Menu
Sign in
@ Contact
Search
Dari sisi kelengkapan layanan pun sudah ada 200 fitur yang ditanamkan pada sistem layanan BNI Agen46, sudah hampir sama dengan layanan di outlet

Dari sisi kelengkapan layanan pun sudah ada 200 fitur yang ditanamkan pada sistem layanan BNI Agen46, sudah hampir sama dengan layanan di outlet

Lewat BNI Agen46, 1076 Pekerja Informal Daftar Jamsostek

Kamis, 24 Mar 2022 | 09:20 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjalin kerja sama pendaftaran dan pembayaran iuran program jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) melalui BNI Agen46.

Sebanyak 1.076 pekerja informal telah mendaftarkan diri melalui BNI Agen46 untuk program tersebut.

Deputi Direktur Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan Hadi Purnomo menyampaikan, kerja sama tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan dan mengoptimalkan fitur pendaftaran dan pembayaran iuran peserta BPJamsostek melalui BNI Agen46.

Baca juga: Meriahkan MotoGP Mandalika 2022, BNI Gerakkan Kawan BNI

Advertisement

Pendaftaran yang bisa dilakukan adalah bagi peserta bukan penerima upah (PBPU), namun untuk pembayaran sudah bisa dilakukan bagi seluruh segmen. Meskipun baru diluncurkan pada Rabu (23/3), jumlah pekerja informal yang mendaftar cukup banyak.

“Alhamdulilah utilisasi dari transaksi pendaftaran sampai dengan saat ini sudah 1.076 tenaga kerja bukan penerima upah yang mendaftar melalui BNI Agen46, dengan iuran sebesar Rp 46 juta dan 47.730 transaksi iuran sudah dilakukan melalui menu pembayaran BNI Agen46 senilai Rp 1,4 miliar,” kata Hadi saat acara peresmian kerja sama tersebut, Rabu (23/3).

Baca juga:

Dia mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan berharap integrasi layanan dan kerja sama yang dilakukan mendorong pendaftaran kepesertaan bukan penerima upah melalui BNI Agen46 bisa semakin masif. Apalagi saat ini potensi 60 juta peserta bisa digarap atau diakuisisi melalui BNI Agen46.

“Makanya kami menekankan sejak awal bahwa menu pendaftaran harus ada, supaya yang belum jadi peserta bisa diakuisisi menjadi peserta. Lanjutannya adalah bisa membayar iuran melalui BNI Agen46,” tandas Hadi.

Baca juga: BNI Jawab Kebutuhan Diaspora

Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto mengatakan, pihaknya berusaha untuk memaksimalkan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan karena BNI juga mendapatkan keuntungan berupa komisi. Pendaftaran dan pembayaran iuran melalui BNI Agen46 akan disosialisasikan melalui media sosial BNI.

“Mudah-mudahan kerja sama ini meningkatkan value BNI dan BPJS Ketenagakerjaan. Karena kami juga punya potensi bahwa Agen46 di seluruh Indonesia itu ada 157 ribu. Nah, ini harus kita manfaatkan, kerja sama ini akan menambah fitur dari Agen46, baik melalui website dan akses mobile,” jelas dia.

Baca juga: Kolaborasi BNI & Lion Air Group, 3 Pesawat Dibuat Ber-design Livery

Pelayanan dari BNI Agen46 kini sudah bisa berlangsung hanya melalui handphone. Dengan menjadi Agen46, masyarakat pun bisa menambah penghasilannya, karena 50% komisi akan dibagi rata, sebesar 50% untuk BNI dan 50% lainnya untuk Agen46.

Dia mengajak semua pihak yang berminat menambah penghasilan untuk menjadi Agen46. Khususnya dalam rangka mendukung program pemerintah guna melindungi tenaga kerja formal maupun informal di seluruh Indonesia.

Sasar Pekerja Migran

Pegawai sedang membantu nasabah untuk melakukan aktivasi BNI Mobile Banking di Kantor Cabang BNI Hong Kong.
Pegawai sedang membantu nasabah untuk melakukan aktivasi BNI Mobile Banking di Kantor Cabang BNI Hong Kong.

Sis Apik juga mengungkapkan, BNI memiliki banyak nasabah migran Indonesia yang tersebar di sejumlah wilayah seperti Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan. Pihaknya siap menjembatani agar segmen pekerja migran Indonesia (PMI) turut menjadi peserta BPJamsostek.

“Saya kira kerja sama ini sangat penting bagaimana untuk menambah peserta BPJamsostek. Sekaligus melayani masyarakat dengan baik,” pungkas Sis Apik.

Merespons hal tersebut, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin menjelaskan, berdasarkan data Bank Dunia ada sebanyak 9 juta orang PMI. Sedangkan Bank Indonesia (BI) menyatakan ada 6 juta orang PMI tersebar di sejumlah negara, sejumlah PMI eksisting diketahui masih kesulitan dalam membayar iuran.

Baca juga: BNI (BBNI) Guyur Dividen Rp 2,72 Triliun, Berikut Jadwal Lengkapnya!

“Kalau para PMI yang baru berangkat itu sudah mudah untuk mengakses pembayaran karena sudah dicegat di SISKOP2MI. Tapi yang di luar sana sebanyak 6 juta orang belum bisa bayar dan bahkan belum terlindungi program jaminan sosial,” kata dia.

Zainudin menambahkan, tawaran dari BNI untuk melanjutkan kerja sama menjaring PMI di sejumlah negara menjadi menarik.

“Itu akan kami follow up. Karena apapun yang terjadi tahun ini kami memang akan buka kanal untuk PMI di lima negara yaitu, Malaysia, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan. Semua wilayah itu juga sudah dicakup oleh BNI, sehingga rasanya kerja sama bisa dijalin,” pungkas dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com