Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi OJK. (Foto: Beritasatu Photo)

Ilustrasi OJK. (Foto: Beritasatu Photo)

Demo di OJK, Nasabah Korban Unit Link Masih Minta Refund Penuh

Rabu, 23 Maret 2022 | 04:45 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Nasabah korban unit link melakukan aksi damai di depan kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Jakarta, Selasa (22/3/2022). Mereka masih berharap OJK menerbitkan perintah agar perusahaan asuransi terkait dapat mengembalikan dana (refund) secara penuh.

Koordinator Korban Asuransi Unit Link AIA, AXA Mandiri, dan Prudential Indonesia Maria Trihartati mengatakan, satu-dua orang korban unit link sudah berniat baik untuk menyelesaikan sengketa di LAPS SJK. Namun demikian, lembaga tersebut menolak perkara yang ada karena LAPS SJK hanya menangani perkara yang menyangkut isi polis. Sedangkan secara umum, perkara korban unit link ini terjadi saat proses penjualan oleh agen.

"Masalah kita kan pra polis, LAPS juga sudah bilang sebelumnya enggak bisa, itu saya telpon langsung Pak Himawan (Ketua Umum LAPS SJK). Sebelas kriteria yang ditolak itu juga sudah diakui. Ayolah, OJK dan perusahaan asuransi juga sudah tahu ini. LAPS itu enggak berani tangani, karena ini kasus pidana sebetulnya. Beliau bilang, kalau begitu biar Bareskrim saja yang tangani," jelas Maria kepada Investor Daily, Selasa (22/3/2022)

Dia mengatakan, perkara memang sudah ditangani Bareskrim Polri dan berharap perkara pidana bisa diselesaikan di pengadilan. Tapi secara perdata, pihaknya belum melakukan pendekatan apapun melihat biaya yang dibutuhkan tidaklah kecil.

Baca juga: Korban Unit Link Rencanakan Aksi Damai di OJK dan DPR 

"Sampai kapanpun kami akan mengejar OJK yang seharusnya melindungi konsumen. Tidak perlulah sampai memberi pendampingan hukum, kami tidak butuh sampai ke sana. OJK perintahkan saja dengan kewenangannya untuk perusahaan-perusahaan membayar atau mengembalikan uang kami secara penuh," tegas dia.

Maria mengungkapkan, ada indikasi bahwa aksi yang terselenggara sudah diantisipasi oleh OJK. Pihaknya mendapat informasi bahwa sejumlah karyawan OJK diperintahkan untuk bekerja dari rumah. Sehingga layanan pengaduan langsung ditutup dan memupuskan upaya dari sejumlah nasabah.

Sampai pukul 16.00 WIB, kata Maria, belum ada sinyal dari pihak OJK yang berkenan menemui pihak nasabah. Pihaknya masih terus menunggu respon OJK hingga pukul 17.00 WIB dan mengancam beralih ke Istana Negara meski sempat diguyur hujan sejak pagi hari.

"Kami ultimatum, kalau sampai jam 5 sore tidak ditemui pihak OJK yakni Pak Wimboh, Riswinandi atau Tirta, kami akan langsung jalan ke Istana Negara. Kami sudah kepalang tanggung, kepalang basah, kami akan kesana dengan atau tanpa izin dari pihak kepolisian," kata dia.

Baca juga: Pakar Sarankan Sengketa Asuransi Unit Link Diselesaikan di LAPS SJK

Sayangnya, tak kunjung ada kabar terbaru dari Maria sejak terakhir kali berhasil dihubungi Investor Daily. Maria sempat bilang, aksi damai dihadiri setidaknya oleh sebanyak 30 nasabah korban unit link yang tersebar di Jabodetabek, Medan, Lampung, dan Madiun. Masih sesuai rencana, pihaknya bakal kembali melakukan aksi di depan Gedung DPR pada Kamis, 24 Maret 2022.

Sementara itu, Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, OJK kembali kedatangan aksi unjuk rasa dari pemegang polis unit link.mereka menuntut pengembalian premi padahal sudah dibayarkan.

"Penyelesaian dispute nasabah dan perusahaan asuransi yang terikat perjanjian keperdataan tentu hanya para pihak yang bisa menyelesaikan, termasuk menempuh cara mediasi di luar pengadilan dan/atau melalui pengadilan. Termasuk jika ada dugaan penipuan yang sering didengungkan nasabah terhadap agen, karena ini sudah masuk jalur pidana yang tentunya merupakan ranah kewenangan kepolisian," jelas Sekar.

Sekar juga menuturkan, OJK sudah tegas meminta agar perusahaan asuransi menyelesaikan masalah dengan nasabahnya termasuk memanggil tiga direktur utama dari perusahaan asuransi terkait. Dengan demikian, nasabah pun diarahkan menempuh melalui mediasi yang dilakukan melalui LAPS.

Baca juga: Premi Unit Link Allianz Life Capai Rp 18,4 Triliun

"Selama belum ditempuh prosedur ini, meski dijamin UU menyampaikan pendapat, tetapi aksi demo ini tidak menyelesaikan masalah, karena melalui LAPS ini OJK sudah mendapatkan komitmen dari perusahaan asuransi bentuk penyelesaiannya," beber Sekar.

Dia mengatakan, semua pihak pasti sudah paham posisi hukumnya masing-masing sehingga cara penyelesaian terbaik adalah mencari kesepakatan. Karena berlarutnya permasalahan ini akan menyebabkan kerugian di kedua belah pihak.

Adapun menanggapi aksi dari nasabah yang berlarut ini, tiga perusahaan asuransi terkait yakni AIA, AXA Mandiri, dan Prudential Indonesia menyampaikan keterangan tertulisnya. Ketiganya kompak menyatakan tunduk pada aturan hukum yang berlaku dan menyayangkan kembali terselenggara aksi dari para nasabah unit link.

AIA, AXA Mandiri, dan Prudential menyatakan bahwa mereka telah menyelesaikan sejumlah keluhan nasabah sesuai ketentuan dan alur yang diperlukan, mulai dari menerima keluhan, mediasi dengan OJK, hingga berupaya menyelesaikan melalui LAPS SJK. Namun untuk sejumlah nasabah, sejumlah alur penyelesaian tersebut belum mencapai titik temu.

Baca juga: Unit Link Kuasai 62,5% Premi Asuransi Jiwa

"Kami juga mengetahui sekaligus menyayangkan keputusan beberapa nasabah yang menolak jalur LAPS SJK ini. Namun kami menghormati setiap keputusan yang dibuat oleh nasabah, dan hingga saat ini, proses penyelesaian keluhan masih berjalan di LAPS bagi nasabah yang telah memberikan konfirmasi," ungkap Direktur Hukum, Kepatuhan, dan Risiko AIA Rista Qatrini Manurung.

Senada, Chief Marketing and Communications Officer Prudential Indonesia Luskito Hambali menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan ini sesuai peraturan yang berlaku. Utamanya melalui skema di LAPS SJK sesuai arahan OJK.

"Kami akan mematuhi dan melaksanakan semua keputusan dari LAPS SJK karena putusan tersebut bersifat final serta mengikat para pihak secara hukum. Oleh karena itu, kami berharap agar semua pihak dapat menaati hukum dan peraturan yang berlaku dalam penyelesaian sengketa, termasuk menggunakan jalur resmi dalam penyampaian keluhan," terang Luskito.

Sementara, Direktur Kepatuhan AXA Mandiri Rudy Kamdani mengatakan, pihaknya menghormati setiap aspirasi yang disampaikan oleh nasabah. "AXA Mandiri selalu berkomitmen untuk menangani dan menyelesaikan setiap pengaduan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku yang tercantum pada polis, termasuk melakukan mediasi dan membuka ruang diskusi untuk mencapai titik temu," imbuh Rudy.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com