Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi kontrak kebijakan asuransi ( Foto: m.economictimes.com )

Ilustrasi kontrak kebijakan asuransi ( Foto: m.economictimes.com )

Empat Asuransi Umum Siap Pasarkan Unit Link

Selasa, 29 Maret 2022 | 06:15 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Setidaknya tiga sampai empat perusahaan asuransi umum disebut telah bersiap untuk dapat memasarkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link, pasca aturan teknis resmi diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mulai dari aktuaris, administrasi penunjang, termasuk agen tersertifikasi sudah dipersiapkan.

"Di asuransi umum ada beberapa yang menyampaikan kepada saya bahwa mereka sangat siap. Karena sebagian dari mereka juga memiliki dan terhubung dengan perusahaan asuransi jiwa (pemasar unit link)," beber Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum (AAUI) HSM Widodo kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Widodo memang tidak merinci nama-nama perusahaan asuransi umum yang dimaksud. Dia  hanya mengungkapkan bahwa perusahaan asuransi umum dimaksud bisa lebih siap untuk memasarkan PAYDI dengan sumber daya yang diakomodir dari afiliasi seperti aktuaris dan infrastruktur penunjang lain.

"Mereka punya kelebihan know how dan dari sisi produk. Sekitar 3-4 perusahaan yang sudah ready. Karena kedepannya PAYDI ini suatu perluasan dari asuransi umum, saya sangat berharap kepada perusahaan asuransi umum lain untuk bersama-sama juga masuk ke bisnis unit link," kata dia.

Baca juga: Perluas Akses, Asuransi Ini Siapkan Warisan

Dia mengatakan, AAUI sebagai asosiasi juga sudah melakukan sertifikasi agen-agen PAYDI untuk asuransi umum karena produk yang dipasarkan akan berbeda. Pihaknya sudah menjalani beberapa kelompok (batch) untuk sertifikasi agen dan menghasilkan lebih dari 100 sertifikasi sudah diterbitkan.

"Kemarin itu kami menjalin kerja sama dengan AAJI. Sertifikasi agen ini memang mesti disiapkan dan kini terus berproses. Ini kan sudah didiskusikan dan dipersiapkan kira-kira lebih dari dua tahun. Lembaga sertifikasi profesi (LSP) di AAUI ini sudah dalam fase final dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi)," ungkap Widodo.

Menurut dia, SEOJK 5/2022 tentang PAYDI yang mulai berlaku pada 14 Maret 2022 seharusnya sudah mampu mengantisipasi segala permasalahan yang terjadi di masa lalu. AAUI juga berharap ke depannya asuransi umum bisa memanfaatkan kebijakan ini agar turut memiliki solusi jangka panjang lewat produk-produk PAYDI.

Sementara itu, Widodo mengakui, bahwa produk-produk asuransi umum masih dianggap tidak praktis oleh masyarakat, melihat literasi terhadap asuransi umum juga masih rendah. Produk asuransi kebakaran misalnya, pelayanan masih kerap diberikan berulang per tahun, mesti bertemu agen, dan sebagainya. Namun kini hal-hal tersebut bisa disederhanakan dengan kehadiran PAYDI.

"Melalui produk PAYDI, nasabah akan lebih mudah memiliki proteksi asuransi kebakaran, kendaraan bermotor, kesehatan dan kecelakaan diri sekaligus dalam satu paket. Selain itu bisa dihubungkan dengan investasi sehingga ada kesempatan nilai tunai lebih berkembang dibandingkan harus beli-putus per tahun yang terjadi selama ini," jelas dia.

Baca juga: IFG Progress: Profitabilitas Asuransi Kredit Terendah

Di samping itu, produk PAYDI di asuransi umum menekan situasi ketika nasabah lupa memperpanjang waktu dalam rangka memproteksi diri. Karena pembayaran biaya asuransi nantinya akan dibebankan secara bulanan. "Ini akan sangat efisien dari sisi transaksi, dari sisi cash flow, dan efisien dari sisi administrasi," ujar Widodo.

Untuk aspek investasi, sambung dia, aturan terbaru PAYDI ini memberikan pengaturan yang lebih tegas dan mencegah terjadinya mis selling dan potensi permasalahan di masa mendatang. Regulasi pun menegaskan posisi unit link sebagai produk asuransi yang menekankan proteksi, yang selanjutnya memang dibalut dengan investasi

"Dari sisi investasi juga seharusnya lebih terjamin, karena ada juga menekan agar terhindar dari kesalahan investasi. Selain itu, aturan ini mengakomodir agar aktivitas investasi dilakukan lebih proper dan prudent. Asuransi umum sangat menyambut positif," ungkap Widodo.

Dia mengatakan, asuransi umum sejak beberapa tahun lalu memang telah diperbolehkan menjual PAYDI atau unit link. SEOJK ini melengkapi aturan yang dibutuhkan asuransi umum untuk bisa mulai memasarkan produk tersebut dan berkembang lebih baik di masa mendatang.

Baca juga: Pakar Sarankan Sengketa Asuransi Unit Link Diselesaikan di LAPS SJK

"Ini membuka kesempatan baru bagi asuransi umum untuk bisa memberikan solusi perlindungan yang lebih baik. Lebih baik di sini yakni dengan cost yang lebih efisien dibandingkan produk asuransi umum tradisional, yang dijual sebagai produk asuransi tahunan. Tapi perlu diingat, ini dijual sebagai produk asuransi yang kemudian dikaitkan dengan investasi, bukan sebaliknya," jelas Widodo.

Dia juga mengimbau perusahaan asuransi umum pemasar unit link nantinya untuk menjaga tata kelola dan manajemen risiko dengan baik. Terutama turut mempersiapkan pelaksanaan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 74 yang akan berlaku pada 2025.

Versi pencatatan keuangan perusahaan bakal berubah, karena tidak lagi mencatatkan premi sebagai pendapatan. Perusahaan hanya akan mengakui pendapatan dari hasil operasi asuransi (contractual service margin). Sehingga jangan sampai perusahaan asuransi terjebak dari sisi pendapatan yang sebetulnya saat ini semu.

"Jadi jangan sampai kena top line trap atau keinginan mendapatkan citra penjualan premi besar. Karena tentu produk PAYDI didalamnya ada komponen uang nasabah, yang merupakan investasi mereka, terhubung dengan polis. Pendapatan bagi perusahaan asuransi nantinya hanya dari komisi yang terkait dengan polis. Ini juga akan semakin memperkuat transparansi," pungkas Widodo. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com