesaian sengketa polis, tercantum bahwa setiap sengketa diupayakan penyelesaian secara musyawarah. Jika tidak berhasil, maka pemegang polis (nasabah) dapat memilih penyelesaian melalui mediasi atau arbitrase atau pengadilan. Penyelesaian secara mediasi dan arbitrase dilakukan di LAPS SJK sejak Januari 2021 dan pihak nasabah tidak dipungut biaya (gratis) untuk mediasi.

Kornelius mengatakan, jika di LAPS SJK tidak berhasil, maka upaya dan tempat terakhir adalah ke pengadilan dan bukan secara memaksakan kehendak dengan cara apa pun.

“Saya percaya bahwa LAPS SJK akan mengupayakan penyelesaian yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Dan jika tidak berhasil diselesaikan di LAPS SJK, supaya dibawa ke Pengadilan Negeri untuk mencari dan mendapatkan penyelesaian akhir yang seadil-adilnya sebagai lembaga yudikatif yang wajib dan harus dihormati oleh setiap orang termasuk OJK, DPR RI, perusahaan asuransi sebagai PUJK, dan kelompok individu ini,” pungkas Kornelius.

Lebih lanjut, Kornelius juga menyayangkan klaim kelompok individu tersebut terkait bagaimana keluhan mereka tidak dapat ditangani oleh LAPS SJK karena kasus mereka tergolong mis-selling dan masif.

Padahal kasus mis-selling yang tidak masif pun dapat ditangani di Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) yang dulunya menangani mediasi, ajudikasi, dan arbitrase di sektor jasa keuangan asuransi sebelum LAPS SJK didirikan.

Ia menambahkan, kasus yang diadukan juga tidak atau belum tergolong masif. Menurutnya, yang dimaksud masif adalah jika mayoritas atau semua nasabah dari satu perusahaan asuransi mengadukan kasusnya.

“Seperti yang terjadi pada salah satu perusahaan asuransi, yang mana jutaan nasabahnya tidak dapat mencairkan manfaat polis, karena perusahaan tidak lagi mampu membayar hak-hak pemegang polis dan kewajiban finansial lainnya. Sementara ketiga perusahaan asuransi jiwa yang dikeluhkan oleh kelompok ini adalah perusahaan yang kuat dan sehat finansialnya,” jelas Kornelius.

“Keluhan nasabah termasuk yang mis-selling, akan dapat diselesaikan di suatu lembaga alternatif penyelesaian sengketa seperti BMAI dan LAPS SJK, jika pihak nasabah (pemegang polis) bersedia melakukan dialog antara nasabah dan wakil/pihak perusahaan asuransi dalam suasana yang kondusif dengan mediator, tidak memaksakan kehendak sendiri, dan mengindahkan aturan dan tata cara mediasi,” imbuh Kornelius.

Editor : Jayanty Nada Shofa (JayantyNada.Shofa@beritasatumedia.com)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com