Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo dalam konferensi pers daring, Rabu (23/3) (Prisma Ardianto/Investor Daily)

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo dalam konferensi pers daring, Rabu (23/3) (Prisma Ardianto/Investor Daily)

Bidik Sekuritisasi Rp 500 Miliar

SMF Proyeksikan Pembiayaan Tumbuh Positif

Rabu, 23 Maret 2022 | 23:28 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id -- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF memproyeksikan bisnis sekuritisasi sebesar Rp 500 miliar dan mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan pada tahun 2022. Dengan likuiditas yang masih tebal, pendanaan untuk kegiatan komersial akan disiapkan sekitar Rp 3,3 triliun.

Direktur SMF Heliantopo menyampaikan, tahun ini perusahaan bisa lebih ekspansif menyalurkan pembiayaan dibandingkan tahun lalu. SMF juga akan lebih agresif menjalin kerja sama, komunikasi, sosialisasi, dan koordinasi lebih lanjut dengan lembaga keuangan penyalur pembiayaan perumahan.

Advertisement

"Untuk yang sekuritisasi, target 2022 itu kurang lebih Rp 500 miliar. Sedangkan intinya untuk penyaluran pinjaman di tahun ini targetnya lebih dari tahun lalu yang sebesar Rp 8,8 triliun," kata Topo dalam konferensi pers daring, Rabu (23/3).

Baca Juga: SMF Siap Jadi Akselerator Pengembangan Ekosistem Pembiayaan Perumahan

Dia menambahkan, produk SMF saat ini sudah cukup lengkap untuk menyalurkan pembiayaan terkait perumahan. Berbagai produk baru yang kini tersedia terus disesuaikan dengan kebutuhan dalam rangka bersama-sama lembaga keuangan penyalur KPR melayani segmen masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Direktur SMF Trisnadi Yulrisman menambahkan, strategi pendanaan SMF mengikuti tren dari pembiayaan. Perseroan dapat mengoptimalkan ekuitas yang kini tersedia sebesar Rp 14,02 triliun, porsi likuiditas yang baik, serta penerbitan surat utang.

Dia mengungkapkan, banyak dari perbankan penyalur KPR belum memanfaatkan dana yang dimiliki SMF karena likuiditas berlebih pada tahun lalu. Diharapkan tahun ini SMF bisa mengoptimalkan kebutuhan pendanaan dari perbankan yang mulai berkurang.

"Kita tahun 2022 untuk pendananya adalah sekitar Rp 3,3 triliun di target bisnis kita. Ini dikaitkan dengan pertumbuhan dari rencana penyaluran pembiayaan/pinjaman. Nah ini bisa lebih atau kurang, tergantung dari kegiatan pembiayaan itu sendiri," ujar Tris.

Sedangkan kebutuhan dana terkait KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) juga tengah disiapkan dari PMN sebesar Rp 2 triliun. Dana tersebut nantinya akan diramu bersamaan dengan penerbitan surat utang agar memenuhi kebutuhan pendanaan sebesar 25% untuk sekitar 200 ribu unit rumah program KPR FLPP.

Sementara itu, Chief Economist SMF Martin Daniel Siyaranamual memandang secara realistis. Dia menyatakan, kondisi makro ekonomi Indonesia tahun ini relatif cukup baik ini dengan melihat sejumlah indikator yang ada. Namun demikian, optimisme tersebut belum sejalan beriringan sektor perumahan sebagai fokus dari SMF.

Baca Juga: 2021, SMF Kontribusi Pendanaan KPR FLPP Rp 4,62 Triliun

"Sayangnya sektor perumahan itu akan masuk ke sektor yang agak terakhir pulihnya. Karena sektor perumahan ini sangat terkait dengan kemampuan seseorang melihat jangka panjang. Konsumen masih akan berhati-hati. Walaupun sudah ada pertumbuhan permintaan KPR atau terkait apartemen, tapi pertumbuhan belum sebaik pra pandemi," jelas Martin.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menuturkan, tahun ini SMF akan menjalankan beberapa strategi bisnis yang terdiri sustainability, perluasan usaha, digitalisasi, reliabilitas serta sinergi. Dari sejumlah strategi tersebut, pihaknya meyakini bisnis pembiayaan sekunder akan berkesinambungan dengan turut memperkuat aspek digitalisasi, SDM, dan berbagai sinergi di bidang perumahan.

Realisasi Kinerja 2021

Terkait kinerja perseroan, Ananta juga melaporkan pencapaian kinerja SMF sepanjang tahun 2021. Total akumulasi dana yang telah dialirkan SMF ke sektor pembiayaan perumahan dari tahun 2005-2021 mencapai Rp 77,96 triliun.

Adapun, total aset SMF hingga akhir tahun 2021 mencapai sebesar Rp 33,7 triliun. Pencapaian tersebut ditopang oleh kegiatan penyaluran pinjaman sebesar Rp 8,8 triliun, serta penerbitan surat utang dan term loan sebesar Rp 7,6 triliun. Adapun laba bersih di tahun 2021 mencapai Rp 460 miliar.

Sedangkan penerbitan surat utang sejak tahun 2009-2021 sebanyak 50 kali dengan total nilai Rp 47,42 triliun. Rinciannya, sebanyak 37 kali penerbitan obligasi dan sukuk mudharabah sebesar Rp 42,66 triliun, 12 kali medium term notes Rp 4,64 triliun, dan 1 kali penerbitan surat berharga komersial sebesar Rp 120 Miliar.

Baca Juga: SMF Dorong Peningkatan Serapan KPR Subsidi untuk MBR

Terkait transaksi sekuritisasi, sejak tahun 2009-2021, SMF telah berhasil memfasilitasi 14 kali transaksi sekuritisasi, dengan total nilai akumulatif sebesar Rp 12,78 triliun. Selain itu, saat instrumen investasi lain tertekan di tengah wabah pandemi Covid-19, efek beragun aset berbentuk surat partisipasi (EBA-SP) yang diterbitkan oleh SMF justru berhasil mempertahankan rating idAAA. Kondisi tersebut mencerminkan struktur yang solid dari EBA-SP SMF.

Ananta mengatakan bahwa dari seluruh dana yang telah dialirkan, SMF telah membiayai kurang lebih 1,25 juta debitur KPR, termasuk KPR Program FLPP. Terbagi atas 84,34% wilayah barat, 14,96% wilayah tengah, dan sisanya sebesar 0,70% wilayah timur.

Menyangkut program KPR FLPP, sepanjang tahun 2021 SMF telah berhasil mengalirkan dana pendamping untuk mendukung penyaluran KPR FLPP bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dana tersebut merupakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan Pemerintah kepada SMF sebesar Rp 2,25 triliun pada tahun 2021 yang kemudian digabung dengan surat utang untuk memenuhi 25% target pembiayaan 157.500 unit rumah.

Untuk realisasinya, pada tahun 2021 penyaluran dana KPR FLPP mencapai Rp 24,19 triliun untuk 178.828 unit rumah. Porsi PPDPP 75% sebesar Rp 19,58 triliun, yang terdiri atas dana APBN sebesar Rp 16,62 triliun dan pengembalian pokok sebesar Rp 2,96 triliun. Sedangkan porsi 25% untuk SMF 25% adalah sebesar Rp 4,62 triliun.

"Dukungan dan kolaborasi SMF pada Program KPR FLPP merupakan wujud peran perseroan sebagai fiscal tools Kementerian Keuangan dalam meringankan beban fiskal pemerintah dengan membiayai porsi 25% pendanaan KPR FLPP, sehingga pemerintah hanya menyediakan 75% dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90%," ungkap Ananta.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN